Sebenarnya saya tak ada niatan naik Singapore Cable Car (SCC) Sky Pass, tapi karena dapat hadiah 2 tiketnya (dewasa) dari Visit Singapore, saya jadi kepikiran. Kebetulan sebulan setelah menerima hadiah ini, saya dan keluarga memang mau jalan-jalan ke Singapura. So, daripada tiket hadiah mubazir, let’s try-laaaah! Siapa kembuuuttt (siapa takut)! Saya pun membeli tambahan 1 tiket dewasa dan 2 tiket anak-anak via online di Traveloka. Selain di Traveloka, Kawan CM jugak bisa membeli di Klook. Harganya selisih tiga ribu perak aja.
SCC ada sejak tahun 1974 dengan jumlah sekitar 100 kabin. Satu kabin muat 6 orang dewasa. Fyi, SCC punya 2 line: Mount Faber Line dan Sentosa Line sepanjang 5 km. Sila lihat rutenya di infografis berikut. Kami memilih naik dari boarding point Harbourfront Tower 2, Harbourfront Place karena lebih mudah transportasi ke sananya dari Hotel Royal Singapore, hotel tempat kami menginap. Cukup naik MRT. Selain itu, kami mau sekalian ke Madame Tussauds Singapore yang lokasinya di 40 Imbiah Rd Singapore. Tinggal turun di Imbiah Lookout Station, jalan kaki sikit, sampailah di Madame Tussauds Singapore.

Rute Singapore Cable Car (credit: Klook)

Berhubung saya membeli online ticket dan di Harbourfront tak ada mesin scan, tiket kami harus ditukar dengan tiket fisik dulu di Ticket Redemption Point terdekat, yakni di Vivocity Shopping Mall level 3. Sekali lagi, ingat-ingat yo, online ticket harus ditukar dengan tiket fisik dulu di Ticket Redemption Point sebelum kalian ke Boarding Point. 

Ticket Redemption Point

(tempat membeli tiket fisik & menukar online ticket dengan tiket fisik)
1. Sentosa Station Ticketing Counter (Vivocity Shopping Mall level 3)
2. Beach Station Ticketing Counter
3. Waterfront Station Ticketing Counter
4. Imbiah Lookout Ticketing Counter
5. Imbiah Forecourt Ticketing Counter
6. Merlion Plaza Ticketing Counter
7. Boardwalk Ticketing Counter.
Please be noted, membeli online ticket lebih murah daripada membeli tiket fisik langsung di TKP.

Boarding Point (tempat naik SCC)

1. Faber Peak Singapore, 109 Mount Faber Road, Singapore
2. Harbourfront Tower 2, 3 Harbourfront Place, Singapore
3. Sentosa Island – Siloso Point Station, 81 Siloso Road, Singapore
4. Sentosa Island – Merlion Station, Siloso Road, Singapore. 

Kami naik SCC pukul 4 sore. No need to antre. Penumpang sepi, lagipulak cable car-nya banyak. Pengalaman bercengkerama (cieee) bareng keluarga sambil mata menyapu pemandangan dari ketinggian 100 meter di angkasa, bakal jadi pengalaman tak terlupa! Kadang kami melintasi hutan, kadang laut, kadang gedung pencakar langit. Kabinnya besar, bersih, dan nyaman tanpa AC. Kami menikmati embusan angin sepoi-sepoi sambil ngeri-ngeri sedap nengok ke bawah haha. Seru! Perjalanan di angkasa smooth, tak ngebut, tak ada goncangan berarti. Insya Allah aman. Apa bedanya dengan kereta gantung Taman Mini? Saya malah belum pernah naik yang di Taman Mini, tapi kata suami, kabin SCC lebih kokoh, mantap, dan legaaa. 



Seru-seruan di dalam Singapore Cable Car!




pemandangan-malam
Cantiknya pemandangan dari angkasa!

merlion
Lihat Merlion superb!


