The more you give, the more good things come to you. – anonymous 

            Dua tahun terakhir, saya berusaha untuk lebih menikmati hidup, Kawan CM. Maksudnya, woles kalok hasil belum sesuai harapan, tak terburu-buru mengejar sesuatu, dan ... sesekali traveling!
Yap, duluuu saya termasuk irit (atau pelit haha!) menggunakan uang untuk traveling, padahal sebaliknya, suami senang. Ternyata, setelah merasakan manfaat traveling, saya jadi ketagihan. Seru jumpa kawan baru, dapat wawasan anyar, badan dan pikiran jadi lebih fresh, dan pastinya ada oleh-oleh cerita untuk ditulis di blog. Intinya, hidup harus seimbang.     
Bukannya pulang traveling malah tambah stres, Omak? Kan, kantong jadi bocor sebocor-bocornya?
Alamak, kalok traveling, pakailah bujet traveling. Jangan sampai mengganggu cash flow sehari-hari. Bikin tabungan khusus. Tak bisa jugak? Jalan-jalan ke taman atau ke museum sama anak-anak pun udah bikin hati girang, kok. 

Traveling untuk bonding keluarga

Saya baru tahu ada ongkos becak setengah juta perak waktu traveling ke Jepang *LOL*

Lalu, kian ke sini saya kian merasa, hidup perlu lebih banyak memberi supaya kita bisa lebih banyak menerima. Bukan, bukan harus menerima balik dalam bentuk materi, yo, melainkan kepuasan batin. Saya, Lidya Fitrian, dan Dewi Sulistiawaty mendirikan Dear Blogger Net (DBN), komunitas blogger yang salah satu misi dan visinya adalah sosial. Kami pernah membuat workshop gratis, membantu mensosialisasikan ITACO sekolah untuk anak-anak tak mampu, dan menggalang dana korban gempa Lombok. Memang DBN belum banyak berkontribusi, pelan-pelan insya Allah, yang penting niatnya elok. 
Selain batin yang penuh, tentu raga pulak perlu dijaga. Hidup seimbang internal dan eksternal. Saya hampir berusia 42, punya anak remaja, dan bercucu 2 (dari keponakan). Mestilah pandai-pandai menjaga kesehatan supaya bisa tetap pecicilan jadi omak blogger haha. Tambahan lagi, sejak divonis mengidap tumor payudara, saya wajib mengubah pola hidup.
Langkah awal, rutin berolahraga tiga kali seminggu. Olahraga membuat metabolisme tubuh lebih cepat. Teringat waktu masih muda, makan apa pun badan tetap kurus. Kenapa? Karena metabolisme tubuh cepat! Semakin tambah usia, metabolisme tubuh semakin turun. Sekarang, makan sikit, badan langsung kembang macam kue bolu. Selain rutin berolahraga, saya mesti hati-hati mengonsumsi makanan, daaan, banyak minum air putih! Sekitar 80% komposisi tubuh kita itu air. Dehidrasi bisa berakibat fatal, yakni kematian.
Air putih pilihan saya jatuh pada Pristine 8+. Ada yang penasaran dengan logo 8+ di kemasan Pristine? 

Logo “8+” menunjukkan pH air Pristine. pH singkatan dari potential of Hydrogen. pH merupakan ukuran konsentrasi ion hidrogen yang menunjukkan keasaman atau kebasaan suatu zat. Pristine berbeda dengan air minum biasa karena memiliki pH baik untuk tubuh dengan range 8,3–8,5. 

