Siapa di sini yang hobi makan sayuuur? Aaah, berbahagialah yang hobi makan sayur karena sayur gudangnya vitamin dan mineral. Dulu anak-anak kurang suka karena saya sendiri sebetulnya agak jarang makan sayur huhu. Tapi, sekarang saya sudah insyaf kok, Kawan CM. Jangan sampai dewasa nanti anak-anak mengikuti jejak saya yang cuma hobi makan tiga macam sayur di dunia, yakni sayur sop, sayur bayam, dan sayur asem.
            Kenapa anak-anak kurang suka makan sayur? Alasannya, sayur PAHIT. Berdasarkan riset, sekitar 93% anak di bawah usia 10 tahun kurang mengonsumsi sayur. Selain karena salah mengolah sayur, kurangnya konsumsi sayur jugak disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat akan pentingnya makanan ini.
Saya mencoba mencari sayur lain yang bisa diolah, salah satunya TERONG. Psssttt ... meskipun terong sering dimasak jadi sayur, sebetulnya terong termasuk golongan buah-buahan, tepatnya buah-buahan yang berasal dari India. Terong masih sahabat dekat tomat. Bagi saya pribadi, terong itu sayur sejati. Soalnya tak mungkin saya makan terong seperti cara saya makan apel atau jeruk, Saudara-saudara.
Terong mudah didapat dan harganya cukup murah. *teteuuup ya omak-omak hihi* Seratnya tinggi. Serat yang terdapat di dalam 100 gram terong setara dengan serat di dalam 1 apel atau 1 jeruk. Manfaatnya pulak banyak. Terong bisa menghaluskan kulit, melancarkan pencernaan, menjaga kadar gula darah, menurunkan tekanan darah (bagi yang hipertensi), mengontrol kolesterol jahat, dan melindungi tubuh dari radikal bebas. (Halodoc, 2018). 

Tip memilih terong: terong yang bagus itu yang berwarna ungu pekat (tak pudar), berkulit halus, dan bertekstur padat. Jangan membeli terong yang sudah lembek.

            Tak semua orang suka makan terong karena rasanya yang pahit. Mau tak mau hal ini mesti disiasati. Bosanlah kalok resepnya balado terong terus yekhaan. Jangan pernah lelah mengubek-ubek resep karena kalok ternyata resepnya cocok di lidah klen sekeluarga (terutama anak-anak), sesungguhnya klen adalah pemenang yang nyata. Halah. Etapi betul lho ini. Anak-anak yang lahap makan dan bertubuh sehat pastilah jadi dambaan setiap orangtua. 
Oke, sekarang saya mau membagi 2 resep masakan berbahan terong ke Kawan CM. Satu resep terong berkuah dan satu lagi resep terong kering.

1. sayur terong tempe

Bumbu yang ditumis
- 6 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 10 cabai merah dan hijau

Bahan yang dicampur
- 100 gram tempe dipotong kotak
- 2 sdm udang rebon
- 800 ml santan
- ½ sdm gula merah
- 3 sdt Masako Bumbu Ekstrak Daging Sapi
- garam secukupnya
- 2 lembar daun salam
- 1 buku jari lengkuas

Cara membuat
- panaskan minyak dan tumis bawang + cabai merah + cabai hijau sampai harum
- masukkan tempe dan rebon
- tuang santan
- tambahkan gula merah
- tambahkan Masako Bumbu Ekstrak Daging Sapi
- masukkan daun salam
- masukkan lengkuas
- masukkan terong
- aduk sampai matang dan sajikan.

            Simpel kan resepnya? Tinggal cemplung semua. Harumnyaaa sayur terong tempe ini menggugah selera nian! Kelihatannya cabainya ramai, tapi rasanya tak pedas ternyata. Gurih lomak mantap! Anak-anak bisa makan. Bagi yang suka pedas boleh tambah sambal.
Resep sayur terong tempe nyontek dari Mbak Diah Didi, food blogger beken asal Semarang. Setelah dicoba, alhamdulillah klop. Sebetulnya Mbak Diah Didi memakai terong hijau, tapi di sini tak ada yang jual. It’s okay, terong ungu unyu unyu pun sodap rasanyo. Silakan Kawan CM kreasikan sendiri, apakah mau ditambah sayuran lain, dimasukkan ayam, silakan. 

bahan-sayur-terong
Bahan-bahan sayur terong tempe

masako-ekstrak-daging-sapi
Masako Ekstrak Daging Sapi

sayur-terong-tempe
Sayur terong tempe

Demi melezatkan kedua masakan berbahan terong ini, saya menambahkan bumbu penyedap masak, Masako Bumbu Ekstrak Daging Sapi.

