Traveling Keliling Eropa Naik Bus, Kenapa Tidak?



            Kalok saya menyebutkan traveling keliling Eropa mungkin sebagian orang akan membayangkan traveling mewah naik pesawat atau paling banter naik kereta kencana. *eh* Lalu, bagaimana dengan bus? Apakah kita bisa traveling keliling Eropa dengan naik bus?
BISA.
Biasanya harga tiket bus lebih murah dibandingkan tiket pesawat atau kereta, tapi apakah situasi kondisi di dalam bus dijamin aman dan nyaman?
            Saat suami dinas di Eropa, salah satu transportasi andalannya pindah dari negara yang satu ke negara yang lain adalah bus yang bernama FlixBus. Demikian pulak saat family travel kami Januari 2019 lalu. Kami berangkat dari Zurich (Swiss) ke Amsterdam (Belanda) dengan menggunakan FlixBus. 

Traveling dari Zurich ke Amsterdam naik FlixBus

Apa itu FlixBus?

            FlixBus merupakan transportasi bus untuk wilayah Eropa dan Amerika Serikat. FlixBus menjangkau 2000 destinasi di 29 negara dari Barcelona sampai Stockholm. Warna bus FlixBus hijau gonjreng yang eye catchy sekaleee, mudah dikenali dari kejauhan. 

 

Apakah FlixBus aman dan nyaman?

            Insya Allah naik FlixBus aman dan nyaman. Kami memilih trip malam. Harapannya, malam-malam kami bisa bobok ileran di dalam bus dan sampai keesokan harinya di terminal tujuan di Amsterdam Sloterdijk dengan badan lebih bugar.
Tak usah tengsin atau merasa turun level karena naik bus. Biasa saja. FlixBus bukan luxury bus, tapi bagi kami, fasilitas FlixBus cukup oke untuk dijajal dan yang paling penting … BERSIH! Berikut fasilitas FlixBus.
1. tempat duduk (kapasitas 40 tempat duduk)
Setiap tempat duduk diselipkan kantong muntah. Di belakang tempat duduk jugak ada kantong jaring untuk menaruh barang
2. meja dengan bolongan untuk menaruh minuman
3. AC
4. lampu baca
6. free WiFi
7. televisi
8. colokan
9. mesin snack dan minuman
10. toilet
11. bagasi koper/tas di dalam dan di luar

BERSIH!






            Saat hendak naik bus, nama kami didata oleh sopir. Selain tiket, sopir jugak memeriksa paspor apakah penumpang memiliki visa Schengen yang masih berlaku atau tak. Lalu, suami dan si sulung memasukkan koper-koper di bagasi luar. Tas ransel bisa ditaruh di bagasi dalam (atas kepala). Penumpang bebas duduk di mana saja. Kita pun bisa booking seat dengan nomor tertentu, tapi harus membayar ekstra.
Perjalanan Zurich–Amsterdam memakan waktu sekitar 10 jam. Perjalanan begitu tenang. Sopir bus membawa penumpang dengan hati-hati. No ugal-ugalan club.
Saya bertanya, “Ada berapa orang sopir untuk perjalanan ini?”
“Dua orang. Setelah 5 jam membawa bus, sopir pertama tukeran dengan sopir kedua untuk membawa bus pada 5 jam berikutnya,” jawab sopir.  
I see. Berarti para sopir cukup istirahat selama perjalanan dan bisa saling memantau. Seharusnya bus tiba di halte pukul 9 malam waktu Zurich, tapi ternyata terlambat hampir 1 jam. Kami berangkat sekitar pukul 10 malam waktu Zurich.
Berhubung malam hari, suasana di dalam bus terasa senyap sangat. Lampu telah dipadamkan. Sebelum tidur, saya mengecas ponsel di colokan yang ada di dekat tangan saya. Oiya, jarak antara tempat duduk yang satu dengan yang lain lumayan lebar. Jadi, Kawan CM nyaman kalok mau tidur. Kadang terkantuk-kantuk saya melihat bus berhenti supaya sopir dan penumpang bisa turun untuk meluruskan kaki sejenak, buang air, atau sekadar jajan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat naik FlixBus


1. booking tiket jauh-jauh hari
            Sebaiknya pesan tiket jauh-jauh hari supaya bisa dapat harga lebih murah. Kelebihan FlixBus, waktu booking tiketnya sering dibuka lebih cepat daripada bus lain. Misal, kita mau traveling bulan Maret 2020, waktu booking tiket FlixBus sudah dibuka sejak Januari 2020, sementara bus lain mungkin baru buka pada bulan Februari 2020.

