Bulan Januari 2019 lalu kami sekeluarga borongan melalak mengunjungi empat negara, yakni Perancis, Swiss, Belanda, dan Hong Kong, selama total dua minggu. Too bad perjalanan diawali dengan ... kecopetan di Paris! Lima orang pria berbadan tegap berkulit gelap mengelilingi suami dan serta merta mencabut dompet di saku belakang celana. Copet atau jambret atau semi rampok *halah* ya bisa dibilang begitulah. Hampir sepuluh bulan berlalu, rasa takut masih menyelinap. Sepertinya saya belum sanggup bercerita panjang lebar tentang insidennya di blog. *glek* Untung kami semua masih dilindungi Allah Swt.   
Soal Belanda, kami memang cuma tiga hari di sana, tapi yang tiga hari itu nyata-nyata berkesan bagi kami. Kami menclok di Terminal Amsterdam Sloterdijk setelah melakukan perjalanan sekitar delapan jam dari Zurich Swiss dengan menaiki FlixBus. Setelah itu, kami nyambung naik kereta menuju Amsterdam Centraal Station sekitar sepuluh menit. Berikut 5 hal yang saya suka dari Amsterdam.

amsterdam
Ini ceritanya main ke alun-alunnya Amsterdam hiyaaa

1. salam hangat dari Amsterdam

            Kesan pertama, Amsterdam kota yang bersahabat. Keluar dari Amsterdam Centraal Station, seorang polisi bertanya ramah kami akan ke mana, lalu beliau menunjukkan arah. Jalan beberapa langkah, seorang lelaki tua jugak bertanya ramah kami akan ke mana. Guess what, beliau antusias sangat mengantarkan kami sampai ke lobi hotel! Tanpa diminta, beliau memberikan kata pengantar kepada resepsionis bahwa kami turis dari Indonesia yang hendak menginap di situ. Thank you, Sir! 
Fyi, waktu tempuh dari stasiun ke hotel itu sekitar sepuluh menit jalan kaki. Jarang-jarang ada yang mau menghabiskan waktunya sekian menit untuk menolong orang yang belum dikenal. Hari gini orang-orang udah pada sibuk sama urusannya masing-masing. Saking terkesimanya, saya sampai lupa menanyakan nama lelaki tua baik hati itu. *tepok jidat jenong* 
            Keesokan paginya, saya berpapasan dengan pasangan yang sedang berolahraga. Mereka tersenyum menyapa. Wajah si suami bule, tapi wajah si istri familiar. Ahaaaiii … patutlah. Ternyata si istri orang Indonesia yang tinggal di Belanda mengikut suaminya. Kami bercakap-cakap. Mereka memberi tahu tempat berbelanja tempe dan sayuran ala Indonesia ha-ha. Sederhana, tapi bahagia boleh bercakap sekejap dengan mereka!             
           

2. insya Allah aman

            Malvin, resepsionis hotel tempat kami menginap, sosok yang simpatik. Saya curhat tentang kasus kami kecopetan di Paris. Malvin mendengarkan dengan saksama. Dia berkata, Amsterdam termasuk aman. Jadi saya jangan over worry. Nanti kurang menghayati liburan. Tingkat kriminalitas di Belanda tak pala tinggi. Beberapa penjara bahkan ditutup karena kosong! Berdasarkan survei, Belanda dikategorikan negara aman bersama dengan Norwegia, Kanada, dan Finlandia. Meski begitu, Malvin menyarankan supaya saya dan keluarga tetap waspada.  

3. bebas polusi-si-si-si!

