Kalok bicara ramen, masih kebayang di kepala saya pedihnya gagal berjumpa ramen halal di Jepang bulan Januari lalu. Awak mengincar satu resto ramen halal berdasarkan hasil googling, eh, ternyata waktu didatangi, hasilnya nihil! Mungkin restonya udah tutup atau cemana. Seharian capek melalak, akhirnya kami balik ke apartemen dengan tangan hampa. Terpaksa makan malam kembali ke selera asal alias menyantap mi instan yang dibawa dari rumah haha. 
Mungkin Kawan CM bertanya, kenapa saya kebelet kali pengin makan ramen Jepang? Kenapa? Kenapa? Kenapaaah? Soalnya, ramen Jepang terkenal enak! Kualitas tepung terigunya paling baik dan yang pasti, resepnya maknyus. Hebatnya hampir setiap daerah di Jepang punya variasi ramennya sendiri. Ada ramen tonkotsu di Kyushu, ramen miso di Hokkaido, dll.
Nah, baru-baru ini saya kenalan sama empat varian MICHIYO Ramen. Yay! Jadi jugak awak makan ramen ceritanya ini, yo.
Harap dicatat, MICHIYO Ramen bukan mi instan. Ramen ini adalah ramen premium Jepang yang fresh dibuat dari bahan pati kentang, bukan tepung terigu biasa. Hotel dan restoran ternama sering memakai pati kentang untuk resep masakan mereka. Psssttt ... barusan saya sebut ramen Jepang, kan? Berarti apa? Berarti, ramennya dijamin enak! 
Proses pembuatan MICHIYO Ramen menggunakan teknologi tinggi, steril, dan higienis. Ramen ini diklaim sebagai produk FREE TRANS FAT karena tak melalui proses penggorengan. Seperti yang kita tahu, trans fat (asam lemak trans) sifatnya meningkatkan “kolesterol jahat” dan menurunkan “kolesterol baik” di dalam tubuh. Nah, kapan lagi kita bisa makan mi tanpa merasa bersalah yang teramat sangat haha. Bebas pengawet pulak!

Hal lain yang membuat MICHIYO Ramen spesial adalah kelengkapan topping daging dan sayuran aslinya!

4 varian MICHIYO Ramen

Halal, tanpa pengawet, dan zero trans fat

Ramen dari bahan pati kentang



1. MICHIYO Ramen Chicken Mushroom
            Di dalam kemasan MICHIYO Ramen Chicken Mushroom ada ramen, chili powder, seasoning powder, seasoning oil, dan dry vegetables. Pasta berisi daging ayam dan jamur dalam saus gurih. 



MICHIYO Ramen Chicken Mushroom

2. MICHIYO Ramen Beef Teriyaki
Di dalam kemasan MICHIYO Ramen Beef Teriyaki ada ramen, chili powder, seasoning powder, soy sauce, seasoning oil, dan sesame and seaweed. Pasta berisi daging sapi yang direndam dalam saus teriyaki. Rasa daging sapinya asam manis. 



MICHIYO Ramen Beef Teriyaki


3. MICHIYO Ramen Chicken Teriyaki
Di dalam kemasan MICHIYO Ramen Beef Teriyaki ada ramen, chili powder, seasoning powder, soy sauce, seasoning oil, dan sesame and seaweed. Pasta berisi daging ayam yang direndam dalam saus teriyaki. Rasa daging ayamnya asam manis.
Menurut mata batin saya (((MATA BATIN))), bumbu-bumbu Beef Teriyaki sama persis dengan Chicken Teriyaki. Bedanya, yang satu daging sapi, yang satu daging ayam. Daging sapi berasa ada gurat-guratnya, sementara daging ayam lebih empuk. 



MICHIYO Ramen Chicken Teriyaki

4. MICHIYO Ramen Beef Bolognese
Berbeda dengan varian ramen di atas, di dalam kemasan MICHIYO Ramen Beef Bolognese tak ada bumbu macam-macam selain keju bubuk dan pasta berisi daging sapi bolognese. Baru kali ini saya mencicipi ramen beef bolognese. Biasanya beef bolognese jadi topping spageti, ya? Sulthan sempat bingung dan nanya, “Ummi, yang ini spageti?”
Varian beef bolognese dibuat oleh tim MICHIYO Ramen karena antusiasme pencinta kuliner terhadap topping ini. Rasa daging sapi cincangnya begitu menggoda dan rasanya semakin sempurna ketika dicampur dengan bubuk keju yang terdapat di dalam kemasan. Yum!