Daging, gula, minuman bersoda, kopi, alkohol, adalah contoh makanan dan minuman pembentuk asam. Usahakan minum air alkalin yang cukup, terutama saat tubuh dalam kondisi kurang fit, stres, terpapar polusi, dll, untuk mengembalikan cairan tubuh ke pH netral. So, lakukan detoks murah meriah dengan Pristine.
PT. Sinarmas Cakrawala Persada dan Nihon Trim (perusahaan mesin ionisasi nomor satu asal Jepang) bekerja sama mendirikan PT. Wahana Tehno demi memproduksi Pristine. Air diambil dari sumber mata air Gunung Gede Pangrango dan diubah menjadi basa dengan teknologi Nihon Trim (sistem multifiltrasi). Filter memiliki komponen kasatmata yang ukurannya hingga 0,04 mikron. Semakin kecil ukuran, semakin mudah Pristine diserap oleh tubuh. Tak semua mata air lulus uji kualitas. Jadi, air Pristine benar-benar diambil dari sumber mata air terpilih. Sekadar info, Nihon Trim berdiri sejak tahun 1982. Usianya udah 36 tahun. Berpengalaman sangat! 
Mungkin klen bertanya-tanya, berapa kebutuhan kita akan air per hari? Kebutuhan air setiap orang berbeda tergantung berat badan. Orang yang berat badannya 50 kg tentu tak perlu minum air sebanyak orang yang berat badannya 70 kg seperti saya haha. Mari hitung kebutuhan air kita per hari.
1,5 cc x kg berat badan x 24 jam
Berat badan saya 70 kg berarti air yang saya butuhkan per hari sbb:
1,5 cc x 70 kg x 24 jam = 2.520 cc (2.520 ml)

Nah, berapa kebutuhan air Kawan CM?



Baru selesai minum, udah dipotret *muka terkejut*

Saya suka membawa Pristine ke mana-mana karena kemasannya yang langsing. Enak digenggam. Rasanya segar di tenggorokan! Musim kemarau ini apalagi. Harus banyak-banyak minum air putih. Pristine tersedia dalam 4 ukuran; 400 ml, 600 ml, 1500 ml, dan galon. Fyi, Pristine ukuran galon tak dijual di supermarket. Kita bisa mendapatkannya langsung di distributor.
Hidup sehat, live balance, artinya kita memperhatikan hak orang lain di sekitar dan memperhatikan hak diri kita sendiri. Jangan sampai salah satu hak diabaikan. Apa usaha Kawan CM untuk mewujudkannya? Yok, share di sini! [] Haya Aliya Zaki

Sepertinya masih lekat dalam ingatan kita kasus heboh biro travel umroh First Travel beberapa bulan lalu. Pemiliknya, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, diciduk karena menggelapkan uang jamaah sejumlah triliunan rupiah. Bertahun-tahun jamaah menunggu untuk diberangkatkan, tapi hasilnya NOL! Geram kali awak membaca beritanya, Kawan CM. Uang jamaah dipakai untuk foya-foya tralala; bergaya sama barang-barang mewah, membeli rumah bak istana, jalan-jalan ke Eropa, dll. Setelah First Travel, satu per satu kasus lain terkuak, termasuk kasus Abu Tours, biro travel umroh besar yang berpusat di Makassar. Puluhan ribu jamaah menjadi korban.   
Meskipun 87% penduduk Indonesia beragama Islam, yang mendaftar haji baru 10% saja. Mungkin karena biayanya tinggi dan waktu tunggunya lama. Jadi, orang-orang lebih memilih melaksanakan ibadah umroh terlebih dahulu. Fyi, Indonesia termasuk negara dengan jamaah umroh terbesar nomor 2 di dunia (nomor 1 Pakistan).
Sedihnya, kondisi ini jadi semacam kesempatan dalam kesempitan bagi oknum pemilik biro travel umroh. Kasihan jamaah yang telantar. Mereka menangis, stres, sampai jatuh sakit, bahkan meninggal. Bayangkan, belasan tahun mereka menabung agar bisa berangkat umroh. Kenyataannya jauh panggang dari api. Persoalan ini menjadi persoalan kita bersama. Biro travel umroh yang amanah ikut terkena imbasnya. Lebih parah lagi, pihak nonmuslim memandang sinis kepada muslim.  