            Amsterdam salah satu kota yang udaranya paling segar di dunia. Bebas polusi! Dari sekitar 700 ribuan penduduknya, 600 ribuan beraktivitas dengan sepeda. Pengendara mobil dan motor bisa dihitung dengan jari bantet saya ini. 
            Trotoar di Amsterdam punya dua jalur, yang satu khusus untuk pesepeda dan yang satu lagi khusus untuk pejalan kaki. Trotoarnya lebar dan kinclong. Suka kali awak nengoknya. Tiba-tiba kucedi teringat trotoar di jalanan komplek rumah yang ceuprit tercirit mirit. Setiap jalan kaki bawaannya parno disenggol mobil atau motor. 

amstedam-motorcycle


amsterdam
Epik!

Laki-laki perempuan, tua muda, berduyun-duyun mengayuh sepeda di Amsterdam. No gengsi gengsi club. Waktu itu saya sempat melihat perempuan cantik berbaju modis bersepatu bot heels melenggang santai sambil menggiring sepedanya. Pemandangan langka! Biasanya, kan, naik mobil mewah atau minimal taksilah. Bolehkah daku melamar jadi mak comblangmu, Nona. *eh* Tapi, tiga hari di sini kadang saya lupa. Jalan kaki masih aja di sebelah kiri, seharusnya di sebelah kanan. Alhasil dikring-kring sepeda melulu he-he. 

4. Sistem transportasinya keren

Selain sepeda, sistem transportasi yang mencolok di Amsterdam adalah trem putih biru. Di mana-mana trem di mana-mana trem. Kami tak perlu memantau peta karena semua rute dan waktu tercantum jelas di papan informasi stasiun. Sistem transportasi di Belanda termasuk yang terbaik di dunia. Semua moda transportasi terintegrasi dan tepat waktu!   
Sebagai penganten lama, saya dan suami pengin jugaklah sekali-sekali kencan berdua. Malam hari, kami berangkat dari Centrum ke Hard Rock Café Amsterdam naik trem. Harga tiket per orang perjalanan PP jarak dekat sekitar Rp100 ribu. Di depan pintu masuk trem ada mbak-mbak operator yang gagah. Tremnya bersih dan rapi. Bikin betah. Kalok Kawan CM banyak melakukan perjalanan di Belanda, lebih baik membeli OV chipkaart. Harganya jauh lebih hemat daripada tiket reguler.    

5. sungainya juara!    

            Amsterdam terkenal dengan julukan Venice of the North karena sungai yang mengelilinginya, bahkan ada penduduk yang tinggal di dalam kapal segala. Btw, Belanda punya banyak sungai, tapi kenapa pulak tak pernah banjir taiye? 
            Berdasarkan literatur yang saya baca, Belanda amat serius menghadapi ancaman banjir. Kabarnya, mereka memiliki dewan khusus yang bertanggung jawab terhadap persoalan ini. Pak Ahok pernah datang ke Belanda untuk riset dan belajar cara menanggulangi banjir. Mungkin cara Belanda perlu ditiru Jakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia yang langganan banjir. Kelak sungai bukan sumber masalah malah jadi potensi wisata seperti yang kami rasakan di Amsterdam. Happy–nya jalan-jalan menyusuri sungai Amsterdam selama satu jam dengan kapal orange! 
Satu kapal muat kira-kira lima puluh penumpang. Anak-anak penasaran mencoba headset yang tersedia di dekat meja. Kami duduk di depan pasangan kakek nenek. Suami bercanda ke saya, “Ini kita sekeluarga besar oma opa cucu-cucu lagi jalan-jalan, ya.” Hush, penginnya punya mertua bule apa dia.
Kapal melewati gedung-gedung, rumah-rumah penduduk, dan pastinya parkiran sepeda yang epik! Pemandangannya damai nian. Sepanjang perjalanan, pengemudi kapal bercerita tentang tempat-tempat yang kami lewati tadi melalui speaker. Saya sempat merekam perjalanan kami di dalam canal cruise. 


