Judul             : Cerita Anak Muslim Sehari-Hari
Penulis          : Widya Ross
Ilustrator    : Dwi Santoso
Penerbit       : Wahyumedia
Tebal             : 200 halaman
Cetakan       : I, 2019

Marhaban yaa Ramadhan. Alhamdulillah, atas seizin Allah, sampai juga kita pada Ramadhan ya, Kawan CM. Ramadhan kali ini istimewa karena dia datang kala pandemi tengah melanda dunia. Semua serba #DiRumahAja. Tak ada acara bukber atau sahur on the road, berarti kita diberi kesempatan khusyuk beribadah dan mengkhatamkan Alquran di rumah. Tak ada hura-hura dan huru-hara belanja baju hari raya, berarti kita diberi kesempatan lebih banyak bersedekah kepada fakir miskin dan kaum dhuafa. Tak ada mudik dan silaturahim berjamaah, berarti kita diberi kesempatan merenung betapa keluarga dan sanak saudara itu harta yang berharga.     

Bagi kelen omak dan bapak yang punya anak kecik, pastinya ada tantangan tersendiri menemani anak-anak menjalani ibadah puasa. Anak-anak gampang kali terserang bosan, iya kan? Bolak-balik mereka menengok jam, sebentar-sebentar bertanya kapanlah waktu buka puasa tiba. Nanti laparlah, hauslah, ngantuklah, pokoknya ada saja kicauan mereka. Alamak. Nah, sebagai pengisi waktu luang, yok kita kasih mereka bacaan bermutu macam buku Cerita Anak Muslim Sehari-Hari karya Widya Ross ini.    

Buku “Cerita Anak Muslim Sehari-Hari” berisi 33 cerita islami nan ringkas dengan tokoh utama anak SD bernama Dea, Rahma, Maya, Kayla, Iqbal, Baim, dan Kian. Mereka semua bersahabat. Kadang persahabatan mereka diwarnai bumbu-bumbu pertengkaran, perbedaan, dan lain-lain. Bikin gemas, haru, dan seru!



Saya dan anak-anak suka buku ini karena isinya related sangat dengan kejadian sehari-hari yang dialami anak-anak, bahkan beberapa cerita mirip dengan kejadian yang pernah saya alami waktu SD, yakni cerita Kado untuk Kayla, Ada Apa dengan Maya?, dan Pelaku Kentut. Jadi nostalgia ha-ha. Karakter tokohnya konsisten dari awal sampai akhir, contohnya Rahma yang lembut, Iqbal yang senang menolong, dan Kian yang konyol. Kalaupun ada perubahan, itu karena menyesuaikan dengan kondisi cerita. Bahasanya yang lugas, memang tipikal bahasa bercerita Widya yang saya tahu.  

Anak-anak jadi lebih mudah memahami maksud hadis karena setiap cerita diakhiri dengan pesan dan hadis shahih. Jangankan anak-anak, saya saja yang orang dewasa turut tambah pengetahuan. Terbetik rasa takjub betapa Islam menjaga kehidupan umatnya dengan sedemikian rupa. Lihatlah, Islam punya segala hukum dan aturan dari persoalan menuntut ilmu, menepati janji, berbuat baik kepada tetangga, menjaga rahasia, berghibah, sampai berbakti kepada orangtua. Hadis sudah ada sejak ribuan tahun lalu dan isinya tetap relevan dengan kehidupan kita sekarang. Masya Allah. 

Saya kurang suka cerita anak yang menggurui, untunglah cerita-cerita di dalam buku ini tak demikian. Anak-anak punya solusi atau dibiarkan menemui jawaban permasalahan dengan cara mereka sendiri, bukan melulu melalui petuah orang dewasa. Nah, siapa bilang gampang jadi penulis cerita anak he-he.   

Hanya, kalau boleh kasih saran, di cerita Iqbal Jadi Penyampai Pesan (hal. 63) tertulis Iqbal menyebutkan masya Allah ketika dia sebal dengan perselisihan Kayla dan Kian, padahal seharusnya yang diucapkan itu astagfirullah. Masya Allah diucapkan saat kita mengagumi sesuatu. Sementara, astagfirullah diucapkan saat kita terkejut, sebal, atau menyesali kesalahan diri. Terus, selain profil penulis, bolehlah profil ilustrator jugak dipajang di akhir buku. Soalnya ilustrasi di buku ini keren dan penuh warna. Kami kan jugak pengin kenalan sama ilustratornya ehem.        


  
Meski tokohnya anak-anak kelas 4 SD, buku "Cerita Anak Muslim Sehari-Hari" cocok kok untuk anak-anak usia di bawahnya. Kawan CM bisa membacakan 1 hari 1 judul cerita saat jelang berbuka puasa atau sahur selama Ramadhan. Biarkan anak-anak penasaran mengetahui cerita berikutnya di keesokan hari. Kalau perlu, beri hadiah sederhana untuk anak-anak yang anteng mendengarkan cerita.

 Oiya, buku ini terbit 2019 jadi kayaknya sudah tak ada lagi stoknya di toko buku. Lagian, siapa pulak yang mau melalak ke toko buku saat pandemi begini bah. Niatnya cuma belanja buku, eh, pulangnya sekalian bawa virus korona. Naudzubillah. 

Tak usah khawatir, kelen bisa membeli buku ini di e-commerce atau toko-toko buku online kesayangan. Jangan ragu jangan bimbang membeli buku untuk anak-anak yo karena buku adalah investasi jangka panjang, apalagi buku ini termasuk buku timeless yang bermanfaat dan bisa terus dibaca sampai bila-bila masa. Ok, happy hunting. Selamat membaca dan selamat menyambut bulan suci Ramadhan! Semoga amal ibadah kita diterima Allah Swt. Aamiin. [] Haya Aliya Zaki