Kini Masako hadir dengan racikan baru. Ekstrak daging sapinya 3 kali lebih banyak dibandingkan produk lain. Masako terbuat dari daging asli pilihan dan bahan-bahan berkualitas lainnya. Gurihnya pas! Fyi, ekstrak daging adalah daging yang telah dimasak dan digiling untuk diambil sarinya. Seperti ituh.

Saya baru tahu, ternyata Masako diproduksi di pabrik sendiri, pabrik yang pertama dan satu-satunya di dunia yang memperlihatkan proses produksi Masako yang terbuat dari daging asli. Jadi bukan kombur kombur molotup, yo. Selain Masako Bumbu Ekstrak Daging Sapi, ada jugak Masako Bumbu Ekstrak Daging Ayam. Ekstrak daging ayamnya 28 kali lebih banyak dibandingkan produk lain. Wow! Kapan-kapan saya mau coba, ah.
           

2. terong goreng tepung


terong dipotong kotak

Bumbu yang dihaluskan
- 4 siung bawang putih
- ½  sdm garam
- ½ sdm merica bubuk
- 1 sdt Masako Bumbu Ekstrak Daging Sapi

Bahan tepung
- 4 sdm tepung terigu
- 1 ½ sdm tepung beras
- ½ sdm maizena
- air secukupnya

Pemanis
- 1 lembar selada
- 2 tangkai seledri
- 2 daun bawang

Cara membuat
- campur semua jenis tepung dan aduk rata
- giling bawang putih dan garam sampai halus
- bawang putih dan garam yang telah halus dicampur dengan tepung
- tambahkan merica bubuk
- tambahkan air putih sikit-sikit sambil diaduk supaya adonan tepung tak menggumpal
- tambahkan irisan daun seledri dan daun bawang
- masukkan terong ke adonan
- panaskan minyak dan goreng terong sampai berwarna kecokelatan
- angkat terong dan tiriskan minyak.   

terong-goreng-tepung
Terong goreng tepung

            Resep kedua nyontek dari Mbak Arta Desy di Cookpad. Terong goreng tepung enak jugak jadi camilan. Anak-anak saya suka! Omak-omak yang merasa tak jago masak, jangan gundah gulana. Di belakang kemasan Masako tertera resep berbahan dasar aneka sayuran yang bisa kita coba. Saya mendukung kampanye Ayo Makan Sayur! dari Masako mengingat begitu buaaanyaknya manfaat sayur untuk tubuh kita. Oiya, jangan khawatir soal kehalalan karena Masako sudah mendapat sertifikat HALAL dari MUI.     

ayo-makan-sayur
Ayo Makan Sayur!

Well, selamat mencoba! Adakah tip dan trik Kawan CM supaya anak-anak mau makan sayur? Oiya, klen suka makan terong jugak tak? Tukaran resep kita, yok! [] Haya Aliya Zaki

Kalok orang-orang memulai cerita liburannya secara urut dari awal sampai akhir, kali ini saya memulai cerita dari liburan yang paling akhir haha. Liburan Januari 2019 lalu, kami melalak ke Perancis, Swiss, Belanda, dan Hong Kong. Nah, saya akan cerita tentang sebuah insiden di Hong Kong International Airport (HKIA) waktu kami akan kembali ke Jakarta.
Kami ngapain saja di Hong Kong? Actually, kami di Hong Kong cuma dua hari. Agendanya shopping dan main sama anak-anak di Disneyland. Next pengin balik lagi ke Hong Kong. Soalnya belum puas eksplor, Kawan CM. Shoppingnya juga ditahan-tahan (ibarat orang BAB, ngedennya cuma setengah hati LOL) karena bayarnya pakai uang tunai yang tersisa. Arab maklum semua kartu debit dan kartu kredit raib kena musibah kecopetan di Paris. Nantilah diceritain di blog. Sungguh peristiwa yang amat sangat memorable sekalih secara di negeri sendiri belum pernah kecopetan, eh, kecopetannya malah di negeri orang, coba! *srooottt* 

HongKong

gedung-HongKong

jalanan-HongKong

Disneyland-HongKong
Hong Kong!