   Ayok ke Amsterdam!
            Yok, masukkan negara Amsterdam ke bucket list kelen. Lupakan masa lalu nan pahit sebelum kita merdeka ituuuh. Belanda negara kecik, tapi layak dijadikan role model dari berbagai sisi. Kawan CM pernah ke Amsterdam? Komenlah cerita kelen selama di sana. Mariii. [] Haya Aliya Zaki



       Jepang mungkin jadi salah satu bucket list bagi para traveller di seluruh dunia. Siapa yang tak jatuh cinta dengan negeri yang satu ini? Banyak kesan positif para traveller setelah balik dari Jepang. Ya keunikan budayanya, ya kecanggihan teknologinya, ya gaya hidup penduduknya, dst, dst, dst, semua awesome. Jepang termasuk negeri yang peradabannya maju, tapi penduduknya tetap kembali ke akar.   
Waktu ke Jepang awal tahun 2018 lalu, suami penginnya kami sekeluarga ke Kota Sapporo di Hokkaido supaya bisa menikmati butiran salju di sela jari-jemari. *tsaaah* Okelah, maka tugas saya untuk mencari tahu destinasi wisata apa di Sapporo yang bisa dikunjungi anak-anak. Setelah membaca berbagai info, kami memilih Mount Moiwa dan Asahiyama Zoo!

Mount Moiwa

            Kali ini saya akan cerita tentang Mount Moiwa. Mount Moiwa terletak di tengah-tengah Kota Sapporo dengan tinggi sekitar 500 meter. Menurut literatur yang saya baca, Mount Moiwa termasuk gunung keramat bagi suku Ainu. Suku Ainu diyakini sebagai penduduk asli Jepang. Maskot Mount Moiwa berupa hewan tupai bernama Morris.  
            Kata orang-orang, pemandangan terbaik di Mount Moiwa itu saat malam hari. Catet! Mari kita jajaaaal. Jarak dari apartemen kami dengan Mount Moiwa Ropeway ternyata cukup dekat. Sekitar beberapa menit naik taksi.
Nah, Kawan CM tak usah capek-capek mendaki, apalagi saya yang turis pemalas. Sila ke gedung Mount Moiwa Ropeway yang saya sebutkan tadi. Saya menukarkan tiket online terlebih dahulu dengan tiket fisik. Terus, kami ke lantai empat. Lantai empat ini merupakan kaki Mount Moiwa. Pukul 18.20, kami berangkat menuju Mount Moiwa dengan cable car. Trip pertama, kami naik cable car besar berwarna hitam, lalu lanjut trip kedua naik cable car kecil berwarna hijau. Anak-anak kesenangan sekaligus ngeri-ngeri sedap waktu cable car meluncur naik dan turun pegunungan. Jangan khawatir, tak ada goncangan berarti di dalamnya. Kereta Jepang gitu looo yeyeyeyeye. One thing for sure, pada malam hari, pemandangan Mount Moiwa dari balik dinding cable car yang transparan tampak begitu memukau! Masya Allah. Kamera pun seolah tak mampu mengabadikan keindahan pemandangan ini.    

mount-moiwa-ropeway
Here we are!

tiket-mount-moiwa
Tiket ke Mount Moiwa


cable-car
Cable car besar

cable-car
Cabel car kecil


Ada apa di Mount Moiwa?

            Kita bisa melihat cantiknya kerlap kerlip lampu Kota Sapporo melalui puncak Mount Moiwa. Udaranya bersih dan ... dingin! Di puncak ada restoran dan semacam observatorium. Orang-orang antre berfoto di Fortune Bell, lalu ramai-ramai memasang Love Padlock bertuliskan huruf kanji. So romantic! Katanya, pasangan yang membunyikan Fortune Bell tiga kali dan menuliskan namanya di Love Padlock, cintanya bakal langgeng. Ah entahlah, soal cinta, kami masih terus berusaha dan biar takdir Allah yang tentukan. Kami tak ikut-ikutan membunyikan Fortune Bell (hanya berfoto di bawahnya) maupun memasang Love Padlock.    


fortune-bell
Fortune Bell yang bercahaya


love-padlove-moiwa
Love Padlock

Cantiknya Kota Sapporo dari puncak Mount Moiwa

Belanja oleh-oleh souvenir di Mount Moiwa Ropeway

Morris, maskot Mount Moiwa yang lucu!