Selesai jalan-jalan ke Museum Tussauds Singapore, kami naik SCC lagi dan turun di Siloso Point Station. Suami pengin mengajak anak-anak main pasir di Siloso Beach. Pokoknya kami naik dan turun di stasiun mana pun kami suka. Sekali bayar, bebas bolak-balik sampai puas (sampai lupa berapa kali bolak-balik naik SCC). Jelang pukul 19.30 kami kelar. Soalnya pengin lanjut nonton pertunjukan Wings of Time di Sentosa. Kalok saya bilang, lebih worth it klen mencoba SCC Sky Pass daripada naik Singapore Flyer yang terkenal muahaaal itu (harga tiket Singapore Flyer hampir Rp800 ribu per orang). *Omak pelit* Bayi dan anak-anak diizinkan naik SCC, tapi harus didampingi orangtua.
Oiya, klen pengin mendapatkan pengalaman romantis dan lain daripada yang lain? Bolehlah mencoba naik Sky Dining Dinner untuk 4 porsi di SCC. Penumpang dijamu dengan aneka makanan yang lomak-lomak di dalam cable car. Siapa tahu klen mau melamar pacar (ehm!) atau mau senang-senang sambil makan-makan sama keluarga di angkasa mungkin?
Kawan CM tertarik mencoba SCC Sky Pass atau malah udah pernah mencoba? Yok share pengalaman klen di sini yok! [] Haya Aliya Zaki

Singapore Cable Car (SCC) Sky Pass
Harga online ticket Traveloka
Tiket dewasa (13-99 tahun):  Rp186.071,00/orang
Tiket anak-anak (4-12 tahun): Rp154.302,00/orang
Sky Dining Dinner 4 porsi makanan 90 menit: Rp1,8 juta
Jam buka: 08.45-21.30
SCC tak beroperasi jika cuaca buruk. 



 


Selalu ada alasan untuk balik ke Singapura. Negara mungil, tapi menyimpan banyak pesona. Jiaaa. Cakap tentang Singapura bukan cuma cakap tentang surga belanja dan penduduknya yang tertib binti disiplin, melainkan jugak cakap tentang cara mereka bertahan hidup. Beberapa hari sebelum ke Singapura, kami menonton film dokumenter Singapore: City of the Future di channel National Geographic. Penduduknya mengandalkan teknologi untuk bertahan hidup. Fyi, teknologi di Singapura lebih maju 40 tahun daripada kita. Slogan Singapura adalah Innovate or Die. Ya, kalok tak pandai-pandai berinovasi, habislah mereka.
So, here we go. Bulan Agustus lalu kami kembali family trip ke Singapura. Salah satu hal yang jadi pikiran tentu soal menginap. Kebetulan suami sedang ogah menginap di Airbnb (belakangan saya baru tahu kalau Airbnb dianggap ilegal di Singapura). Jadi, mau tak mau, kami akan menginap di hotel.
Seperti biasa, saya yang bertugas memesan hotel. Tiga bulan sebelum berangkat, saya sudah mengubek-ubek aplikasi Traveloka, Kawan CM. Rada pening memilih karena hotel di Singapura muahal-muahal! Tahun 2015 kami menginap di Hotel Nuve dekat Masjid Sultan dengan tarif Rp1,2 juta per malam. Kayaknya cukup sekali awak menginap di sana karena kamarnya kecik dan tak ada jendela. Sarapan beli sendiri di luar. No swimming pool. Dulu anak-anak masih balita, ya bolehlah, ya. Sekarang anak-anak sudah tumbuh tinggi menjulang, saya mesti mencari kamar yang lebih lega dan kalok bisa sarapannya sekalian di hotel.
Setelah membaca macam-macam review hotel Singapura dengan saksama dan dalam tempo yang paaanjang dan laaama itulah choki choki, pilihan saya pun jatuh ke Hotel Royal di daerah Novena. Hotel tua berbintang 4 yang terawat baik. Di sini ada sekitar 230 kamar. Bersih! Suasananya tenang. Senangnyaaa, ternyata pilihan saya tak salah! Berikut 7 hal yang membuat kami puas menginap di Hotel Royal Singapura.  