Umrohnesia


Tahun 2017 jumlah jamaah umroh 875 ribu orang. Tahun 2018 tembus 1 juta orang. Satu juta jamaah dilayani oleh 897 biro travel umroh yang terdaftar resmi di Kementerian Agama RI.
Semua peristiwa ini menjadi latar belakang Bapak Kunto Purbono (CEO Umrohnesia) membidani lahirnya Umrohnesia, platform digital marketplace travel umroh online. Tagline: KLIK, BAYAR, BERANGKAT. Fyi, Umrohnesia bukan biro travel umroh dan tak punya izin memberangkatkan jamaah untuk umroh. Umrohnesia jugak tak menampung uang pembayaran dari jamaah. Jadi, jangan salah paham. 

Umrohnesia
Ceki-ceki Umrohnesia di ponsel

Kunto-Purbono
Bapak Kunto Purbono, CEO Umrohnesia



Pada tanggal 27 September 2018, Umrohnesia hadir sebagai solusi ibadah, di mana zaman sekarang orang-orang lebih senang berselancar di dunia maya daripada di dunia nyata. Tiga modul utama Umrohnesia, yakni Pencarian, Transaksi, dan Evaluasi. Pada Pencarian, jamaah akan dibantu memilih paket berangkat yang tepat sesuai kebutuhan. Pada Transaksi, jamaah akan mendapatkan kemudahan melakukan pembayaran. Ada sistem jaminan, pengawasan, dan garansi. Pada Evaluasi, jamaah bisa memberikan kritik dan pujian kepada biro travel umroh yang sudah dipakai. Kesimpulannyo, Umrohnesia mirip-miriplah dengan Traveloka dan Gojek. Insya Allah 30 biro travel umroh bakal kumpul di platform Umrohnesia pada akhir Oktober 2018.  
Satu lagi, modul Lelang. Perusahaan-perusahaan yang pengin memberangkatkan umroh karyawannya atau customernya dalam jumlah besar, tak perlu payah mencari biro travel umroh. Cukup pilih Lelang. Para biro travel umroh yang akan memberikan penawaran kepada perusahaan sesuai tanggal keberangkatan yang disepakati. 
Please be noted, Umrohnesia TAK menawarkan paket umroh murah. Keamanan dan kenyamanan jamaah menjadi faktor utama.

Bapak K.H. Muhammad Cholil Nafis, Lc., MA., Ph.D, dari MUI mendukung kehadiran Umrohnesia. Beliau mengatakan bahwa bisnis umroh sebaiknya ditangani oleh muslim. Jangan salah, Allah menyukai muslim yang kaya supaya bisa berderma. Orang kaya yang sederhana yo, bukan orang kaya yang foya-foya. Kalok bisnis umroh ditangani oleh muslim, nanti benefit bisnis digunakan untuk kepentingan dakwah. Aamiin!
Paling istimewa, acara launching Umrohnesia yang berlokasi di Hotel Alia Cikini Jakarta Pusat ini dihadiri oleh sastrawan besar sepanjang masa, Bapak drh. Taufiq Ismail. Puisi beliau Tuhan Sembilan Senti adalah puisi favorit saya. Tempo hari beliau membacakan puisi berjudul Mencari Sebuah Masjid yang ditulis di Jeddah pada tahun 1988. Menyentuh nian. Sayang, saya tak dapat kesempatan berfoto bersama. Mudah-mudahan lain kali saya beruntung.  

Arnita
Arnita, mahasiswi mualaf yang mendapat umroh gratis dari Umrohnesia

foto-bersama
Tim Umrohnesia


anak-yatim
Launching Umrohnesia mengundang anak yatim


Taufiq-Ismail
Bapak drh. Taufiq Ismail membacakan puisi Mencari Sebuah Masjid

Selamat buat Umrohnesia! Semoga bisa memfasilitasi umat yang pengin beribadah umroh dengan niat dan jalan yang lurus. Doakan supaya saya dan suami jadi umroh tahun depan. Insya Allah Umrohnesia pilihan yang tepat untuk mewujudkannya. KLIK, BAYAR, BERANGKAT! [] Haya Aliya Zaki