Salah satu destinasi wisata impian saya itu menyambangi pantai-pantai di Yogyakarta. Pernah berniat ke Pantai Indrayanti di Gunungkidul, tapi gatot alias gagal total, Kawan CM. Soalnya kami kena macet berjam-jam di Piyungan! Mau maju tak bisa, mau balik susah. Akkk ... palak kali! Sebetulnya tak mau menyalahkan siapa-siapa kalok setiap liburan yang awak hadapi adalah macet, macet, dan macet. Tempat wisata pun dijamin penuh. Namanya jugak “liburan bersama”. Tapi, yaaa ... tetap aja KZL. Masih mending waktu kami main ke beberapa pantai di Bali. Meski suasana liburan, macetnya lalu lintas di sana masih masuk akal.  

Selain Pantai Indrayanti, saya dan keluarga mupeng sangat main ke Pantai Drini, masih di Gungungkidul. Menurut Siti Hairul (Mak Irul), blogger catatansiemak.com yang tinggal di Yogya, Pantai Drini merupakan pantai favorit wisatawan keluarga. Pasirnya putih. Seru buat snorkeling. Ada teluk asyik buat anak-anak mandi. Tak perlu bayar mahal karcis masuk. Libur Lebaran lalu, alhamdulillah anak-anak kesampaian senang-senang di Pantai Drini diajak om sama tante mereka. Saya dan suami tak ikut karena harus pulang duluan ke Jakarta. Suami selak masuk kantor. Jadiii ... jadiii ... kesimpulannya ... saya doang yang belum melalak ke pantai Yogya! :(


Anak-anak main di Pantai Drini

Satu lagi pantai cakep, yakni Pantai Baru di Bantul. Pantai ini memang belum populer, namun saya merasa perlu menyambanginya suatu saat. Di sekitar Pantai Baru menjulang puluhan menara kincir angin cantik. Berombak besar, namun pantai ini cocok untuk destinasi bersantai bersama keluarga. Di sekelilingnya banyak pohon cemara. Anak-anak dijamin girang menjajal trek berpasir pakai ATV haha.

Lain pendapat Mak Irul, lain pula pendapat Ima Satrianto (Manda), blogger tamasyaku.com yang jugak tinggal di Yogya. Pantai favorit Manda itu Pantai Wediombo. Waktu tempuh kurang lebih 3 jam dari tempat tinggalnya di Yogya utara. Selain ada air terjun dari gelombang air laut yang pecah di karang, kita pulak bisa menikmati laguna Wediombo atau kolam renang alami ketika ombak tenang. Sunset-nya jangan dikata, dijamin indah nian!

Huaaa ... fix saya harus segera liburan ke pantai di Yogya ini!   
         
            Sekali-sekali pengin rasanyo memanjakan diri liburan ke Yogya naik pesawat dan menginap di hotel. Selama ini kami selalu naik mobil pribadi ke Yogya (sekalian mudik) dan menginap di rumah saudara. Kebayang remuknya badan naik mobil. Di mana cari tukang kusuk. Coba-coba hunting tiket pesawat dan hotel, kok, agak repot, ya. Di A harga tiket pesawat lebih murah, tapi harga hotelnya lebih mahal. Di B harga hotel lebih murah, tapi harga tiket pesawatnya lebih mahal.

Oiya, baru ingat! Kenapa tak coba Traveloka? Cek, ah, apa ada yang baru di fitur aplikasinya. Biasanya saya hobi cek poin. Siapa tahu cukup untuk di-redeem haha. Selama ini saya pilih Traveloka karena mudah memesan tiket pesawat atau booking hotel via aplikasi. Contohnya liburan ke Bali April lalu. Saya booking hotel via aplikasi Traveloka.

Transaksi di Traveloka aman dengan banyak macam metode pembayaran, dari transfer ATM sampai kartu kredit. Transaksi kartu kredit di Traveloka sepenuhnya dilindungi oleh Secure Socket Layer dari teknologi resmi RapidSSL (Verisign Group). Setelah maksimal 1 jam selesai bayaran, saya akan mendapatkan konfirmasi instan dan e-ticket via email. Jika dalam waktu 1 jam klen belum menerima e-ticket, sila hubungi customer service. Jujur, ini tak pernah kejadian sama awak, semoga sama klen pun demikian. Biasanya lancar jaya aja.         

Waaah, setelah cek aplikasi Traveloka, saya baru tahu ada fitur Flight + Hotel. Traveloka membuka pemesanan tiket dan hotel dalam 1 paket! Saya tinggal memasukkan destinasi, tanggal berangkat + menginap, dan jumlah anggota keluarga yang bakal diajak. Nanti akan keluar pilihan maskapai, waktu penerbangan, dan aneka hotel yang sesuai. Ternyata, memilih paket tiket hotel Traveloka ini lebih mudah dan menghemat waktu! Amboooiii, kurang paten apa itu? Kita tak perlu lagi repot-repot memesan tiket dan hotel secara terpisah. Sekarang saya mau mengecek harganya.  

