Mungkin sebagian besar pembaca blog Cerita Melalak sudah pernah mendengar tentang Madame Tussauds, museum lilin yang terkenal-nal-nal-nal. Di sinilah tempat ratusan patung lilin tokoh dari berbagai belahan dunia berada. Sekilas info, museum lilin ini didirikan oleh pematung lilin bernama Madame Anna Maria “Marie” Tussaud, seorang seniman yang lahir di Perancis lebih dari dua abad lalu. Madame Tussauds pertama kali hadir di London, Inggris. Hingga kini, cabangnya sudah tersebar di 24 kota di berbagai negara di dunia.
Saya paling mupeng jumpa patung lilin Michael Jackson (sejak SD saya menyanyikan lagu-lagunya), Johnny Depp, dan Jackie Chan. Mereka punya talenta keren di bidangnya masing-masing.
Selain itu, saya punya misi lain datang ke Madame Tussauds. Madame Tussauds merupakan tempat yang cocok untuk mengenalkan aneka tokoh dunia dan jasa-jasa mereka kepada anak-anak.
Waktu saya ceritakan tentang Madame Tussauds, anak-anak sama antusiasnya. “Aku pengin jumpa Ariana Grande, Mi!” seru Shafiyya. *jiaaa* Sulthan tak sabar pengin jumpa Thor. Faruq? “Siapa pun jadilah, Mi!” katanya ketawa.  
Pucuk dicinta nasi ulam pun tiba. Bulan Agustus 2018 lalu kami punya rezeki liburan ke Singapura dan alhamdulillah ada Madame Tussauds kan di sana. #Okesip, Madame Tussauds Singapore here we go!
Madame Tussauds Singapore resmi hadir pada tahun 2014 dan merupakan cabang Madame Tussauds yang ketujuh. Pas hari H, pukul 16.00 kami naik Singapore Cable Car dan turun di Imbiah Lookout Station. Jalan kaki sikit, sampai di Madame Tussauds Singapore. Hmmm, honestly, penampakan bangunan putih Madame Tussauds dari luar agak di bawah ekspektasi saya. Kurang fancy, secara di dalamnya berkumpul jamaah patung lilin orang top. Tapi, justru inilah yang membuat rasa penasaran saya bertambah. Macam manakah isi di dalam gedungnya??? Jeng jeng jeng. 

pintu-masuk

Madame Tussauds Singapore


Online ticket ditukar dengan tiket fisik

Btw, saya sengaja membeli tiket paket Madame Tussauds + IOS LIVE + Boat Ride + Marvel 4D. Anak-anak ngefans sama karakter di Marvel Universe. So, I hope, they can have more fun there!
Sebelum masuk ke lokasi Madame Tussauds, kami melihat-lihat Images of Singapore LIVE (IOS LIVE). IOS LIVE adalah galeri interaktif tentang sejarah Singapura. Bisa disebut museum, tapi formatnya menarik. Banyak diorama bersetting jadoel. Terus, kami naik perahu (boat ride) sebentar. Cuci mata kanan kiri memantau replika pemandangan Singapura. Selesai melihat-lihat IOS LIVE dan ikut boat ride, kami masuk ke lokasi Madame Tussauds. Terakhir nonton Marvel 4D. Fyi, IOS LIVE, boat ride, lokasi Madame Tussauds, dan nonton Marvel 4D itu di dalam satu gedung putih itu.  
Di postingan ini saya akan bercerita tentang pengalaman main ke Madame Tussauds saja, oke. Begitu masuk, saya langsung jumpa patung lilin Pak Presiden Soekarno. Terharuuu! Patung lilin beliau ditempatkan paling depan. Cepat-cepat saya bergaya dan minta suami motret. Ingat dahulu kala, abah saya sering cerita tentang presiden Indonesia yang pertama ini hihi. Pidato-pidatonya selalu membakar semangat!
Entah kenapa jantung dag dig dug der saat bersirobok mata dengan macam-macam patung lilin di sana. Cieee. Berasa ketemu orangnya asli. Soalnya, MIRIIIP … nian, Saudara-saudara! Gurat wajah, anak rambut, garis tangan, semua!
You know what, saking senang dan keponya, saya berdiri luaaama di depan patung lilin Michael Jackson, memperhatikan setiap detail penampilannya bahkan meraba fisiknya dengan perasaan takjub!
Kami sekeluarga menyerbu patung lilin tokoh dunia dengan riang gembira. Berfoto dengan para pesohor seperti presiden, pejuang kemanusiaan, artis, atlet, dll, belum pernah semudah ini! Ada Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew, Mahatma Gandhi, Barack Obama, David Beckham, Oprah Winfrey, Brad Pitt, Michael Jackson (YASSS!!!), Johnny Depp (YASSS YASSS YASSS!!!), Nicole Kidman (ternyata tinggi nian!), dan maaasih banyak lagi! Eh, ada Pak Presiden Jokowi jugak! Bintang-bintang K-Pop jugak! Senangnya, disediakan tablet yang bisa kita swipe swipe untuk membaca kisah hidup tokoh.    
Zona yang agak creepy itu waktu melewati patung lilin Madame Tussauds sedang membungkus kepala orang yang berdarah-darah. Hiiiy! Info dari Wikipedia, selama Revolusi Perancis, Madame Tussaud membuat penutup wajah jenazah dari para tokoh yang menjadi korban perang. Dia rela mencari kepala-kepala yang terputus di tengah timbunan jenazah supaya bisa menyelesaikan membuat penutup wajah jenazah dengan sempurna.  