lobi-hotel

pintu-masuk


lobi-hotel
Lobi Hotel Royal Singapura



1. harga kamar relatif murah

            Saya booking 1 kamar untuk 3 adult. Saya pikir, nanti saya tambah extra bed saja untuk Shafiyya dan Sulthan. Alhamdulillah, tak disangka, pihak hotel malah menawarkan free upgrade ke kamar tipe family. Saya tetap membayar harga kamar Rp1,3 juta per malam (total Rp3,9 juta untuk 3 malam) dengan kamar yang lebih LUAS! Jendela? BESAR!
Kami dikasih semacam 1,5 kamar gitu. Jadi selain kamar utama dengan 2 tempat tidur twin, ada 1 kamar tambahan dengan 1 tempat tidur. Kamar tambahan berukuran sedang ini cocok untuk si sulung Faruq. Ada lemari pakaian, meja, dan teve LCD sendiri segala. Kamar utama dan kamar tambahan terhubung dengan pintu tembus dalam. 
Setiap hari seprai diganti dan kamar dibersihkan. Pulang jalan-jalan, kamar hotel sudah rapi jali lagiii. Yay!


kamar-utama

Kamar utama

kamar-tambahan


Kamar tambahan


2. pelayanan ramah

“Biasalah orang Indonesia kalok jalan-jalan ke sini pasti bawa keluarga. Tak apa kami kasih upgrade kamar yang lebih besar for free, ya!” itu kata pihak hotel sambil tersenyum. Kabarnya mereka memang selalu memberikan upgrade kamar gratis kepada turis yang membawa keluarga, terutama membawa anak-anak. See, baik dan ramah sangat, kan? Rata-rata staf hotel berketurunan Chinese dan India. Ramahnya sama.

3. bisa sarapan di hotel

            Setiap memesan hotel, saya selalu memesan yang include breakfast. Soalnya malas pagi-pagi keluar hotel cuma untuk beli sarapan. Mana mata masih belekan gigi masih mentegaan (jigongan, maksudnya). Halah. Kalok menu sarapan di hotel enak-enak, ini nilai plus. Awak jadi betah lama-lama di resto yekan. *eh*
            Saya memesan kamar untuk 3 adult include breakfast berarti saya, suami, dan Faruq gratis sarapan. Anak-anak di bawah usia 7 tahun gratis sarapan. Jadi, saya hanya menambah bayaran untuk Shafiyya. Lupa persisnya berapa, tak terlalu mahal.
            Rasa menu sarapan standar dan sikit variasi saja. Tempo hari saya pengin mengambil sosis, tapi dilarang pelayan. Katanya, “It’s not pork, but it’s not halal for you!” Sosisnya tak mengandung babi, tapi tak halal. Kurang tahu jugak apa yang membuat sosis itu tak halal. Saya menurut sajolah, meletakkan sosis balik ke tempatnya dengan khidmat.
Inilah yang membuat kami lumayan tenteram kulineran di Singapura. Pelayan resto langsung memberi tahu apakah makanan itu halal atau bukan untuk muslim, apalagi ketika melihat saya yang berjilbab ini mungkin, yo. Pernah kejadian jugak kapan itu pernah kawan saya masuk ke resto nonhalal di Singapura, pelayan resto langsung mencegah dan memberi tahu bahwa menu di resto mereka nonhalal semua. 

restoran
Restoran Hotel Royal Singapura


4. tersedia dispenser air minum

            Tak payah masak air panas untuk bikin teh atau kopi karena di luar kamar (dekat pintu kamar) tersedia dispenser air minum haha! Air panas atau dingin hayuk. Tak perlu membeli air mineral botolan kalok kurang. Air di dispenser bebas dipakai minum sesuai kebutuhan.  

dispenser
Lorong hotel *dispenser paling kanan*


5. ada kolam renang!