Cathay Pasific
            Cathay Pasific adalah maskapai andalan kami saat keluar negeri, termasuk ke Jepang waktu itu. Pramugari dan pramugaranya ramah-ramah. Sebagian bisa berbahasa Melayu. Makanannya enak-enak. Ada main course (nasi, spageti, dll), puding, buah, dan es krim. Segala minuman ada, pengin jus, susu, kopi, teh, dll tinggal sebut. Mereka menyediakan menu halal dan nonhalal. Hanya, menu main course-nya sering kurang cocok di lidah Indonesia saya. Favorit kami tentulah es krim cokelat Haagen-Dazs! Biasanya Sulthan minta bonus satu cup dan pramugarinya memperbolehkan dengan senang hati.
Kami pernah mengalami insiden kurang mengenakkan, yakni ketinggalan koper di Hong Kong. Mungkin para traveler mengalaminya jugak. Alamak waswas rasanyo! Takut pulak awak kolor merek Victoria Secret yang dibeli di Pajak Tembung digondol maling yekan. LOL. Tapiii, pihak Cathay Pasific sangat bertanggung jawab. Mereka meminta maaf dan meyakinkan kami kalok koper kami beserta isinya akan terjaga baik. Benar, keesokan paginya, koper kami sudah tiba di rumah dengan sehat selamat. Staf Cathay Pasific yang mengantarkannya. Koper dalam keadaan rapi terkunci. Isinya komplet tak ada satu pun barang yang hilang alhamdulillah. Kolor Victoria Secret? Aman terkendali! :))


Tiket pesawat Cathay Pasific bisa dibooking melalui Pegipegi kapan saja dan di mana saja. Pegipegi adalah perusahaan yang melayani booking hotel, tiket pesawat, dan tiket kereta api melalui web situs. Tersedia pula aplikasi gratis di Android dan iOS. Perusahaan yang berbasis di Jakarta ini terhubung langsung ke lebih dari 7.000 hotel di Indonesia, lebih dari 20.000 rute penerbangan, dan 1.600 rute perjalanan kereta api. Pegipegi fokus mengelola kebutuhan liburan dan business trip menjadi fun travelling partner. Pilihan harga, bintang hotel, lokasi, fasilitas, dll semua ada. Berbagai penawaran menarik akan kita dapat kalau menjadi member.
Kembali ke topik Mount Moiwa. Kalok Kawan CM melalak ke Sapporo, ayok sekalian ke Mount Moiwa! Perjalanan naik turun pegunungan dengan cable car pasti menyenangkan buat anak-anak. Penampakan Kota Sapporo yang cantik dari puncak Mount Moiwa tak bisa dilewatkan begitu saja. Perjalanan ini persis seperti perjalanan ke Mount Titlis di Swiss. Jangan lupa membeli oleh-oleh souvenir Morris yang lucu-lucu di Mount Moiwa Ropeway. [] Haya Aliya Zaki  

Mount Moiwa Ropeway

Lokasi: 5 Chome-3-7 Fushimi, Chuo Ward, Sapporo, Hokkaido 064-0942, Jepang

Buka: pukul 10.30-22.00 setiap hari

Tiket: dewasa 1700 yen (Rp227 ribu) 
          anak-anak 6-12 tahun 850 yen (Rp113 ribu)




Kawan CM penyuka tantangan? Jangan lewatkan kesempatan menaklukkan Gunung Batur di Bali! Tempat wisata di Pulau Dewata ini dikenal sebagai salah satu gunung favorit para pendaki. 