Silakan dimulai pidatonya, Pak *sikut*

*salim*


oprah-winfrey
Maaf Kak Oprah, sekali nanya bayar cepek, yo


arnold
Nak, kamu tahu yang di sebelahmu itu siapa, kan?


bruce-lee
Suami udah cocok jadi figuran belom?

jokowi
Kerja kerja kerja!

leonardo-di-caprio
You jump, I don't wanna jump *TItanic salah skrip*

Thor
Boleh pinjam palu-nya?

johnny-depp
Pangkas yok udah gondrong


elvis-presley
Love me tender ....


Asyik sarapan bareng

tom-cruise
Ternyata bukan mission impossible untuk jumpa sama abang satu ini


Tak ada Ariana Grande, Taylor Swift pun jadi

jackie-chan
Huaaa ... cuma ada cap tangannya! :((

jacko
Maafkan kenorakan Ummi


Bisa baca histori tokoh di sini tinggal swipe swipe

madame-tussauds
Creepyyy

      Tip berfoto di Madame Tussauds: pakai baju yang eye catchy dan … bersolek (dandan)! *biar tak kebanting kali awak sama patung lilin yang cantik + ganteng di sana* LOL 


Tahukah kalian?
            Bergaya sudah, foto-foto sudah, tentu tak lengkap rasanya kalok awak tak paham cemana seluk beluk patung lilin dibuat. Berikut saya rangkum infonya berdasarkan penjelasan yang saya dapat langsung dari Madame Tussauds Singapore. Lanjooottt! 

Pewarnaan
            Tim Madame Tussauds membutuhkan waktu sekitar 2 hari lebih untuk mewarnai bagian kepala saja. Bagian wajah diwarnai pakai cat minyak supaya kulit wajah tampak bercahaya dan mendekati aslinya. Ada sekitar 20 warna palet dipakai untuk mengkreasikan skin tones patung lilin, lho. Pastinya cukup rumit. Warna kulit manusia kan bukan cuma hitam dan putih. Ciri khusus seperti freckles dan wrinkles tak ketinggalan dilukis, jika ada. Tato dibuat secermat mungkin dengan hand painted, bukan asal cetak. 

michael-jackson
Lihat kulitnya!

Penanaman rambut
            Jarum khusus untuk menanam rambut (termasuk alis mata) di kepala patung lilin, namanya forked needle. Sila di-googling, bentuknya jarum garpu gitu. Penanaman rambut selesai sekitar hampir 6 hari. Setelah itu, rambut dicuci, dipotong, dan diatur modelnya. Saya kurang tahu bahan rambutnya, apakah rambut asli atau artifisial. Oiya, rambut patung lilin rutin dikeramas biar tak bauk apak, persis rambut kitalah kudu rutin dikeramas. Tapi, kalok rambut patung lilin ketombean, kutuan, atau eksim kayaknya impossible.        
Pengerjaan kepala patung lilin seperti pewarnaan kulit, pembuatan freckles wrinkles, penanaman rambut, dll, memakan waktu total 5 minggu.