Pesan paket tiket pesawat hotel Traveloka
= Rp11.887.425,00
Pesan terpisah tiket pesawat Rp7.447.500,00 + hotel Rp5.400.000,00
= Rp12.847.500,00

Selisih Rp960.075,00 atau sekitar 7,5% lebih murah






 Harga udah termasuk pajak dan biaya-biaya lain. See, it is cheaper to book together too! Selisih hepeng hampir Rp1 juta lumayan kali itu bisa dipakai untuk wisata kuliner Yogya yang sodap!

            Yes, semoga mimpi saya melalak ke pantai di Yogya segera terwujud! Kawan CM pengin melalak ke mana dalam waktu dekat? Cobain fitur Flight + Hotel di Traveloka! Sekali lagi, lebih mudah dan menghemat waktu. Bikin simulasi dan bandingkan aja harganya dulu. Efek mupeng liburan segera, awak tak mau tanggung, yooo! :)) [] Haya Aliya Zaki





 Aktivitas kunjungan ke pabrik bukan pengalaman baru untuk saya. Zaman kuliah pastinya saya kunjungan ke macam-macam pabrik obat. Zaman jadi blogger saya pernah kunjungan ke pabrik susu UHT dan pabrik produk elektronik. Tapi, di antara semua pengalaman itu, rasanya pengalaman kunjungan ke pabrik PT Toyota Motors Manufacturing  Indonesia (PT TMMIN), Jl. Permata Raya Lot DD-1 Kawasan Industri KIIC Karawang, Jawa Barat, pada hari Rabu lalu (18/10) termasuk yang paling berkesanlah. Gathering ini terselenggara berkat kerja sama Mobil 123 dan komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB). Banyak kenangan saya bareng Toyota, secara dulu saya diantar jemput kuliah sama mantan pacar (sekarang suami) naik Toyota Kijang hitam haha. 

Ternyata, tim PT TMMIN ramah-ramah!
Kata orang, kesan pertama begitu menggoda, ya, ini betul sangat, Kawan CM. Begitu sampai di Karawang, kami disambut dengan senyum ramah dan sapa hangat tim PT TMMIN. Sebelumnya kami dijamu dengan segambreng makan siang nan lomak di Telaga Resto. *terus awak nyesal tak bawa taperwer*   

Pak Anang Sayogo, General Manager PT TMMIN, menyampaikan kata sambutannya dengan jenaka, “Terima kasih kepada teman-teman blogger yang selama ini telah membantu membangun imej positif Toyota. Kalau kelakuan anak-anak TMMIN Karawang sini sih tak usah ditiru, ya. Nanti kacau nama baik kalian.” Kami tergelak. Kalimat terakhir tadi langsung ditimpali dengan “huuu” panjang dari anak buah Pak Anang. :))

Gaya dulu, ah


Gathering Blogger Nasional di PT TMMIN Plant 1

Standar keamanan perusahaannya jempol!
            Seperti yang udah saya sebutkan di atas, ceritanya kami akan diajak pusing-pusing melihat pabrik yang sejak tahun 1998 memproduksi Toyota Kijang Innova dan Toyota Fortuner.

            Pak Arif Munandar, SHE Manager PT TMMIN, menjelaskan tentang safety induction terlebih dahulu. Ini semacam do’s dan dont’s standar keamanan di dalam pabrik. Ingatan saya mendadak melayang ke peristiwa belasan tahun lalu. Seorang kawan terpaksa amputasi kaki karena kecelakaan kerja. Kakinya kesetrum listrik. Dia lupa memakai sepatu khusus. Kesimpulan, haram hukumnya meremehkan safety induction! Berikut safety introduction PT TMMIN yang sempat saya catat.

- visitors wajib memakai baju lengan panjang (jika tidak, harus memakai arm protector), celana panjang, sepatu tertutup, helm, kacamata, dan guide phone. Ini kali pertama saya memakai guide phone. Alatnya bagus betul karena kami jadi bisa mendengar jelas semua kalimat dari koodinator PT TMMIN selama berada di dalam pabrik yang riuh oleh suara mesin.

- visitors dilarang bercakap-cakap dengan karyawan yang sedang bekerja di dalam pabrik

biasanya visitors dilarang memotret, tapi kali ini bloggers diperbolehkan yay!  

- visitors dilarang membuang sampah sembarangan

- visitors berjalan di jalur hijau aja

- jika ingin menyeberang, jari telunjuk visitors harus tunjuk kanan, tunjuk kiri, dan tunjuk depan untuk memastikan kondisi aman

- visitors tak diperbolehkan memasukkan tangan ke saku karena jika kesandung dan terjatuh, tangan tak bisa ikut membantu menopang. Asli ini saya baru tahu. 