Indahnya pesona Gunung Batur

Selain menawarkan keindahan alam, Gunung Batur jugak tercatat sebagai Geopark, taman bumi yang diakui oleh UNESCO. Label tersebut membuat nama Gunung Batur semakin terkenal. Tak jarang wisatawan asing yang berlibur di Bali menyempatkan diri mendaki gunung yang dijuluki ibu Gunung Agung ini. Nah, supaya acara pendakian berjalan lancar, pastikan kelen menggunakan tas carrier yang tepat, yo. Tas carrier merupakan tas yang didesain khusus untuk membawa beban yang berat dan banyak. Tas carrier hadir dengan variasi ukuran bersatuan liter. Berikut tas carrier yang direkomendasikan.

1. Consina Taiga

Consina Taiga sudah tak diragukan lagi kualitasnya. Strap sternum tasnya kokoh. Pundak tak akan cepat merasa lelah dan berkeringat berkat teknologi air circulation back system. Tas Consina Taiga memiliki kapasitas 30–35 liter. Cukup besar, kan?

2. Avtech Bogaboo

Kawan CM pengin mendaki dengan penampilan keren? Pilih tas merek Avtech Bogaboo! Produsen peralatan outdoor ini menawarkan tas punggung dengan desain trendi tanpa mengurangi kesan gagah.
Avtech Bogaboo dilengkapi kompartemen yang luas. Kelen bisa membawa banyak barang yang dibutuhkan selama mendaki. Asyiknya lagi, tas ini menggunakan zippered side entry dan adjustable strap sehingga memudahkan untuk mengakses barang yang dirasa penting.
Avtech Bogaboo selesa ketika dipanggul. Sistem sirkulasi udara yang baik dan jaring polyster mampu menahan punggung. Kelen tak akan mudah merasa lelah meski energi telah terkuras.

3. Eiger Vertical Series Tour 70 L

Eiger Vertical Series Tour 70 L menawarkan tas punggung dengan desain minimalis, futuristik, dan stabil. Tas dibuat dari bahan cordura yang dilengkapi removable waist pocket sehingga lebih praktis untuk menyimpan peralatan kecil yang sering digunakan.
Tas berkapasitas 70 liter ini menggunakan waist strap dengan sistem extra padded yang memberikan kenyamanan pada pinggang. Eiger Vertical Series Tour menggunakan teknologi adjustability backsystem yang memungkinkan pengguna melakukan penyesuaian tas pada bagian bahu, pinggang, dan torso.

4. Jayagiri Amazon 24 45 L

Jayagiri Amazon merupakan salah satu tas yang cukup banyak dipilih pendaki. Tas ini memiliki desain yang sederhana, tapi modern. Mendaki terasa lebih ringan berkat adanya backsystem jaring dan frame ganda dengan lempeng besi.

5. Zebra Vertical Series Tour 70 L

Meski tak sepopuler merek lainnya, Zebra Vertical Series Tour dapat dijadikan pilihan bagi Kawan CM yang menginginkan kompartemen luas dengan harga terjangkau. Tas ini enak dikenakan karena bantalan busa pada pundak dan punggung sangat tebal. Kelen dapat menyesuaikan ukuran torso secara leluasa dengan fitur adjusment  sehingga bagian pundak dan pinggang tak mudah merasa lelah.

Tas carrier adalah peralatan wajib bagi pendaki. Jadi, jangan sampai salah pilih. Beberapa rekomendasi di atas mudah-mudahan bisa membantu kelen untuk memilih tas yang tepat. Sebelum mendaki, pastikan untuk menyewa kamar hotel di Bali melalui aplikasi Airy Rooms agar nanti dapat melepas lelah setelah mendaki. Nikmati berbagai fasilitas menarik dengan harga bersahabat. Kelen akan mendapatkan kamar yang bersih dan menyenangkan dilengkapi teve layar datar, AC, shower air hangat, toiletries, air minum, wifi gratis hanya dengan berbekal ponsel!
Kawan CM sudah siap untuk mengunjungi tempat wisata di Bali? Jangan bingung, yok pakai saja aplikasi Airy Rooms! Temukan ratusan hotel murah di Bali hanya dengan ujung jarimu! Mareee liburan! []

         Kawan CM pencinta film Indonesia kelen pada tahu kan aktris senior nan cantik jelita bernama Widyawati? Biasanya beliau berakting jadi perempuan lembut dan kalem. Pokoknya perempuan yang paling sabar di dunialah ha-ha-ha. Nah, kali ini beda! Kali ini Widyawati kebagian peran sebagai Lastri, nenek-nenek lincah dan rada banyak tingkah di film Mahasiswi Baru (MNCP Movie)! 