Pembuatan mata dan gigi
            Mata dibuat dari bahan resin akrilik. Every tiny detail is duplicated! Iris mata (bagian mata yang memiliki pigmen warna) dicat dengan cat gouache (baca: gwosh). Cat gouache berbeda dengan cat air biasa, semacam campuran antara cat air dan kapur. Teksturnya jauh lebih tebal daripada cat air. Pembuluh darah mata (di bagian putih mata) dibuat dari benang sutera halus. Pengerjaan sepasang mata butuh waktu sekitar setengah hari lebih. Sementara itu, gigi dibuat dari bahan dental akrilik. Pengerjaan gigi (dan pewarnaannya) butuh waktu sekitar satu hari lebih.   

jacko
Mirip!
  
Pemilihan wardrobe
Sebagian besar tokoh menyumbangkan pakaian pribadi mereka untuk dikenakan oleh patung lilin mereka sendiri. Kalok pakaian tak tersedia, tim Madame Tussauds akan riset mencari wardrobe yang betul-betul mirip dan otentik untuk dikenakan patung lilin. Jadi, pemilihan wardrobe pun harus hati-hati, yo. Wardrobe patung lilin tokoh A di Madame Tussauds Singapore dan di Madame Tussauds di negara lain, misalnya, bisa saja berbeda dari sisi bentuk, motif, dan warna.   
Sayangnya, patung lilin Jackie Chan tak adooo huhuhu. Awak hanya bisa melihat telapak tangannya saja. Why oh why? Kabarnya patung lilin Jackie Chan sedang dalam maintenance. Meanwhile, ada zona khusus didedikasikan untuk banyak bintang film Bollywood acha acha acha. Patung lilin bintang film India nan fenomenal Kuch Kuch Hota Hai, Shah Rukh Khan dan Kajol langsung tertangkap mata saya! Psssttt, jangan bilang-bilang, saya lupa berfoto sama Pak Lee Kuan Yew. Jalan-jalan ke Madame Tussauds Singapore, eh, malah lupa fotoan sama tokoh dari Singapura. Mudah-mudahan awak tak dikutuak jadi batu.   
  
Kajol
Tinggi hampir sama, tapiii tapiii ... ah, entahlah ....

Pfiuuuh … sekarang kebayang betapa luar biasanya pekerjaan tim Madame Tussauds! Terima kasih, Madame! Museum lilin yang dikau bangun jadi hiburan dan sumber ilmu pengetahuan. Anak-anak senang bergaya dan mencari tahu di balik cerita para tokoh di sana. Jasa-jasa para tokoh dunia sumber inspirasi mereka. Next pleeeease adain patung lilin Pak B. J. Habibie dan Jackie Chan, idola saya! “Jangan lupa, Ariana Grande jugak, Mi!” rikues Shafiyya. *halah halah halah anak siapa ini*

oscar
Selesai foto-foto, kita bisa beli oleh-oleh ini di tokonya

Semoga kelak Madame Tussauds hadir di Indonesia. Setuju? Btw, apakah Kawan CM pernah main ke Madame Tussauds? Kalok punya kesempatan main ke sana, kelen paling pengin jumpa patung lilin siapa dan kenapa? Share, yok! [] Haya Aliya Zaki 


Madame Tussauds Singapore

Lokasi: 40 Imbiah Rd, Imbiah Lookout, Singapura

Jam buka: pukul 10.00-19.30

 Harga tiket online (harga tiket dewasa dan anak-anak sama)