2.  pilih jadwal perjalanan sesuai kebutuhan
            FlixBus transportasi untuk perjalanan jauh. Kami prefer perjalanan malam karena bisa menghemat biaya bobok di hotel. Perjalanan malam mungkin kurang cocok kalok kelen ada acara penting pagi-pagi sekali dan banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum acara. So, silakan pilih jadwal perjalanan sesuai kebutuhan. 

flixbus

Lokasi pick up FlixBus di Zurich Central Station

Bobok manjah di dalam bus

3. pastikan lokasi pick up bus
            Kalok mau naik pesawat, kita menunggu di bandara. Betul? Kalok mau naik kereta, kita menunggu di stasiun. Betul? Nah, masalahnya, kalok mau naik bus, kita harus pastikan dulu di mana bus berhenti untuk pick up penumpang. Cek keterangan di tiket atau aplikasi FlixBus. Jangan malu bertanya kanan kiri.

4. siap sedia paspor selalu
            Pengalaman kami, setiap naik bus pindah negara, paspor bakal diperiksa. Simpan paspor di tempat yang mudah dijangkau, tapi tetap aman. Paspor jangan sampai hilang. Lebih bagus lagi kalok paspor difotokopi dan simpan fotokopiannya untuk jaga-jaga.

5. tetap waspada
            Selama ini suami dinas naik FlixBus alhamdulillah aman-aman saja. Demikian pulak saat family travel kami tempo hari. Hanya, tak ada salahnya kita tetap waspada. Perhatikan betul-betul barang bawaan. Kalok tidur jangan pulas pulas kali berasa bus milik awak sendiri, yo.

Cara booking tiket FlixBus

            Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, sebaiknya pesan tiket jauh-jauh hari. Soalnya harga bisa berubah naik terutama beberapa hari sebelum berangkat. Biasanya suami memesan tiket FlixBus di web situs Omio. Di web situs Omio, kita akan melihat perbandingan harga tiket kereta, bus, dan pesawat dari destinasi yang kita tuju. Untuk perjalanan Zurich–Amsterdam Januari 2019, kami membeli 5 tiket FlixBus. Harga tiket per orang 33,99 euro (Rp500 ribuan). Harga tiket orang dewasa dan anak-anak sami mawon alias sama. Total harga 5 tiket dengan pajak sekitar Rp2,6 jutaan.
Contoh perbandingan harga tiket

Kita jugak bisa memesan tiket via aplikasi FlixBus. Tiket tak perlu dicetak. Tunjukkan saja tiket di aplikasi saat mau berangkat. Katanya, ada diskon khusus jika membeli tiket via aplikasi FlixBus.
            Kami sampai di Amsterdam Sloterdijk pukul 7 pagi waktu Amsterdam. Meski kadang FlixBus telat 15 menit – 1 jam, biasanya bus tetap sampai tepat waktu sesuai jadwal yang tertera di tiket. Kece khaaan.  




flixbus

Nah, momen priceless itu ketika mata disuguhi pemandangan matahari terbit dari balik kaca jendela bus. Langit yang gelap pekat perlahan menjelma semburat keemasan. Pemandangan hamparan padang luas yang subur dan hijau di Negara Kincir Angin, negara tujuan kami, pulak tak kalah memesona. Domba-domba gemuk yang berkeliaran ke sana kemari benar-benar bikin gemas! Anak-anak kami pada kesenangan melihatnya. Kincir angin kuno di beberapa tempat membuat semuanya terasa lebih istimewa. Pemandangan yang berbeda dari yang pernah saya lihat sebelumnya di bumi Indonesia. Terima kasih ya, Allah. Sungguh Engkau Maha Kaya dan Maha Kreatif. Tak sanggup hamba mendustakan nikmat-Mu.
Jadi, kapan kita melalak keliling Eropa sama-sama naik FlixBus? [] Haya Aliya Zaki

1 Comment "Traveling Keliling Eropa Naik Bus, Kenapa Tidak?"

  1. Menurut saya traveling dengan bus justru salah satu cara mudah, nyaman, dan murah untuk keliling eropa Naik kereta juga sih, tapi tiketnya lebih mahal dari bus. Kalau bus (apalagi harga promo) bisa jadi murah banget.

    Keunggulan naik bus salah satunya pilihan rute yang banyak banget. Bahkan hingga ke kota-kota kecil. Dan bus di eropa juga super nyaman, dilengkapi wifi, beberapa bahkan dikasi earphone untuk denger musik dan cemilan/minuman hangat. Palingan kendalanya ga semua bus ada toiletnya hehe.

    ReplyDelete

Mauliate komentarnya, yo. Mohon untuk tak mengambil tulisan dan foto tanpa izin, kecuali kalok kelen pengin badan kelen dicincang buat umpan ikan di sungai.