            Kolam renangnya lumayan. Tak terlalu lebar tak pulak terlalu sempit. Sepi. Cukuplah bagi kami karena kolam renang bukan hiburan utama anak-anak. Pulang jalan-jalan, kadang anak-anak masih menyalurkan energi mereka dengan berenang. Coba kalok omaknya punya baterai tahan lama kayak gitu. Berapa postingan bisa kelar dalam satu hari haha.  

kolam-renang

Jangan salah fokus sama babang tamvan itu, ya


6. wifi kencang!

             Sudah kebiasan ke mana-mana saya selalu membawa laptop. Siapa tahu wifi di hotel kencang, saya kan bisa sekalian mengetik atau browsing-browsing cantik sebelum modom (tidur). Kejadian di Hotel Royal. Wifi-nya kencang wuss wuss wuss! Suami yang paling semringah. Liburannya bisa disambi kerja seketek-seketek di kamar.
Hotel memberikan 1 password wifi untuk 2 device. Kami mendapat 3 password wifi total untuk 6 device. Kalok sudah sekali memasukkan password, tak perlu repot bolak-balik memasukkannya lagi nanti. Wifi otomatis konek begitu kami tiba di hotel.   

7. transportasi mudah

Persis di depan hotel ada bus stop. Jalan kaki sekitar 5 menit, kita bakal jumpa Novena MRT Station. Pengin belanja dan kulineran? Tak jauh dari hotel ada Novena Square dan Newton Food Center.        
One more thing, tentang late check out. Saat check in, kami menyampaikan mungkin kami akan late check out sekitar satu jam. Kadang kondisi anak-anak dan beres-beres barang-barang itu tak terduga. Jadi, lebih baik kami sampaikan di awal. Alhamdulillah, pihak hotel mengizinkan kami late check out.
Kalok main ke Singapura lagi, Hotel Royal pasti jadi pilihan pertama kami untuk tempat menginap. Fasilitasnya oke. Harga bersahabat. Pelayanan ramah. Cemana dengan Kawan CM? Adakah rencana melalak ke Singapura dalam waktu dekat? Mungkin Hotel Royal bisa jadi pilihan, apalagi kalok kelen mengajak keluarga. Have fun! [] Haya Aliya Zaki

Hotel Royal Singapura
36 Newton Road Singapore 307964 (dekat Orchard Road)

Telp: +65 64260168
Email: royal@hotelroyal.com.sg
Web situs: www.hotelroyal.com.sg




          Duhai kaum Adam yang tamvan nan rupawan, pernahkah kelen merasa, tugas istri itu gampang? Pernahkah klen merasa, istri cuma santai-santai di rumah? Pernahkah klen merasa, kiprah istri hanya seputar dapur-sumur-kasur?
            Hohoho. Silakan berpendapat demikian sampai kelen menonton film 3 Dara 2! Film 3 Dara 2 merupakan sekuel film 3 Dara yang rilis tahun 2015. Sutradara masih sama, Monty Tiwa. Pemeran utama cowok masih sama, Afandi (Tora Sudiro), Jay (Adipati Dolken), dan Richard (Tanta Ginting). Hanya, topik cerita berbeda. Kalok dulu film 3 Dara berkisah tentang tiga cowok yang dikutuk jadi cewek, kini sekuelnya berkisah tentang beratnya perjuangan bapak-bapak rumah tangga. MERDEKA!!!   



Awak udah nontonlaaa
             
           Konflik dimulai dari scene Eyang Putri (Cut Mini) mengata-ngatai Afandi, menantunya, dengan istilah menantu mokondo. Silakan googling sendiri artinya ya woooiii. Takut awak nulisnya. :p Selama ini Afandi memang tak akur sama mertua. Sehari-hari dia bekerja di perusahaan mertua dan dianggap cuma mendompleng kekayaan keluarga besar istri. Tentu Afandi gerah. Hingga suatu ketika, Afandi menemukan ide brilian untuk membuktikan bahwa pendapat mertuanya salah! Dia jugak bisa berbisnis sendiri dan hidup mandiri!