 
            Siapa yang jadi mahasiswi baru? Ya ... Lastri! Entah dapat wangsit dari mana, Lasti mendaftar sebagai mahasiswi baru di Universitas Cyber Indonesia. Di kampus, Lastri minta dipanggil Lastri thok, bukan Ibu atau Oma. Duh, masa orangtua dipanggil nama, ya? Kan tak sopan. Tapi, itulah kemauan Lastri. Senangnya, Lastri dan kawan-kawan sekelasnya bikin geng yang kompak. Mereka adalah Danny (Morgan Oey) yang alay, Erfan (Umay Shahab) yang temperamen, Sarah (Mikha Tambayong) yang banyak akal, dan Reva (Sonia Alyssa) yang hobi tidur.
Polah Lastri si mahasiswi baru sering bikin bingung orang sekampus. Di kelas kerjaannya bolak-balik nanya. Orang-orang pada pakai laptop, Lastri malah bawa mesin tik jadul hi-hi. Lastri terlibat tawuran, padahal dia cuma berusaha membela kawan satu gengnya. Pak Dekan (Slamet Rahardjo) gondok kali sama Lastri. Beliau memberi ultimatum, jika semester ini nilai Lastri jelek, Lastri akan dikeluarkan dari kampus! Bukan cuma itu. Hubungan Lastri dengan Anna (Karina Suwandhi), putri semata wayang Lastri, jugak retak. Lama-lama Anna merasa dunianya kebalik. Lastri jadi anak, sementara dia yang jadi ibunya Lastri. 


Daaan, musibah betul-betul datang di akhir semester. Nilai-nilai Lastri anjlok! Sarah menyiapkan akal bulus. Lastri dibujuk untuk mendekati Pak Dekan. Tujuannya supaya Lastri tak dipecat sebagai mahasiswi. Akal bulus Sarah tokcer. Siapa sangka, Pak Dekan yang awalnya gondok, tahu-tahu jatuh cinta ke Lastri.
Film Mahasiswi Baru jelas bergenre komedi. Meski begitu, ada kisah haru terselip di sini. Dari obrolan Lastri dan Pak Dekan, terkuak sebab Lastri nekad jadi mahasiswi. Konflik di film Mahasiswi Baru beranak pinak. Selain konflik Lastri, ada jugak konflik hubungan Sarah dengan ayahnya yang mirip Tom dan Jerry. Terus, terus, konflik Erfan dengan Reva. Erfan mencoba mengungkap siapa sebenarnya Reva, gadis misterius yang hobi tidur. Btw, saya pernah jumpa Umay di Konferensi Penulis Cilik Indonesia (KPCI) beberapa tahun lalu. Doi masih imut-imut. Time flies! Sekarang doi sudah remajaaa dan aktingnya lumayan kece, lo.    



