Kalok membahas mengenai tempat wisata di Jepang pasti tak akan pernah ada habisnya. Negeri Sakura ini memesona sangat. Wajar tempat-tempat wisatanya sangat diminati, baik untuk jalan-jalan sendiri ataupun bersama keluarga. Jepang yang termasuk negara maju di dunia ini memang terus mengembangkan sektor pariwisatanya.

Masyarakat Jepang terkenal salah satunya karena etos kerja yang tinggi. Tak heranlah yo jika produk buatan mereka tersebar di seluruh dunia. Ayok, ngaku, di rumah Kawan CM pasti ada satu atau mungkin lebih produk elektronik yang berasal dari negara ini, kan?

Bicara soal sektor pariwisata, bulan Desember–Februari Jepang mengadakan banyak festival musim dingin. Berikut beberapa pilihan festival musim dingin yang sangat layak klen datangi.

Biasanya berlangsung di minggu awal Februari. Festival ini memamerkan pahatan-pahatan dari es yang memukau. Bentuk pahatan es yang rumit dan lampu yang dipasang betul-betul akan membuat kita takjub. Area sepanjang 1,5 km bakal memanjakan mata kita dengan pertunjukan keahlian para pemahat es yang profesional. Selain itu, kita bisa  menonton sambil menikmati sajian kuliner yang menggoyang lidah jugak. Wiiih, mantap!

Festival Salju Sapporo (credit: haijepang.blogspot.com)

Festival Yunishigawa Onsen Kamakura
Festival ini berlangsung di minggu terakhir Januari. Saat Festival Yunishigawa Onsen Kamakura berlangsung, datanglah ke prefektur Tochigiji. Kawan CM akan disuguhi pemandangan perubahan rumah biasa menjadi rumah salju bangsa Eskimo.

Festival Yunishigawa Onsen Kamakura (credit: travel.tochigiji.or.jp)

Malam hari, ratusan pondok salju tampak bercahaya di tengah musim dingin. Siang hari, barbeku diadakan di tempat utama Heiko no Sato. Kalok mau ke sana, kita harus melakukan reservasi. Lalu, ada tempat seluncuran salju dari lereng panjang di Taman Yunishigawa Mizu no Sato.


Festival Asahikawa
Fesival ini diadakan di Hokkaido, tepatnya di Kota Asahikawa, berlangsung pada tanggal 7–12 Februari. Salju di Kota Asahikawa turun lebih awal daripada di Kota Sapporo karena letaknya yang lebih ke utara dibandingkan Kota Sapporo.

Festival musim dingin Asahikawa berhasil memecahkan Guiness Book of Records kategori Pahatan Salju Terbesar. Pemandangan pahatan berbentuk aneka bangunan besar dan megah ini cuma bisa dinikmati di festival salju pada musim dingin aja. Di festival ini terdapat duplikat salah satu situs warisan dunia yang berada di Okinawa, yaitu Kastil Shuri. Untuk menyelesaikan pahatan Kastil Shuri, para pemahat profesional membutuhkan waktu sekitar 1 bulan. Fyi, hanya di sinilah kita bisa menyaksikan Kastil Shuri berwarna perak!

Festival Asahikawa (credit: matcha-jp.com)

Mau tahu yang paling menarik? Kompetisi memahat es tingkat internasional! Datanglah bersama pasangan masing-masing (jangan bersama pasangan orang, ya) pada saat malam hari. Cahaya temaram lampu yang dipasang di beberapa sudut akan memberikan suasana romantis.

Festival Salju Ouchijuku
Berada di prefektur Fukushima, festival yang dibuka sejak siang hari ini diadakan setiap tanggal 13 dan 14 Februari. Ouchijuku merupakan Daerah Pelestarian Penting untuk Kelompok Bangunan Lama. Di sini festival salju diadakan. Lentera-lentera salju dipasang di banyak tempat. Selain itu jugak ada festival kostum, tari, dan kontes makan mi.

Festival Salju Ouchijuku (credit: town.shimogo.fukushima.jp)

Puncak dari kemeriahan festival ini adalah upacara api yang diadakan setiap malam. Unik, Kawan CM akan melihat laki-laki memakai cawat dalam dinginnya salju. Brrr! Mereka menyalakan lentera satu per satu. Setelah itu, kembang api besar berpijar indah mewarnai gelapnya langit malam.

Acem klen rasa? Menarik? Info lengkapnya sila tengok di wisata Jepang lengkap di Traveloka. []


“My father taught me that learning is an endless process, and that there is no limit to the amount of knowledge that a person can contain. You are never too old to learn something new, or too young to learn too much.” – Suzy Kassem  

Hari gini nengok anak muda pada jago bikin video dan punya subscribers bejibun, rasanya iriii. Wait, wait, bukan iri yang negatif, yo. Maksudnya, saya pengin belajar dan bisa jago kayak gitu jugaklah. Konon pulak hari-hari pekerjaan saya berkutat di dunia online. Kadang ditanya klien, alamat akun Youtube-nya apa, malu ih jawabnya. Bukan apa-apa, subscribers-nya baru 45 juta orang. Ini pun belum dicek lagi, tahu-tahu udah ada yang unsubscribe hahaha. Ampooon.