- Madame Tussauds + IOS LIVE + Boat Ride =
Rp202.150,00 per orang

- Madame Tussauds + IOS LIVE + Boat Ride + Marvel 4D =
Rp258.437,00 per orang 



          Sejak lama saya mengagumi karya-karya Aris Nugraha, Kawan CM. Beliau menjadi man behind the scene sejumlah sinetron jadoel sukses seperti Bajaj Bajuri, Kejar Kusnadi, dan Radio Repot. Senang kali rasanya waktu jumpa beliau pertama kali di acara temu ilustrator dan penulis di Hotel Papandayan, Bandung, tahun 2006. Aris Nugraha salah satu narsum di acara tersebut. Liputannya bisa kelen baca di postingan Kreativitas, Jangan Pernah Mati!, yo. Kalimat beliau di forum yang masih saya ingat sampai sekarang, “Jenderal Sudirman yang saat itu sakit TBC saja, tetap semangat berperang. Kelen yang sehat, masa malas-malasan menulis?” JEDEEERRR!
            Pada tahun 2015, karya Aris Nugraha kembali menggebrak dunia pertelevisian. Sinetron komedi Preman Pensiun yang tayang di RCTI setiap sore, begitu digandrungi. Sinetron yang menghadirkan warna warni kehidupan masyarakat Jawa Barat khususnya kaum preman di jalanan, pasar, dan terminal. Tokoh-tokohnya berkarakter kuat, sebutlah Kang Bahar (alm. Didi Petet), Kang Muslihat/Kang Mus (Epy Kusnandar), dan Bos Jamal (Ikang Sulung). Kebayang cemana riset karakternya. Alur ceritanya tampil apa adanya tak heboh dibuat-buat macam sinetron kekinian, namun amat sangat menggigit! Suami saya betah nian menonton sampai selesai komplet 120 episode beserta seluruh tayangan ulangnya di teve. :)))) 
Nah, fyi, tanggal 17 Januari 2019 lalu hadir film Preman Pensiun! Film yang disutradarai tak lain dan tak bukan dialah Aris Nugraha (sekaligus penulis skenario) ini merupakan kelanjutan dari sinetron Preman Pensiun. Tentu dengan sinematografi yang lebih keren. Yap, di film Preman Pensiun, para preman betul-betul sudah pensiun jadi preman. Kang Mus berdagang kicimpring, Dikdik (Andra Manihot) jualan jaket, Bohim (Kristiano Purwo) buka bisnis sablon, Kang Gobang (M. Jamasari) beternak ikan lele, Murad-Pipit (Deny Firdaus-Ica Naga) duo satpam pusat perbelanjaan, dll.

 



Alkisah sepeninggal Kang Bahar, Kang Mus memikul tanggung jawab sebagai pewaris Kang Bahar. Bukan perkara mudah. Berbagai masalah antara anak buah maupun mantan anak buah muncul di depan hidungnya dan semua butuh solusi.
Suatu ketika, terjadi peristiwa pengeroyokan di Pasar Baru. Kang Mus segera meminta Ujang (Fajar Hidayatullah), anak buahnya, untuk mencari tahu. Peristiwa pengeroyokan ini bukan pengeroyokan biasa. Korbannya adalah Dayat, adik ipar Kang Gobang. Masalah semakin runyam setelah Dayat akhirnya tewas. Kang Gobang gigih mengejar pembunuh Dayat. Semua mantan preman dikumpulkan. Eng ing eng ... penonton pun dibuat ternganga saat mengetahui siapa dalang di balik peristiwa pengeroyokan Dayat, Saudara-saudara!
 Pastinya pembunuhan bukan kasus sepele. Seumur-umur jadi preman, Kang Mus belum pernah membunuh orang! Kenapa pulak setelah Kang Bahar tiada, dia harus menghadapi kasus seperti ini? Kepalanya serasa remuk. Kang Mus terisak di hadapan Kinanti (Tya Arifin), anak bungsu Kang Bahar. Kata-kata Kang Bahar kembali terngiang di telinganya.
“Setiap pertanyaan harus terjawab di kamu. Setiap persoalan harus selesai di kamu.” – Kang Bahar
Apa pun yang terjadi, kasus pembunuhan Dayat harus tuntas, itu tekad Kang Mus, apalagi mereka semua akan memperingati 1000 hari wafatnya Kang Bahar. Pertanyaannya, mampukah dia?
Cerita film Preman Pensiun ditaburi bumbu menarik di sana sini. Problematika kisah cinta Eneng (Safira Maharani), anak tunggal Kang Mus. Tingkah Mang Uu yang selalu menjawab omongan kawannya dengan kalimat pendek berbahasa Inggris seperti, "Oh my God!", "Thank you.", "No problem.". Dan, ofkors, kelakuan lawak Murad-Pipit! Ketawa sakit perut setiap nonton adegan copot helm. Belum lagi nonton ekspresi Pipit pas ngeliatin lama muka pacar Eneng. LOL! 