Satu pesan moral yang saya junjung tinggi-tinggi dari film “Mahasiswi Baru”, pendidikan tak memandang usia. Siapa saja boleh menuntut ilmu sekalipun nenek-nenek berusia 70 tahun seperti Lastri. Film “Mahasiswi Baru” bermuatan edukasi tanpa menggurui. Siap-siap sakit perut melihat aksi gokil Lastri diopspek, lompat pagar rumah, kabur melalui jendela kelas, dll. :))   
Apa sebetulnya alasan Lastri nekad kuliah? Cemana kelanjutan kisah asmaranya dengan Pak Dekan? Apakah Lastri mampu memperbaiki nilai-nilainya dan lulus? Film Mahasiswi Baru tayang di bioskop tanggal 8 Agustus 2019. Saya yakin, film besutan sutradara Monty Tiwa ini mampu meraih banyak penonton. Nama Monty Tiwa sudah jadi jaminan mutu untuk film-film komedi. Pun, jangan ragukan akting Widyawati di film komedi. Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, kali ini, image perempuan lembut dan kalem sukses lepas dari diri seorang Widyawati.
Cerita Melalak kasih apresiasi 4 dari 5 bintang. Kalok mau baca review film lainnya, sila follow Instagram mari_nonton. [] Haya Aliya Zaki  

            Kawasan Bintaro memang lumayan dekat dengan rumah kami, Kawan CM. Kalau weekend, saya dan keluarga main-main ke Bintaro, entah itu raun-raun, makan-makan, atau nonton. Nah, tempo hari saya mendengar ada tempat nongkrong baru di Bintaro, namanya Chill Bill Coffee & Platters. Penasaran, apalagi suami fans berat minuman kopi. Cuuusss kami meluncur ke sana!
            Sebenarnya Chill Bill Coffee & Platters ini tak baru-baru kali. Mereka buka bulan Desember tahun 2018 lalu. Kata chill dan bill ternyata memiliki arti. Chill itu tenang, sementara Bill adalah nama anak pemilik kafe. Kafe ini cocok nian disambangi oleh kelen pencinta kopi dan makanan nusantara. Bagi penyuka makanan western, jangan khawatir. Di sini jugak ada macam-macam menu pasta dan kue-kue yang menggugah selera. Oiya, soal kopi tadi, kelen bisa pesan kopi Gayo, kopi Aceh, kopi Kintamani, dll. Nanti dibikinkan. Libas!
            Lokasi Chill Bill Coffee Platters agak berondok sikit (bukan di pinggir jalan raya), tapi suasananya asyik. Bangunan terdiri atas tiga lantai. Lantai paling atas smooking room dan musala. Kami makan-makan di lantai dua. Lebih santai. Semua ruangan indoor full AC, yo. Jadi ora usah kipas-kipas sate kelen di dalam. Masing-masing ruangan tak pala luas, cukuplah. Anak medsos bisa sekalian berkarya di sini. Spot lucu available buat foto-foto dan upload ke Instagram. 
 
kafe bintaro
Chill Bill Coffee & Platters di Bintaro




 
Duduk-duduk di lantai 1

Lantai 2
Smoking room lantai 3

Musala


Berhubung kami datang pada waktu Indonesia bagian perut melilit (jam makan siang), kami pun gercep memesan makanan. Sekali-sekali awak perei (libur) masak tak apa-apalah, ya. Terus, pengin tahu tak kami pesan apa aja? Suami lagi malas makan nasi. Jadi dia memesan pisang goreng. Demikian pulak Shafiyya dan Sulthan. Mereka memesan mix chicken platter dan mix beef platter. Saya dan Faruq memesan main course nasi ayam merah dan nasi ayam bakar jawa. Fyi, semua makanan di sini homemade, bumbunya asli bukan bumbu instan kaleng-kaleng. Minumannya, saya es kopi guillermo, suami es kopi susu chill bro, anak-anak blueberry juice. Mari kita bahas satu per satu menunya. 

Omaknya tak dikasiiih

Udah awak lirik pun, suami elok ngabisi

Nasi omaknya jugak disikat

Es kopi guillermo | Rp 25K

            Es kopi guillermo minuman perpaduan lime dengan espresso ditambah sirop dan es. Kopi ini jadi menu andalan di Chill Bill Coffee & Platters. Rasanya unik, ada kecut-kecutnya, ada kopinya jugak. Pengalaman pertama minum kopi kayak gini. Saya pencinta minuman asam, so far kloplah. Kalok diminum siang-siang, es kopi guillermo rasanya segar nian.   


