Heboh Jeprat Jepret di DMZ 3D Trick Art Museum Bali

Salah satu destinasi idaman anak-anak adalah main ke museum 3D, Kawan CM. Waktu kami dalam perjalanan setelah melalak dari Trizara Resorts di Lembang, kami singgah di Amazing Art World Museum, Bandung. Niatnya pengin masuk, tapi begitu tahu harga tiketnya amboiii … mahal nian! Dewasa Rp170 ribu, pelajar Rp130 ribu, dan anak-anak (di bawah usia 7 tahun) Rp100 ribu per orang. Kebayang berapa hepeng buat bayar tiket 5 orang. Total sekitar Rp700 ribu! *engsel dengkul berasa copot* Tambahan pulak, museum 3D ini belum menerima pembayaran via kartu debit. Sementara saya ke mana-mana paling banter bawa cash Rp300 ribu di dompet. Alamak.   

Akhirnya kami balik kanan gerak alias batal main di situ. Shafiyya yang tampak paling kecewa. Tapi saya janji, saya akan cari museum 3D yang oke di Bali nanti. Kebetulan memang minggu depannya kami mau ke Bali. Alhamdulillah, browsing sana-sini ketemu DMZ 3D Trick Art Museum.

DMZ kependekan dari Dream Museum Zone. Semua lukisan 3D-nya dibuat oleh seniman asal Korea. Konon seni ilusi 3D dimulai dari Korea dan dikembangkan ke seluruh dunia. DMZ Bali termasuk baru, umurnya sekitar dua tahunan.



Lokasi DMZ Bali dekat dengan penginapan kami di Kuta dan dekat dengan bandara jugak. Berhubung flight kami pulang ke Jakarta itu malam hari, setelah check out hotel kami sempatkan main ke sini. Jeprat jepret 1,5 jam cukuplah, yo. Shafiyya girang to the max. “Foto yang itu, Mi! Foto yang ini, Mi!” serunya semangat sambil bergaya. Alhasil foto-foto Shafiyya yang paling banyak di ponsel saya haha. Berikut 3 hal yang bikin kami puas melalak ke DMZ Bali.

1. Harga tiket tak begitu mahal
            Jika dibandingkan dengan museum 3D di Bandung itu, harga tiket di DMZ Bali lebih murah! Dewasa WNI Rp100 ribu dan dewasa WNA Rp150 ribu per orang. Pengin lebih murah? Beli online di kebalilagi.com. Harga tiket dewasa diskon jadi Rp55 ribu dan anak-anak (di bawah usia 12 tahun) Rp50 ribu per orang. Harga yang cukup masuk akal. :)))) Saya prefer membeli tiket online. Selain lebih murah, saya tinggal sodori print out tiket yang dikirim via email di TKP. Tak perlu capek-capek antre membeli tiket seperti pengunjung lain.

2. Lukisannya banyak
            Berdasarkan info, ada sekitar 120 buah lukisan 3D di DMZ Bali. Seperti yang udah awak sebutkan di atas, semua lukisan dibuat oleh seniman asal Korea. Berbagai peristiwa yang selama ini cuma ada di imajinasi kita, misal jumpa binatang buas, ikut petualangan ekstrem, sampai menikmati pemandangan Bali yang indah, diwujudkan dalam bentuk lukisan 3D. Kita seolah-olah berada di dalamnya, padahal itu ilusi dari lukisan aja. Di museum ini awak cekakak cekikik ngeliatin orang-orang bergaya. Tua muda tingkahnya sama semua tak kenal umur haha.    





















3. Staf DMZ Bali T-O-P B-G-T!
            Di setiap sisi lukisan ditempel foto macam mana seharusnya kita bergaya. Jadi sebenarnya kita tak perlu bingung lagi tanya-tanya mbak mbak staf DMZ Bali. Tapi, mbak mbak staf di DMZ Bali helpful sangat! Mereka inisiatif dan aktif memberi tahu kami di titik-titik mana seharusnya kami berdiri untuk memotret (kalau salah titik nanti lukisannya tak nampak 3D), mereka mengarahkan gaya, sekaligus ikut membantu memotret. Kelihatannya udah pada mahir semua memakai kamera dari ponsel canggih haha. Kawan CM yang jomlo (uhuk), jangan takut tak ada yang membantu memotret. Mbak mbak staf DMZ Bali siap sedia selalu. Kecuali, kecualiii, kalok suasana sedang ramai luar biasa. Seluruh staf berjumlah 30 orang. Tiap shift 15 orang.   