MICHIYO Ramen Beef Bolognese


          Lalu, mana varian MICHIYO Ramen favorit kami?
Actually, semua varian MICHIYO Ramen enak! Sebelum makan MICHIYO Ramen, saya mencicipi ramen (kemasan) merek lain untuk membandingkan. Rasa ramen merek lain mirip mi instan biasa, beda jauh dengan MICHIYO Ramen. Tekstur ramen MICHIYO Ramen lebih halus, kenyal, dan padat karena dibuat dari pati kentang itu tadi. Bentuknya panjang-pajang sekilas mirip spageti. Daging sapi atau  daging ayamnya banyak dan mantap, bukan fatamorgana. Saya hanya menambahkan telur rebus karena kami terbiasa makan mi pakai telur. Anak-anak bisa ikut makan meskipun sudah ditambahkan chili powder. Kalok klen penggemar pedas, silakan ceprat ceprot saus cabe sendiri.  Satu porsi MICHIYO Ramen kenyangnya to the point!
Tapi, tapiii, kalok diminta memilih, kami akan memilih MICHIYO Ramen Beef Teriyaki dan Chicken Teriyaki jadi ramen favorit. Mungkin karena kami manis dan senang sama yang manis-manis. *ditokok orang sekelurahan*
MICHIYO Ramen sudah mendapatkan sertifikat HALAL dari MUI dan memiliki nomor POM. Halal di sini bukan cuma ramen dan toppingnya yang tak mengandung babi, melainkan halal di semua faktor yang terlibat, dari proses pembuatan sampai kondisi lingkungan pabrik betul-betul dijaga sesuai syariat Islam. Selain halal, ramen ini tak mengandung bahan-bahan berbahaya bagi tubuh seperti boraks atau formalin.   

Hadiah buat Sulthan karena nemenin omaknya masak MICHIYO Ramen di dapur


Berapa harga MICHIYO Ramen?
            Harga MICHIYO Ramen Rp100 ribu per paket (isi empat bungkus). Semua ramen tanpa kuah. Harganya memang lebih mahal karena isi MICHIYO Ramen bukan cuma mi dan bumbu mainstream. Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, ramennya enak karena dari pati kentang, topping dagingnya mantap dan banyak, bukan fatamorgana. Komplet! Sementara baru dijual online di Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak. Supermarket menyusul, insya Allah. Jangan lupa intip-intip Instagram MICHIYO Ramen.
Alhamdulillah, MICHIYO Ramen mampu mengobati kekecewaan saya yang gagal makan ramen halal di Jepang. Sekarang kalok pengin makan ramen di mana aja dan kapan aja bisa, no need jauh-jauh datang ke resto, konon pulak mesti ke Jepang sana. Berat di ongkos Inaaang haha!
Kawan CM sudah mencoba MICHIYO Ramen? Klen paling suka varian apa? [] Haya Aliya Zaki
Disclaimer: meski MICHIYO Ramen diklaim sebagai produk free trans fat, usahakan untuk mengonsumsinya secara proporsional, ya! :)

