Film “Ghost Writer”, Ketika Ghost (Hantu Beneran) Jadi Ghost Writer


         Ghost writer (penulis bayangan) istilah untuk penulis yang tak mencantumkan nama di credit, Kawan CM. Nama yang dicantumkan adalah nama orang yang membayar mereka. Ghost writer menggarap macam-macam naskah dari novel, biografi, artikel, sampai teks pidato. Biasanya naskah milik figur publik. Soalnya tak semua figur publik punya kemampuan menulis yang baik. Jadi, mereka membutuhkan ghost writer untuk membantu. Terus, apa yang terjadi kalok ternyata ghost writer-nya itu ghost a.k.a hantu beneran? Ini yang dibahas di film Ghost Writer produksi Starvision Plus. Btw, film Ghost Writer asli karya anak bangsa lo, meski judulnya keengres-enggresan hihi. 

film-komedi-horor-terbaik

            Dikisahkan Naya (Tatjana Saphira) dan adiknya Darto (Endy Arfian), yatim piatu yang baru pindah ke sebuah rumah kontrakan tua. Darto si penakut keceplosan, “Kak, rumah sebesar ini dikontrakin murah, kira-kira kenapa, ya?” Tapi, Naya enggan menggubris. Dia terlalu sibuk memikirkan kondisi keuangan mereka yang senin kemis. 
Naya bekerja sebagai penulis novel. Novel pertamanya yang berjudul Memintal Bintang memang bestseller, tapi naskah-naskah berikutnya konsisten ditolak penerbit karena dianggap kurang cetar. Jadilah hidup Naya bergantung pada royalti novel pertamanya saja. Naya terus putar otak mencari ide naskah baru untuk disetor ke penerbit. Kreativitasnya berpacu dengan waktu karena kian hari saldo rekening kian menipis.
Suaru hari, Naya menemukan diari lusuh di loteng. Rupanya, diari itu milik hantu bernama Galih (Ge Pamungkas). Galih tewas bunuh diri. Hmmm, kisah hidup Galih yang tragis sepertinya cocok diangkat jadi novel baru Naya!

Mata saya mendadak berembun ketika melihat Naya galau apakah memilih menulis novel bersama hantu (yang jelas berisiko) atau dia tak bisa membayar uang pangkal sekolah Darto. Pilihan yang sulit. Saya paham betul cemana hidup penulis yang cuma mengandalkan pendapatan dari royalti buku, kecuali buku-buku kelen selalu bestseller seperti buku-buku Dewi Lestari atau Tere Liye.




Persahabatan unik antara Naya dan hantu Galih (credit: @starvisionplus)


Galih menolak kisah hidupnya dijadikan novel, namun lambat laun pendiriannya berubah. Galih bahkan membantu Naya menulis alias menjadi ghost writer. Masalah baru muncul. Selain Galih, ternyata ada sosok hantu lain di rumah kontrakan tua, sosok hantu perempuan yang menyeramkan. Dia heboh meneror Naya dan Darto. Siapa sebenarnya hantu perempuan itu? Kenapa pulak dia melarang novel Naya dan Galih diterbitkan?
  Film Ghost Writer film komedi yang SERU! Sepuluh menit pertama kami sudah ngakak ngikik ngukuk di bioskop. Jujur saya nonton film ini karena ada nama Ernest Prakasa. Saya suka film-filmnya, terutama Cek Toko Sebelah. Meski ngakunya cuma sebagai produser, saya merasa humor di film ini humor khas milik Ernest. Horornya ada, tapi tak pala banyak. Jadi, jangan takut duluan, yo. Dramanya oke. Alur cerita rapi dan dialog kuat. Sependek pemahaman saya, tak ada logika cerita yang bolong. 




         Daaan, beyond my expectation, akting Ge Pamungkas kok bisa mantap kali giniiii. Siapin tisu karena akhir cerita bakal bikin kelen menangis termehek-mehek! Selama 10 hari tayang di bioskop, film yang disutradarai Bene Dion Rajagukguk ini berhasil meraih 800 ribu penonton. Film Ghost Writer betul-betul film yang klop untuk saya karena membahas tentang kehidupan penulis dan ceritanya menghibur sangat!
Cerita Melalak kasih apresiasi 4 dari 5 bintang. Kalok mau baca review film lainnya, sila follow Instagram mari_nonton. [] Haya Aliya Zaki  

0 Comment "Film “Ghost Writer”, Ketika Ghost (Hantu Beneran) Jadi Ghost Writer "

Post a Comment

Jadilah golongan orang-orang beruntung, yakni orang-orang yang komen sesudah membaca. #eaaakkk