Bapak rumah tangga jangan manja!
 
            Kenapa saya tulis kata brilian dengan format Italic? Begini, Afandi mengajak Jay dan Richard untuk ikut urunan berinvestasi total Rp45 miliar dengan iming-iming mereka akan meraup keuntungan 10% alias Rp4,5 miliar per bulan. Semua tanpa sepengetahuan istri. Di sini saya mengernyitkan kening. Sebagai horang kayah, tiga bapak-bapak ini kelihatan gegabah betul menginvestasikan duit puluhan em tersebut kepada Pak Bowo (Dwi Sasono), pengusaha agrobisnis yang penampilannya jauh dari meyakinkan. Tak ada riset, tak ada pertimbangan apa-apa, tak ada diskusi panjang, dst. Brilian, kan? Coba kalok kelen yang berada di posisi horang kayah betulan haha.
            Selanjutnya, udah ketebak, Afandi cs ditipu! Rumah dan mobil mereka disita bank. Wassalam. Tiga keluarga terpaksa ngesot pindah ke rumah Eyang Putri. Wuiiih, kebayang kayak apa panasnya suasana di dalam rumah, apalagi setelah masing-masing dari mereka bertukar peran. Para istri bekerja mencari nafkah untuk membayar utang, sementara para suami berjibaku dengan tugas domestik. Baru berasa, jadi ibu dan istri itu tak mudah, Saudara-saudara! Afandi, Jay, dan Richard pun kembali mengadukan nasib malang mereka ke Windy (Rianti Cartwright), sang psikolog.  
Kekonyolan demi kekonyolan terjadi, dari scene jumpa fans dengan pemain utama sinetron Tersanjung (anak 90-an pasti paham!), menyewa jasa hacker ajaib, sampai scene tiga bapak-bapak ini dikerjain Jentu (Soleh Solihun), orang kepercayaan Eyang Putri sekaligus ngaku-ngaku kembarannya Rano Karno. Hih! Asli kami dibikin ngakak ngikik ngukuk nontonnya!    

Jentu yang ngaku-ngaku kembaran Rano Karno

            But, film 3 Dara 2 bukan sekadar film kocak dengan sikit bumbu mistis. Klen penasaran kan cemana cara Afandi cs membayar utang? Endingnya benar-benar tak terduga. Ternyata, oh, ternyata!
Teruuus, pesan filmnya manis sangat. Allah menakdirkan suami dan istri berpasangan layaknya teamwork. Tak ada peran yang lebih remeh atau lebih penting dalam hidup berumah tangga. Jadi, jangan saling merendahkan. Saya suka sama quote, “Salah satu kebahagiaan istri adalah mendengar permohonan maaf suami!” Kedengarannya mungkin kejam. Hmmm ... cuma, cemana pulak, yo, itulah hiburan kami para istri. LOL. Suami-suami tak payahlah pulang kerja membawa berlian dan emas permata. Hargai saja apa yang sudah istri kerjakan di rumah seharian, rasanya cukup. Tapiii, kalok kelen ngotot mau membawa berlian dan emas permata jugak, tentu lebih paten lagi! *ditokok*   



          Film 3 Dara 2 adalah film drama komedi yang cocok kali ditonton sama Kawan CM yang sudah berumah tangga. Jangan tunggu-tungguan, nanti keburu turun layar! Apa kelen rela melewatkan scene Tora Sudiro stres mencuci baju, Adipati Dolken ngepel geol-geol, dan Tanta Ginting rebutan belanja sayur sama omak-omak komplek?! Kapan lagiii? Akting Cut Mini jadi Eyang Putri yang judes binti galak jugak dapaaattt! Film 3 Dara 2 disebut-sebut lebih bagus daripada film 3 Dara. Saya tetap bisa mengikuti sekuelnya dengan baik meski tak menonton yang pertama.       
Cerita Melalak kasih apresiasi 2,5 dari 5 bintang. [] Haya Aliya Zaki  