murad-pipit
Satu paket :))))

Akting Epy Kusnandar sebagai Kang Mus is totally great! Akting bangun tidur, akting galak, akting menangis, semua natural. SEMPURNA! Yok, rame-rame kita belajar sama Kang Mus walaupun berbadan mungil, doi disegani oleh anak buah maupun mantan anak buah hihi.
Satu pesan moral paling berharga yang saya petik dari film Preman Pensiun, segelo-gelonya para preman di luar sana, di rumah mereka tetap hormat sama orangtua dan sayang istri.  
Kabarnya, film Preman Pensiun melibatkan preman sungguhan. Sayangnya, Bos Jamal dan Kang Komar (Mat Drajat), dua karakter menonjol dalam sinetron Preman Pensiun, urung muncul di film. Meski begitu, absennya dua pemain ini tak mengurangi greget cerita. Lucu, menegangkan, haru, semua jadi satu! Ih, beneran, tak nyangka awak kalok film Preman Pensiun bisa bikin mata berkaca-kaca! Entah siapa yang narok bawang merah di bioskoplah. Nama Aris Nugraha memang jaminan mutu. Kayaknya bakal ada sekuelnya ini. Asli penasaran! Sekadar info, rating film 13+. Dua adegan baku hantam sesama preman agak kurang nyaman ditonton anak kecik. 



         So, Kawan CM terutama penggemar sinetron Preman Pensiun, wajib nonton film Preman Pensiun di bioskop, film komedi tribute to alm. Didi Petet. Dengan menonton film ini, berarti kelen turut memberikan penghormatan kepada legenda dunia perfilman Indonesia, alm. Didi Petet.           
Cerita Melalak kasih apresiasi 4 dari 5 bintang. [] Haya Aliya Zaki  

“Tunggu di sini, ya! Ummi, Aba minta duit mau beli tiket!” kata suami begitu kami keluar dari Universal Studio Singapore (USS).  
“Beli tiket apa?” tanya saya heran. Saya melirik jam tangan. Tepat pukul 19.30 waktu Singapura. Seingat saya, setelah puas melalak di USS, kami tak ada agenda lain. Lha, ini suami mau beli tiket apaan?
Suami urung menjawab, dia langsung ngacir ke loket Sentosa Island setelah saya memberikan hepeng. Tak lama dia balik membawa selembar tiket yang ternyata adalah tiket pertunjukan Wings of Time (regular seat) untuk kami lima orang. “Surprais! Kelen tak bakal menyesal. Ini pertunjukan yang spektakuler!” lanjut suami. Duile.
Wings of Time merupakan pertunjukan dengan pemetaan proyeksi 3D, gabungan antara atraksi tarian air mancur, sinar laser, pijar lampu LED, fire effect, dan kembang api, di laut terbuka di Sentosa Island selama sekitar 30 menit. Bukan sekadar itu, semua atraksi tampil harmoni dalam komposisi musik yang luar biasa.
Sebelum Wings of Time, dulu ada yang namanya Songs of the Sea. Nah, suami nonton yang Songs of the Sea waktu dinas bareng kawan-kawan kantornya di Singapura. Sejak tahun 2014, Songs of the Sea berganti nama menjadi Wings of Time. Apa perbedaan Wings of Time dengan Songs of the Sea? Kabarnya, pertunjukannya mirip, cuma teknologi Wings of Time lebih canggih.    
Back to the show. Kami pun bergegas jalan kaki menuju lokasi pertunjukan. Tempat duduk di sana berupa bangku kayu panjang (regular seat) dan kursi plastik (premium seat) disusun bertingkat-tingkat seperti tempat duduk di bioskop. Premium seat tempatnya di atas di tengah-tengah dan mendapatkan best view. Semua penonton menghadap ke laut. Kami datang saat pertunjukan siap dimulai. Penonton lumayan penuh alamak. Kami tak kebagian tempat duduk yang strategis (di bawah di pinggir kiri). So, awak kasih tahu salah satu tip menonton enak pertunjukan Wings of Time, datanglah sekitar setengah jam sebelum pertunjukan dimulai. Cari tempat duduk strategis di tengah-tengah dekat premium seat.
Wings of Time sendiri berkisah tentang petualangan Shahbaz, semacam hewan burung yang terdapat di dalam mitos, bersama kawan-kawan manusianya yang bernama Rachel dan Felix. Shahbaz mengajak kita menjelajah menembus misteri waktu kembali ke masa lampau. Setting berubah-ubah, ada yang di Mesir, Afrika, dll. Nah, udah ada gambaran kenapa nama pertunjukannya Wings of Time, kan? Saya kurang paham persis runtut jalan kisahnya, tapi intinya kisah Shahbaz dkk membawa pesan moral keberanian dan persahabatan. Cocok ditonton oleh seluruh keluarga. 