Sebagai seseorang yang pernah beberapa kali ke Lampung, tapi tak pernah raun-raun ke tempat wisata di Lampung, pasti rasanya senang kali waktu pertengahan April lalu diajak kerja sambil raun-raun oleh Indosat Ooredoo haha. Iya, saya pernah beberapa kali ke Lampung, tapi hanya untuk mengantar saudara menikah atau hajatan lain. Setelah itu, balik pulang gerak. Kacian. 
Di Lampung, saya dan kawan-kawan blogger menginap dua malam di Sheraton Lampung Hotel. Nah, ceritanya saya mau mencoba menulis review singkat tentang hotel yang berdiri sejak tahun 1990 ini. Mudah-mudahan tak capek yo udah berdiri selama itu. Jangan mau kalah sama Nyonya Meneer yang berdiri sejak tahun 1919. Halah.
Sheraton Lampung Hotel merupakan hotel berbintang empat yang berada di bawah naungan jaringan hotel internasional, Starwood Hotels & Resorts Worldwide, Inc. Hotel tua, waktu kami datang sedang dilakukan beberapa renovasi. Semoga sekarang renovasinya sudah selesai dan hotel jadi lebih bersih. Lokasinya strategis, persis di jantung Kota Bandarlampung. Kira-kira cuma beberapa menit ke Kartini Mall dan Museum Lampung. Cocok buat Kawan CM yang pengin belanja dan wisata ke museum yang dekat-dekat hotel.
Saya sekamar dengan Lidya (fitrian.net) di lantai tiga. Kamar kami besar. Kalok bawa anak kicik, bisalah anak lari-lari sikit di dalam kamar. Kasurnya empuk. Bantalnya empat. Btw, balkon kamar kami menghadap pemandangan kolam renang. Senangnya yay! Total ada 110 kamar di sini, lengkap dengan balkon pribadi. Masing-masing kamar punya AC, televisi LCD 32 inci dan teve kabel berlangganan, kulkas mini, air mineral botolan, teko untuk menyeduh air ngopi dan ngeteh syantiek di kamar. Tersedia wifi, tapi maaf saya kurang tahu apakah koneksinya lancar atau lelet. Selama di hotel saya selalu pakai jaringan internet dari provider kesayangan haha. Kelengkapan toiletries saya lupa. *reviewer macam apa ini?!* Varian makanan sarapan tak begitu banyak dibandingkan hotel berbintang empat lain dan rasa standar. Ada nasi goreng, mi goreng, sosis, omelete, cake, buah-buahan, dll. Makanan yang paling saya suka adalah pisang goreng Lampung. Sayang saya lupa motret.
Sheraton Lampung Hotel pas disebut sebagai family hotel. Kolam renangnya dua dan ada taman bermain luas untuk anak-anak. Anak-anak bakal happy!

Mbak resepsionis yang ramah

Lobi

Halaman yang luas dan cantik

Kamar

Complimentary ucapan selamat datang

Makan-makan di pinggir kolam renang

Kolam renang dewasa

Kolam renang anak

Pemandangan kolam renang di malam hari

Bisa main tenis
Blogger dan media kumpul di ruang konferensi

Resto

Teras resto




Jadi tukang belah durian dadakan



Seru, kami makan malam dan barbeku di tenda putih di pinggir kolam renang, terus dilanjut melahap durian ramai-ramai di pendopo khusus (supaya baunya tak mengganggu pengunjung lain). Info penting, malam itu saya beralih profesi sekedap, yakni jadi tukang belah durian. Terima kasih atas kepercayaan kawan-kawan blogger. Sungguh daku terharuuuw. *srooottt!* Jangan tanya saya menghabiskan berapa buah durian ya pokoknya jangan tanya! LOL.   
Harga per kamar mulai Rp600 ribuan (tanpa sarapan) dan Rp700 ribuan (dengan sarapan). Btw, Sheraton Lampung Hotel tak punya lift. Waktu saya tanya ke staf hotel, mereka menjawab, “Soalnya hotel ini cuma tiga lantai, Mbak.” Iya sih, hotel ini bukan tipe gedung pencakar langit seperti kebanyakan hotel di Jakarta. Saya perhatikan, lebih mirip tipe hotel di Bali. Lebar dan lapang, bukan tinggi ke atas. Tapi … lumayan jugak kalok awak bawa koper besar dan berat naik tangga dari lantai satu ke lantai tiga haha. Untunglah stafnya helpful semua. Tanpa diminta, mereka inisiatif membawakan koper. Cuma, pada akhirnya, saya dan Lidya memutuskan membawa koper sendiri karena kami mantan anak Pramuka yang mandiri, kreatif, dan berprestasi. *dijambak orang satu kampung* 
            Kawan CM ada yang pernah menginap di Sheraton Lampung Hotel? Selain di sini, klen pernah menginap di hotel mana lagi di Lampung, terutama yang family hotel? Share, yok! Sepertinya kalok ada rezeki, saya bakal main ke Lampung dan pastinya sama keluarga mengingat di Lampung banyak wisata pantai yang keren. :) [] Haya Aliya Zaki

Sheraton Lampung Hotel
Jl. Wolter Monginsidi no. 175, Bandarlampung, Lampung

Telp: 0721-486666