The more you give, the more good things come to you. – anonymous 

            Dua tahun terakhir, saya berusaha untuk lebih menikmati hidup, Kawan CM. Maksudnya, woles kalok hasil belum sesuai harapan, tak terburu-buru mengejar sesuatu, dan ... sesekali traveling!
Yap, duluuu saya termasuk irit (atau pelit haha!) menggunakan uang untuk traveling, padahal sebaliknya, suami senang. Ternyata, setelah merasakan manfaat traveling, saya jadi ketagihan. Seru jumpa kawan baru, dapat wawasan anyar, badan dan pikiran jadi lebih fresh, dan pastinya ada oleh-oleh cerita untuk ditulis di blog. Intinya, hidup harus seimbang.     
Bukannya pulang traveling malah tambah stres, Omak? Kan, kantong jadi bocor sebocor-bocornya?
Alamak, kalok traveling, pakailah bujet traveling. Jangan sampai mengganggu cash flow sehari-hari. Bikin tabungan khusus. Tak bisa jugak? Jalan-jalan ke taman atau ke museum sama anak-anak pun udah bikin hati girang, kok. 

Traveling untuk bonding keluarga

Saya baru tahu ada ongkos becak setengah juta perak waktu traveling ke Jepang *LOL*

Lalu, kian ke sini saya kian merasa, hidup perlu lebih banyak memberi supaya kita bisa lebih banyak menerima. Bukan, bukan harus menerima balik dalam bentuk materi, yo, melainkan kepuasan batin. Saya, Lidya Fitrian, dan Dewi Sulistiawaty mendirikan Dear Blogger Net (DBN), komunitas blogger yang salah satu misi dan visinya adalah sosial. Kami pernah membuat workshop gratis, membantu mensosialisasikan ITACO sekolah untuk anak-anak tak mampu, dan menggalang dana korban gempa Lombok. Memang DBN belum banyak berkontribusi, pelan-pelan insya Allah, yang penting niatnya elok. 
Selain batin yang penuh, tentu raga pulak perlu dijaga. Hidup seimbang internal dan eksternal. Saya hampir berusia 42, punya anak remaja, dan bercucu 2 (dari keponakan). Mestilah pandai-pandai menjaga kesehatan supaya bisa tetap pecicilan jadi omak blogger haha. Tambahan lagi, sejak divonis mengidap tumor payudara, saya wajib mengubah pola hidup.
Langkah awal, rutin berolahraga tiga kali seminggu. Olahraga membuat metabolisme tubuh lebih cepat. Teringat waktu masih muda, makan apa pun badan tetap kurus. Kenapa? Karena metabolisme tubuh cepat! Semakin tambah usia, metabolisme tubuh semakin turun. Sekarang, makan sikit, badan langsung kembang macam kue bolu. Selain rutin berolahraga, saya mesti hati-hati mengonsumsi makanan, daaan, banyak minum air putih! Sekitar 80% komposisi tubuh kita itu air. Dehidrasi bisa berakibat fatal, yakni kematian.
Air putih pilihan saya jatuh pada Pristine 8+. Ada yang penasaran dengan logo 8+ di kemasan Pristine? 

Logo “8+” menunjukkan pH air Pristine. pH singkatan dari potential of Hydrogen. pH merupakan ukuran konsentrasi ion hidrogen yang menunjukkan keasaman atau kebasaan suatu zat. Pristine berbeda dengan air minum biasa karena memiliki pH baik untuk tubuh dengan range 8,3–8,5. 