Wings of Time


Satu pertunjukan dibagi beberapa episode. Masing-masing episode berbeda-beda atraksinya, ada yang tarian air mancur dan sinar laser aja, ada yang pijar lampu LED dan sinar laser aja, dst. Lagu populer dari berbagai negara dinyanyikan dan … saya cuma mengenali lagu India hahahahaha! Kelen pasti sependapat kalok lagu-lagu India khas sangat. Bawaannya pengin joget. LOL.
Episode pamungkas Wings of Time yang paling ajib, semua atraksi dari tarian air mancur, sinar laser, pijar lampu LED, fire effect, sampai gegap gempita kembang api di udara, berpadu indah! Futuristik! Langit malam pun berubah jadi terang benderang. 
Saya paling suka nengok air mancurnya yang bisa meliuk-liuk manjah tralalah itu. Penonton terpaku, setelahnya kami semua bertepuk tangan dengan semangat. Wings of Time berbeda nian dengan atraksi biasa yang cuma memadukan tarian air mancur dan sinar laser.

Pengin rasanya kamera saya menangkap semua momen, tapi nanti saya jadi kurang menikmati hehe. Dilalah saat episode terakhir yang ada kembang api, kamera malah macet. Ya sutralah akhirnya duduk menikmati aja. Benar kata suami, Wings of Time memang pertunjukan yang spektakuler. Cukup worth it merogoh kocek membeli tiketnya dan menghabiskan waktu menonton saat liburan di Singapura bulan Agustus 2018 lalu. Semoga sikit foto-foto dan video saya di postingan ini bisa membuat klen berimajinasi yang sama, yo.
Kalok Kawan CM main ke Singapura, jangan lewatkan menonton Wings of Time. Anak-anak dijamin suka dan ternganga-nganga! Hanya, awak kasih tahu satu tip lagi, sebaiknya klen membeli online ticket karena harganya lebih muraaah. Anak-anak di bawah usia 3 tahun tak usah bayar. Usahakan tak terlambat datang ke lokasi. Pertunjukan selalu mulai on time.    
Kawan CM ada yang sudah pernah menonton Wings of Time (versi baru) atau Songs of the Sea (versi lama)? Jika dibandingkan, lebih bagus yang mana? Adakah tip lain yang bisa kelen share saat menonton Wings of Time? Yok, tulis di sini, yok! [] Haya Aliya Zaki   

Wings of Time

Pertunjukan setiap hari (malam hari)

Harga online ticket Traveloka
- reguler seat
Pukul 19.40:  Rp186.071,00/orang
Pukul 20.40: Rp154.302,00/orang 
- premium seat Rp214.478/orang

 Harga tiket on the spot
- reguler seat 18 SG (Rp190 ribu) /orang
- premium seat 23 SGD (243 ribu) /orang

PS. harga tiket sama berlaku untuk usia 3-65 tahun