            Kami disarankan datang pada sore hari karena biasanya pagi hari itu rada-rada ramai oleh rombongan turis, katanya. Satu lagi, lapangan parkirnya lumayan luas. Kawan CM yang datang rombongan, usah khawatir karena bus besar pun bisa parkir manjah di sini. Jadi, kalok klen mau melalak ke Bali (terutama family trip), jangan lupa singgah ke DMZ Bali. Ayok heboh jeprat jepret sekalian uji kemampuan bergaya klen di depan kamera haha! [] Haya Aliya Zaki    

Dream Museum Zone (DMZ) 3D Trick Art Museum

Alamat: Jl. Nakula no. 33X, Kuta, Bali (dekat bandara)
Hari buka: setiap hari
Jam buka: 09.00–22.00 wita
Tiket offline: Rp100 ribu (WNI dewasa) dan Rp150 ribu (WNA dewasa) 
Tiket online kebalilagi.com: Rp55 ribu (dewasa) dan Rp50 ribu (anak-anak usia di bawah 12 tahun)
Telp: 0361-8496220





21 Comments "Heboh Jeprat Jepret di DMZ 3D Trick Art Museum Bali"

  1. Waaah.. Kece postingannya.. Bisa jd itinerary sya nih bila k Bali.. Sya jg punya pengalaman k 3D Trick Eye di Yogya.. Bisa dbaca d diditpharm.blogspot.com :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maksih udah singgah. Saya udah baca postingannya jugak. Moga kesampain melalak ke Yogya. :)

      Delete
  2. OMG, tante kemaren ke Bali udah ngoleksi berapa banyak foto narsis disini ?
    Akuu mau ke Bali lagi aaah tahun ini sama si mas :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayooo kenalin dulu ah si mas ituuu. :p

      Delete
  3. Bagussss bagussss bangeeet mbaaak potonyaaa. Huiikkkk keliatan nyaata bingits. Belum pernah main ke museum 3D gtuu nih aku ๐Ÿ˜ข someday i will. ..tfs mbaaak. . ๐Ÿ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selain di Bali, ada di beberapa tempat lain Mbak kayak Bandung, Semarang, dan Yogya. Semoga bisa ke sana ya. ๐Ÿ˜

      Delete
  4. Aih serunyaaaaaa
    aku kapan2 juga mau ke sini sekeluarga aaahh
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  5. Wow ke 3D Museumnya yang di Bali, Kak. Saya baru yang di Jogja. Beli tiket online-nya, harganya jauh banget murahnya, haha... Kalau udah masuk agenda sih mending beli online aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa beli tiket online aja. Iriiittt.

      Delete
  6. Waaaa seru bangeet...
    lebih enak beli tiket online ya mbak,murah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih murah dan tak perlu antre hehe.

      Delete
  7. Wah... seru... bali ngga hanya menawarkan wisata alam dan pantai.. wisata kekinian juga sudah merambah ke bali .. :) #bali ngga mau ketinggalan juga.. salut untuk ide kreatifnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap jadi banyak alternatif wisata ya. Anak-anak pulak suka. :)

      Delete
  8. mantaepp seruu banget, kalau di medan ada juga nih baru buka mba, saya nya belum pernah kesana.

    jauh kali lebih murah kalau online ya, harus print out ya? ga bisa yang kayak bandara mbak? nunjukin tiket yang ada di smartphone cukup? hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah di Medan udah ada ya Dek. Boleh dijajal itu. Nanti awak baca kalok dikau tulis. Soal print out, tak mestilah. Bisa kok kalok cuma nunjuki email. Itu aku aja yang kerajinan pake nge-print segala hag hag hag.

      Delete
  9. Saya masih maju mundur mau main ke tempat seperti ini. Bakalan seru banget kalau rame-rame trus pada ekspresif fotonya kayak di sini. Anak-anak saya udah susah diajak foto seru kayak gini :D

    ReplyDelete
  10. Lihat ekspresinya seru bangeeet. Pengen ke sini, mbaa. Hihihi

    ReplyDelete
  11. Seru banget 3D nya kayak beneran ini.
    Kalo ke Bali wajib kunjung ini mah

    ReplyDelete
  12. Eh kok lucu kali tempat ini ya. Kalau ke Bali nanti mau ah.
    Tapi ya, kenapa sekarang HTM suka kelewat mahal. Bayangkan untuk masuk saja bisa 700RB, belum lagi makan minum. Koyak dompet benar-benar...

    ReplyDelete
  13. aku belum sempet mampir ke tempat ini mba..lucu yaaa

    ReplyDelete

Jadilah golongan orang-orang beruntung, yakni orang-orang yang komen sesudah membaca. #eaaakkk