Jalur hijau

Pabriknya canggih!
            Ada yang tahu berapa jumlah unit mobil yang diproduksi Toyota hingga September 2017 lalu? Jawabannya, 3,3 juta unit mobil. Plant 1 memproduksi sekitar 130 ribu unit mobil per tahun dan Plant 2 memproduksi 120 ribu unit mobil per tahun. Wow, banyaknyooo. Pabrik yang kami kunjungi ini namanya Plant 1. Plant 2 memproduksi Etios, Vios, Yaris, dan Sienta sejak tahun 2013. 

 Setiap proses dari fase Pressing (pengepresan), Welding (pengelasan), Painting (pengecatan), Assembly (perakitan), sampai Final itu melewati quality control. Waktu yang dibutuhkan dari 1 pos ke pos lain kira-kira 1,5 menit. Total waktu untuk memproduksi 1 unit mobil itu 22 jam. Lama tak? Coba kalok klen merakit sendiri berapa lama hayooo. Selain tenaga manusia, pabrik juga memakai tenaga robot untuk memastikan akurasi dan presisi bagian mobil yang tidak dapat dijangkau oleh keahlian manusia. Robot-robot diimpor dari Jepang. 


Fase Pressing


Fase Welding
Robot-robot bekerja

Kerangka mobil

Tes kebocoran

Jadi!

Pada fase Painting, mobil diceburin ke dalam kolam cat. Sebelumnya mobil dibersihkan dari oli-oli. Satu mobil butuh 13 L cat. Btw, kami belum diperbolehkan masuk ke fase Painting karena masuk ke fase ini ibarat masuk ke pabrik obat. Wajib pakai baju dan sepatu khusus. Wajib steril dari debu! Debu itu musuh utama pengecatan. Satu orang butuh 5 menit untuk mensterilkan diri. Tak sempatlah, yo. Waktunya terbatas. Next time, Pak! :)

Saya melihat banyak mobil bersetir kiri. Rupanya mobil-mobil ini diekspor ke luar negeri. Pembeli dari Asia antara lain Thailand, Vietnam, dan Filipina. Peminat terbanyak berasal dari Timur Tengah. Fortuner putih merupakan mobil favorit. Kalok Kawan CM senang yang mana? 

Lokasinya bersiiih!
            Last but not least, saya terkesan sama pabrik PT TMMIN yang bersiiih. Bima, kawan unyu-unyu saya yang baru aja lulus dari Fakultas Teknik Industri, mengatakan bahwa pabrik PT TMMIN salah satu pabrik otomotif terbersih yang pernah dia kunjungi. Tak ada sampah scrap (potongan-potongan besi) sedikit pun di lantai, padahal untuk memproduksi 1 unit mobil dibutuhkan 370 kg besi. Menurut tim PT TMMIN, ini karena budaya membuang sampah dan membuang mantan pada tempatnya benar-benar ditanamkan kepada karyawan.

Demikian hasil laporan pandangan mata saya ke pabrik PT TMMIN. Lumayan awak kuyus sikit abis pusing-pusing pabrik seluas 70 hektar. *taklah semua disambangi woooiii* Jadi tahu klen sekarang, kan, cemana ketatnya penjagaan kualitas PT TMMIN saat melahirkan bayi Innova dan Fortuner ke dunia fana. *halah*

Bukan cuma mesin dan peralatan canggih yang patut kita acungi jempol, melainkan jugak karakter sumber daya manusianya. Satu lagi yang saya salut, pimpinan PT TMMIN memperhatikan sekali keselamatan kerja karyawan-karyawannya. Amboi pahalanya luar biasa ini melindungi para tulang punggung keluarga yang sedang berjihad mencari nafkah. :)     

Jujur, saya lebih nyaman pergi pulang kerja naik transportasi publik, apalagi sekarang ada Transjakarta Koridor 13 yang melayani beberapa rute perjalanan. Tapi, suami, PP kerja harus naik mobil pribadi karena dia orang lapangan. Dalam sehari suami bisa melakukan kunjungan ke beberapa pabrik bahan baku obat seperti di Cikarang, Bogor, Bandung, dll. Capek kalilah kalok seharian mesti gonta-ganti transportasi publik. Mana sambil bawa berkilo-kilo bahan kimia pulak. Selain untuk fasilitas pekerjaan suami, mobil jugak kami perlukan untuk mudik ke Yogya. Dengan mobil pribadi, kami bebas melalak silaturahim keluarga besar dari pagi sampai malam di sana.   


Sekadar saran buat klen yang tinggal di kota macet kayak Jakarta, yok beli dan pakai mobil pribadi karena kebutuhan, bukan sekadar gagah-gagahan. Hati-hati, meningkatnya volume mobil bakal bikin Jakarta tambah macet. Kawan CM yang sedang butuh mobil baru, bolehlah melirik merek Toyota. Kualitas dijamin. Harga bersaing. Satu lagi yang penting, siapkan tabungannyaaa. Selamat melalak manis manjah dengan Toyota! :) [] Haya Aliya Zaki