Kembali ke insiden di HKIA tadi. Di HKIA, seorang ibu-ibu sebut saja namanya Tiara, mencolek bahu saya. “Ibu sekeluarga mau pulang ke Jakarta, ya? Kita satu pesawat sepertinya. Maaf, apa boleh saya ngintil Ibu sampai masuk pesawat?” tanyanya memelas.

Saya pandangi muka Bu Tiara dengan kening mengernyit. Usia beliau kira-kira hampir 50 tahun. Penampilannya mirip ibu guru, bahasanya santun, senyumnya ramah, tapi body gesture-nya seperti orang cemas. Hmmm, cemana, yo? Di satu sisi, saya waswas jadi korban tipu, gendam, hipnotis, dst. Di sisi lain, saya kasihan. Hati kecil saya bilang kalok Bu Tiara jujur dan perlu ditolong. Meski masih ragu, saya mengambil pilihan kedua. Saya membolehkan Bu Tiara ikut kami. Kira-kira masih ada waktu 3 jam sebelum masuk pesawat. Kami mengobrol, makan-makan, jalan-jalan cuci mata ke toko-toko di bandara, dan shalat sama-sama. Senangnya melihat Bu Tiara lebih tenang dan bisa ketawa-ketiwi lagi.
Cerita punya cerita, ternyata Bu Tiara kena kecoh agen biro tour & travel. Janjinya yang berangkat ke Hong Kong itu 45 orang, tapi kenyataannya cuma 5 orang. Di Hong Kong, Bu Tiara dilepas begitu saja. Agen ogah tanggung jawab. Setiap ditelepon atau di-WA, jawabannya selalu kasar. “Elu takut amat, sih!” Itu kalimat yang paling diingat Bu Tiara. Padahal, agen tersebut usianya separo di bawah Bu Tiara, lho! Kalok saya jadi Bu Tiara, mungkin kepala si agen sudah saya ceploki telor. *eh* Itinerary? Buyar semua. Jadwal pesawat berangkat dan pulang beda dengan 4 orang lainnya. Tiga hari di Hong Kong berasa kayak di neraka. Bu Tiara menangis di kamar hotel dan takut mau ke mana-mana.
Btw, Bu Tiara ngintil kami di HKIA karena khawatir salah boarding gate. Kadang gate berubah-ubah. Gate yang satu dengan yang lain jaraknya berjauhan. Contoh, tempo hari gate kami 79 berubah jadi 42. Jaraknya jauh nian. Kami memilih naik shuttle train daripada betis tiba-tiba berkonde. Dulu pernah kejadian kawan Bu Tiara ketinggalan pesawat karena tak paham gate berubah. Mana duit sudah habis, doi tak mampu beli tiket pesawat lagi. Bu Tiara parno ketinggalan pesawat seperti kawannya. Selain itu, Bu Tiara jugak didekati beberapa orang mencurigakan. Mungkin karena wajahnya kelihatan bingung. “Boro-boro jalan-jalan, yang penting bisa pulang sehat dan selamat, saya alhamdulillah, Buuu,” curhat Bu Tiara dengan logat Jawa yang kental.
Bu Tiara berterima kasih karena kami sekeluarga mau menemaninya selama di bandara. Sebelum berpisah, beliau memeluk saya erat-erat. Duh, terharuuu! Beberapa hari kemudian, saya dikirimi berbagai hasil panen dari desanya. Masya Allah, padahal yang kami lakukan biasa saja, tapi bagi Bu Tiara kok luar biasa.    
Mungkin ada yang nanya, kenapa Bu Tiara pergi sendirian ke Hong Kong? Sebetulnya, ini kali kedua Bu Tiara memakai jasa tour & travel tersebut. Pengalaman pertama, ada beberapa masalah, tapi bukan masalah krusial, masih bisa ditolerir. Harga paketan ke Hong Kong yang ditawarkan cukup murah. Menggiurkan! Kebetulan Bu Tiara belum pernah ke negara yang mendapat julukan Manhattan dari Timur ini. Penasaran! Dilalah suami Bu Tiara tak bisa menemani karena kudu ngantor, sementara anak tunggal Bu Tiara yang kini sekolah asrama, kurang suka jalan-jalan.
Nah, saya jadi kepikiran menulis tentang tip memilih tour & travel yang amanah, tapi berhubung saya tak punya pengalaman (selama ini mbolang gaetnya suami dewe, tak pernah pakai jasa tour & travel), saya melempar pertanyaan di medsos. Alhamdulillah, kawan-kawan yang pernah memakai tour & travel dengan senang hati berbagi. Berikut saya rangkum tipnya.