Daging, gula, minuman bersoda, kopi, alkohol, adalah contoh makanan dan minuman pembentuk asam. Usahakan minum air alkalin yang cukup, terutama saat tubuh dalam kondisi kurang fit, stres, terpapar polusi, dll, untuk mengembalikan cairan tubuh ke pH netral. So, lakukan detoks murah meriah dengan Pristine.
PT. Sinarmas Cakrawala Persada dan Nihon Trim (perusahaan mesin ionisasi nomor satu asal Jepang) bekerja sama mendirikan PT. Wahana Tehno demi memproduksi Pristine. Air diambil dari sumber mata air Gunung Gede Pangrango dan diubah menjadi basa dengan teknologi Nihon Trim (sistem multifiltrasi). Filter memiliki komponen kasatmata yang ukurannya hingga 0,04 mikron. Semakin kecil ukuran, semakin mudah Pristine diserap oleh tubuh. Tak semua mata air lulus uji kualitas. Jadi, air Pristine benar-benar diambil dari sumber mata air terpilih. Sekadar info, Nihon Trim berdiri sejak tahun 1982. Usianya udah 36 tahun. Berpengalaman sangat! 
Mungkin klen bertanya-tanya, berapa kebutuhan kita akan air per hari? Kebutuhan air setiap orang berbeda tergantung berat badan. Orang yang berat badannya 50 kg tentu tak perlu minum air sebanyak orang yang berat badannya 70 kg seperti saya haha. Mari hitung kebutuhan air kita per hari.
1,5 cc x kg berat badan x 24 jam
Berat badan saya 70 kg berarti air yang saya butuhkan per hari sbb:
1,5 cc x 70 kg x 24 jam = 2.520 cc (2.520 ml)

Nah, berapa kebutuhan air Kawan CM?



Baru selesai minum, udah dipotret *muka terkejut*

Saya suka membawa Pristine ke mana-mana karena kemasannya yang langsing. Enak digenggam. Rasanya segar di tenggorokan! Musim kemarau ini apalagi. Harus banyak-banyak minum air putih. Pristine tersedia dalam 4 ukuran; 400 ml, 600 ml, 1500 ml, dan galon. Fyi, Pristine ukuran galon tak dijual di supermarket. Kita bisa mendapatkannya langsung di distributor.
Hidup sehat, live balance, artinya kita memperhatikan hak orang lain di sekitar dan memperhatikan hak diri kita sendiri. Jangan sampai salah satu hak diabaikan. Apa usaha Kawan CM untuk mewujudkannya? Yok, share di sini! [] Haya Aliya Zaki

Sepertinya masih lekat dalam ingatan kita kasus heboh biro travel umroh First Travel beberapa bulan lalu. Pemiliknya, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, diciduk karena menggelapkan uang jamaah sejumlah triliunan rupiah. Bertahun-tahun jamaah menunggu untuk diberangkatkan, tapi hasilnya NOL! Geram kali awak membaca beritanya, Kawan CM. Uang jamaah dipakai untuk foya-foya tralala; bergaya sama barang-barang mewah, membeli rumah bak istana, jalan-jalan ke Eropa, dll. Setelah First Travel, satu per satu kasus lain terkuak, termasuk kasus Abu Tours, biro travel umroh besar yang berpusat di Makassar. Puluhan ribu jamaah menjadi korban.   
Meskipun 87% penduduk Indonesia beragama Islam, yang mendaftar haji baru 10% saja. Mungkin karena biayanya tinggi dan waktu tunggunya lama. Jadi, orang-orang lebih memilih melaksanakan ibadah umroh terlebih dahulu. Fyi, Indonesia termasuk negara dengan jamaah umroh terbesar nomor 2 di dunia (nomor 1 Pakistan).
Sedihnya, kondisi ini jadi semacam kesempatan dalam kesempitan bagi oknum pemilik biro travel umroh. Kasihan jamaah yang telantar. Mereka menangis, stres, sampai jatuh sakit, bahkan meninggal. Bayangkan, belasan tahun mereka menabung agar bisa berangkat umroh. Kenyataannya jauh panggang dari api. Persoalan ini menjadi persoalan kita bersama. Biro travel umroh yang amanah ikut terkena imbasnya. Lebih parah lagi, pihak nonmuslim memandang sinis kepada muslim.  