Es kopi guillermo

Es kopi susu chill bro| Rp 18K

            He-he nama menunya lucu, ya? Chill bro menu minuman buat kelen yang suka kopi dengan susu (dominan kopinya). Chill sist es kopinya dengan susu creamy. Chill out cokelat dan kopi susu. Chill dude hazelnut dan kopi susu. Banyak pilihannya. Harga sama. Suami pilih chill bro dan suka.   

Blueberry juice | Rp 18K

            Anak-anak belum bisa minum kopi, jadinya mereka memesan blueberry juice. Hanya, menurut saya, rasa jusnya kurang manis. Biasanya anak-anak malah lebih suka manis daripada orang dewasa kan.

Pisang goreng | Rp 13K

            Eits, ini bukan pisang goreng yang umum. Pisangnya pisang tanduk pilihan yang digoreng menggunakan tepung dan susu cair. Penyajiannya seru. Pisang goreng ditusuk seperti sate dan disiram susu cokelat. Rasanya yummy! Saya kebagian icip sikit. Suami ngabisin sendirian, istrinya tak dibagi hiks.

Mix beef platter dan mix chicken platter | @ Rp 30K

Mix beef platter kombinasi dari bitter ballen, smoked beef, dan kentang goreng. Kalok mix chicken platter kombinasi dari bitter ballen, smoked chicken, dan kentang goreng. Jadi, beda di dagingnya aja. Jangan tanya saya cemana rasanya karena silap sikit mata, makanan ini sudah kandas sama anak-anak. Saya tak kebagian satu gigit pun!

Mix beef platter

Mix chicken platter

Nasi ayam merah | Rp 35K

            Entah kenapa kalok ada menu nasi ayam merah di resto, saya pasti pesan. Air liur langsung terbit membayangkan bumbu ayam merahnya. Di Chill Bill Coffee & Platters, ayam merahnya berbumbu cabe dan rempah Asia. Rasa gurih manisnya seimbang. Level pedas sedang. Kawan CM yang hobi makan makanan pedas, bolehlah tambahkan sambal agak banyak. 

Nasi ayam merah

Nasi ayam bakar jawa | Rp 35K

            Ayam bakar jawa itu ayamnya berbumbu kemiri, tomat, dan rempah-rempah lainnya. Level pedasnya jugak sedang. Saya lebih suka ayam merah daripada ayam bakar jawa. Dua-duanya enak, tapi bumbunya lebih suka yang ayam merah. 

Nasi ayam bakar jawa

            Selain di Bintaro, Chill Bill Coffee & Platters jugak hadir di Surabaya. Menunya sama. Bedanya yang di Surabaya, lantai atasnya itu studio foto. Kawan CM butuh tempat untuk bikin event? Kafe di Bintaro ini bisa di-booking lo untuk event workshop, gathering, dan meeting. GRATIS! Kita cuma bayar makanannya aja. Tak ada jumlah minimal peserta. Mau bikin event lamaran, baby shower, arisan, dll bisaaa. Tinggal kontak pemiliknya.
Ke depannya, Chill Bill Coffee & Platters bakal menambah list menu makanan dan minuman mereka yang pastinya enak! Kawan CM yang tinggal di seputaran Bintaro, sila singgah ke sini. Ajak keluarga dan kawan-kawan. Kapan lagi bisa makan enak dengan harga terjangkau sekalian foto-foto yang instagramable ya, khan? Ribak sude (habisi semua)! [] Haya Aliya Zaki


Chill Bill Coffee & Platters

Lokasi: Ruko Emerald Boulevard AA2 No. 52 Bintaro 9 Jombang Raya, Parigi, Pondok Aren, Tangerang Selatan

Buka: pukul 08.00-22.00 wib setiap hari

IG: @chillbill_cafe

Facebook: Chill Bill Cafe Bintaro