Tip memilih tour & travel yang amanah


1. hindari berangkat sendirian

            Tip ini mungkin tak berhubungan langsung dengan tour & travel, tapi bagi yang baru pertama kali travelling dan betul-betul masih buta kondisi lapangan, hendaknya berangkat bareng keluarga atau kawan dekat. Ibarat kata, nanti nyasar sama-sama, lapar sama-sama, happy sama-sama, semua serba sama-sama. Seandainya kita sakit, ada yang memperhatikan. Punya kawan senasib sepenanggungan di perjalanan itu rasanya berarti sangat! Bisa patungan biaya transportasi, urunan beli makanan, dan saling jagain koper/barang. Seru, kan? Yang paling penting, bisa saling bantuin motret woiii haha!

2. tour & travel berpengalaman

             Mbak Ashanty, eh, Mbak Archa Bella (soalnya mirip Ashanty siiiy) sudah travelling sejak masih remaja muda belia. Singapura, Thailand, Jepang, Turki, Inggris, Swiss, Belanda, Italia, Amerika, adalah sebagian kecil destinasi yang pernah doi jajal. Travel blogger asal Semarang ini mengaku lebih nyaman memilih tour & travel yang sering pameran, kondang (bukan kondangan!), dan berpengalaman, minimal pengalamannya lebih dari 15 tahun. Tour & travel rekomendasi Mbak Bella sbb: Dwidaya Tour, Panorama Tour, Golden Rama Tours & Travel, Anta Tour & Travel, dan Wita Tour.
Pemikiran Mbak Bella setali tiga uang dengan Mbak Fanny F. Nila, travel blogger yang jugak sudah fasih melanglang buana. Mbak Fanny sebetulnya lebih senang jalan tanpa pakai jasa tour & travel. Doi pakai kalok lagi ada event travelling dari kantor saja. Tour & travel kondang rekomendasi Mbak Fanny sbb: Dwidaya Tour, Panorama Tour, Golden Rama Tours & Travel, dan TX Travel. Btw, Mbak Fanny ini unik. Doi hobinya wisata ekstrem gitu. Katanya dalam waktu dekat akan traveling ke Korea Utara huaaa. Kapan-kapan saya tulis profilnya di blog. Setuju?

3. punya web situs dan atau akun media sosial resmi

            Tour & travel yang punya web situs dan akun media sosial resmi (lebih dari satu akun), insya Allah masuk kategori aman. Di laman web situs dan akun media sosial tercantum alamat kantor dan nomor kontak yang jelas. Foto-fotonya ori, bukan hasil photoshop atau comot sana-sini. Saya ingat waktu selebgram Amrazing protes karena foto-foto travellingnya dicuri oleh agen tour & travel yang tak bertanggung jawab. Cemana mau beres urusan kalok dari start saja, foto-foto modal nyolong? Terus, jangan pilih tour & travel yang cuma pasang iklan temporary di medsos atau sekadar menawarkan via kolom komentar. 

4. punya paket komplet

            Mbak Bella menambahkan, sebaiknya pilih tour & travel yang punya paket komplet; menyiapkan tur eksklusif, mengurus visa, meminjamkan wifi, dll. Jadi, kita tak perlu rempong mikir, kecuali kalok memang mau menangani sendiri.
Mbak Erfin K. Safitri, dokter gigi yang baru-baru ini pulang dari studi banding RS di Jepang, terkesan sangat dengan layanan H.I.S. Tours & Travel Indonesia. H.I. S. yang mengurus izin studi bandingnya ke RS di Jepang. Gaet tur berbahasa Indonesia disediakan. Transportasi bus di Jepang jugak milik H.I.S. sendiri, bukan menyewa.  
Bagi Kawan CM yang muslim, biasanya makanan halal jadi perhatian utama. Boleh cari tour & travel yang bisa membantu. Pengalaman Mbak Erfin, H.I.S. membantu menyiapkan katering makanan halal selama di Jepang, bahkan makanan halal di dalam pesawat jugak sudah dibicarakan jauh-jauh hari oleh pihak H.I.S. ke Mbak Erfin sebelum berangkat. Insya Allah umat Islam lebih tenang melakukan perjalanan. 