Umrohnesia


Tahun 2017 jumlah jamaah umroh 875 ribu orang. Tahun 2018 tembus 1 juta orang. Satu juta jamaah dilayani oleh 897 biro travel umroh yang terdaftar resmi di Kementerian Agama RI.
Semua peristiwa ini menjadi latar belakang Bapak Kunto Purbono (CEO Umrohnesia) membidani lahirnya Umrohnesia, platform digital marketplace travel umroh online. Tagline: KLIK, BAYAR, BERANGKAT. Fyi, Umrohnesia bukan biro travel umroh dan tak punya izin memberangkatkan jamaah untuk umroh. Umrohnesia jugak tak menampung uang pembayaran dari jamaah. Jadi, jangan salah paham. 

Umrohnesia
Ceki-ceki Umrohnesia di ponsel

Kunto-Purbono
Bapak Kunto Purbono, CEO Umrohnesia



Pada tanggal 27 September 2018, Umrohnesia hadir sebagai solusi ibadah, di mana zaman sekarang orang-orang lebih senang berselancar di dunia maya daripada di dunia nyata. Tiga modul utama Umrohnesia, yakni Pencarian, Transaksi, dan Evaluasi. Pada Pencarian, jamaah akan dibantu memilih paket berangkat yang tepat sesuai kebutuhan. Pada Transaksi, jamaah akan mendapatkan kemudahan melakukan pembayaran. Ada sistem jaminan, pengawasan, dan garansi. Pada Evaluasi, jamaah bisa memberikan kritik dan pujian kepada biro travel umroh yang sudah dipakai. Kesimpulannyo, Umrohnesia mirip-miriplah dengan Traveloka dan Gojek. Insya Allah 30 biro travel umroh bakal kumpul di platform Umrohnesia pada akhir Oktober 2018.  
Satu lagi, modul Lelang. Perusahaan-perusahaan yang pengin memberangkatkan umroh karyawannya atau customernya dalam jumlah besar, tak perlu payah mencari biro travel umroh. Cukup pilih Lelang. Para biro travel umroh yang akan memberikan penawaran kepada perusahaan sesuai tanggal keberangkatan yang disepakati. 
Please be noted, Umrohnesia TAK menawarkan paket umroh murah. Keamanan dan kenyamanan jamaah menjadi faktor utama.

Bapak K.H. Muhammad Cholil Nafis, Lc., MA., Ph.D, dari MUI mendukung kehadiran Umrohnesia. Beliau mengatakan bahwa bisnis umroh sebaiknya ditangani oleh muslim. Jangan salah, Allah menyukai muslim yang kaya supaya bisa berderma. Orang kaya yang sederhana yo, bukan orang kaya yang foya-foya. Kalok bisnis umroh ditangani oleh muslim, nanti benefit bisnis digunakan untuk kepentingan dakwah. Aamiin!
Paling istimewa, acara launching Umrohnesia yang berlokasi di Hotel Alia Cikini Jakarta Pusat ini dihadiri oleh sastrawan besar sepanjang masa, Bapak drh. Taufiq Ismail. Puisi beliau Tuhan Sembilan Senti adalah puisi favorit saya. Tempo hari beliau membacakan puisi berjudul Mencari Sebuah Masjid yang ditulis di Jeddah pada tahun 1988. Menyentuh nian. Sayang, saya tak dapat kesempatan berfoto bersama. Mudah-mudahan lain kali saya beruntung.  

Arnita
Arnita, mahasiswi mualaf yang mendapat umroh gratis dari Umrohnesia

foto-bersama
Tim Umrohnesia


anak-yatim
Launching Umrohnesia mengundang anak yatim


Taufiq-Ismail
Bapak drh. Taufiq Ismail membacakan puisi Mencari Sebuah Masjid

Selamat buat Umrohnesia! Semoga bisa memfasilitasi umat yang pengin beribadah umroh dengan niat dan jalan yang lurus. Doakan supaya saya dan suami jadi umroh tahun depan. Insya Allah Umrohnesia pilihan yang tepat untuk mewujudkannya. KLIK, BAYAR, BERANGKAT! [] Haya Aliya Zaki