5. jangan tergiur harga murah!

            Penulis asal Medan, Annisa Rangkuti, pernah jadi korban tour & travel umroh. Harga paketan umroh yang ditawarkan jauh lebih murah daripada tour & travel lain. Harga yang terlalu murah jadi tanda tanya besar. Halal hukumnya kita curiga, yo. Harga mahal wajar saja asalkan sesuai dengan fasilitas yang ditawarkan.
Sebelum memilih, sebaiknya kita survei harga antara tour & travel yang satu dengan yang lain terlebih dahulu. Akhirnya, Annisa beralih ke Siar Tour, salah satu tour & travel amanah di Medan. Hmmm, jadi ingat kasus First Travel dan Abu Tours yang menipu puluhan ribu jamaah umroh. Jamaahnya sampai stres, bahkan meninggal karena shock. Seram!   
Satu lagi info dari Mbak Alia Fathiyah, eks jurnalis media ternama yang hobi travelling. Hindari tour & travel yang bolak-balik memaksa kita membayar DP (alasannya supaya dapat seat), padahal kita masih pengin survei dan menimbang-nimbang dulu. Mbal Aal punya pengalaman buruk dengan tour & travel seperti ini. Agen kabur entah ke mana. Uang DP hilang. Rombongan ke Korea Selatan sejumlah puluhan orang waktu itu ditinggal dengan semena-mena. Bad!  

5. lihat testimoni

            lihat testimoni dari keluarga atau kawan dekat yang pernah menggunakan jasa tour & travel tersebut. Catatan dari saya, selain dekat, hubungan muamalah mereka jugak harus bagus. Tak pernah curang urusan jual beli, tak pernah terbelit utang, tak pernah terlibat pertikaian warisan, dst. Pokoknya, keluarga atau kawan dekat ini tak pernah bermasalah sama urusan duitlah. Kalok pernah bermasalah, takutnya mereka pura-pura kasih testimoni bagus dan kongkalikong (sekongkol) dengan tour & travel penipu. Naudzubillahi min dzalik.   
Hendra E. Putra, salah seorang kawan yang hobi travelling, menyarankan: googling, googling, dan googling. Googling pangkal selamat. Cari tahu apakah tour & travel pernah mendapat komplain? Komplainnya soal apa? Cemana pihak tour & travel menanggapi komplain tersebut? Lebih baik coret dari list jika komplainnya banyak.        

6. jangan terburu-buru!

            Kalok mau jalan-jalan, better jangan dadakan. Cukup tahu bulat saja yang digoreng dadakan. Halah. Persiapan memilih tour & travel, dll minimal tiga bulan sebelumnya. Kita bisa memantau jika dalam rentang waktu itu ada perubahan ina inu dari tour & travel yang bersangkutan.

Last but not least, kita yang memakai jasa tour & travel tentu harus memperhatikan dan menaati peraturan. Jangan sampai attitude kita menyusahkan kawan-kawan satu perjalanan, oke? Terima kasih narsum yang sudah meluangkan waktunya untuk berbagi info dan pengalaman.

Archa Bella | archabella.com

Alia Fathiyah | aliaef.com
Annisa Rangkuti | annisarangkuti.com
Erfin K. Safitri
Fanny F. Nila | dcatqueen.com
Hendra E. Putra

            Sekali lagi, terima kasih! Oiya, Bu Tiara sudah mengizinkan saya untuk menuliskan ceritanya. Semoga postingan ini bisa ditemukan di mesin pencari oleh pembaca yang membutuhkannya. Semoga postingan ini bisa membantu supaya tak ada Bu Tiara Bu Tiara lainnya yang menjadi korban. Kawan CM yang mau ikut berbagi, sila komen-komen manjah di bawah, yo. Mauliate! [] Haya Aliya Zaki