Makanya, waktu Komunitas Indonesian Social Blogpreneur (Komunitas ISB) yang dikomandani Ani Berta dkk dan CNI Indonesia bikin workshop bertema Youtube Optimization, saya langsung daftar. Mana pematerinya Mbak Yonna Kairupan (Founder Komunitas Indonesian Female Blogger, Vlogger, dan MUA kesohor). Subscribers akun Youtube-nya hampir 10 ribu, Kawan CM! Pengin tahu awak di mana blio ngutip subscriber sebanyak itu. (((NGUTIP))) Blio udah berpengalaman membuat video iklan untuk perusahaan-perusahaan besar. Hari Minggu (28/5) dengan semangat hap hap hap saya menuju resto Bebek Dower di Plaza Festival, Kuningan, Jakarta, tempat berlangsungnya workshop ini. Meski beberapa hari yang lalu saya resmi masuk club 40’s alias usia kepala 4, antusiasme belajar tak mau kalah ah sama anak perawan ting ting. *ehk*



Selain Mbak Yonna, Mas Niko Riansyah (Digital Marketing Specialist CNI Indonesia) turut berbagi ilmu Search Content vs Social Content. Search content adalah cemana caranya konten kita mudah ditemukan di laman mesin pencari, sementara social content adalah cemana caranya kita menawarkan link konten kita supaya dibaca oleh kawan-kawan di medsos. Btw, sekilas tentang CNI Indonesia, perusahaan asli Indonesia ini termasuk pemain lama. Usianya udah 31 tahun bah! CNI Indonesia merupakan pelopor bisnis multivelel marketing di Indonesia. Anggotanya tersebar di berbagai negara mulai Malaysia, Thailand, Tiongkok, Qatar, sampai Nigeria. Ke depannya kita bisa belanja produk-produk CNI Indonesia melalui aplikasi. Alamak, jadi ingat secangkir UP Hot Dark Chocolate anget yang nikmatnya bisa sampai kebawa mimpi itu. :)

Mas Niko Riansyah

Materi dari Mas Niko kapan-kapan saya bahas di postingan tersendiri. Sekarang saya akan fokus membahas materi Mbak Yonna, yakni langkah-langkah mengoptimasi akun Youtube. Are you ready? Siapin camilan karena postingan saya ini bakal jadi postingan choki choki yang paaanjang dan laaama. 

Firstable, apa yang kerap menjadi kendala Kawan CM ngevlog? Vlogger udah menjamur di mana-mana? Tak punya modal? Tak punya bakat? Tak punya waktu? Tak punya koneksi? Ide udah diambil? Well, Mbak Yonna mencoba mematahkan semua keluhan kita. Let’s see. Kita bahas satu-satu.

- Vlogger udah menjamur di mana-mana? Asal tahu aja, ada sekitar 2–3 miliar orang yang online di dunia, sementara jumlah vlogger belum ada 1 miliar, Saudara-saudara. Berarti? Udah paham maksudnya, yo.

- Tak punya modal? Dulu Mbak Yonna mulai ngevlog itu cuma bermodalkan ponsel samsoel jadoel, bukan ponsel canggih atau kamera mumpuni.

- Tak punya bakat? Bisa belajaaarrr. Mbak Yonna belajar autodidak mostly dari Youtube.

- Tak punya waktu? Cakap kayak gini di depan Mbak Yonna, siap-siap diplengosin haha! Mbak Yonna ini omak 4 anak dengan seabrek aktivitas, ya mengurus domestik, ya mengasuh anak, ya merawat komunitas, ya ngevlog, ya ngeblog, ya kerja sebagai MUA, dst. W-O-W. Menurut Mbak Yonna, kita cuma perlu waktu beberapa jam dalam satu minggu untuk membuat satu video. Yang penting niat dan komit! Itu!

- Tak punya koneksi? Kita tinggal aktif promo di medsos dan cari kawan entah ikut komunitas apa kek ikut paguyuban apa kek.

- Ide udah diambil? Lakukan sesuatu yang udah dilakukan oleh orang lain, hanya dengan gaya yang berbeda. Sebelum mulai ngevlog di jalan yang lurus dan benar, yok cari jawaban yang oke untuk 3 pertanyaan di bawah ini. Jadi, next alasan upload video bukan karena kebetulan lagi ada sisa kuota. *LOL*

1. Motivasi yang tepat
Motivasi ngevlog karena sekadar mengekor kawan? NO NO. BIG NO. Do it for yourself! Do it with passion or not at all.

2. Cari tahu impact yang kita inginkan
Apa impact yang kita inginkan dari ngevlog? Pastinya impact yang positif yekan. Apakah kita pengin audiens kita lebih mengenal tempat-tempat indah di Indonesia? Apakah kita pengin audiens kita tahu referensi produk bagus dari kita? Apakah kita pengin audiens kita lebih melek teknologi? Apa?

3. Tentukan benefit yang ingin dicapai
Pengin benefit uang boleh-boleh aja. Secara vlogger itu hepengnya dolar, bukan rupiah lagi. Tapi, tapiii, sebaiknya jangan ngevlog hanya dan hanya demi uang. Nanti ‘disetir’ ke sana kemari sama brand, manggut-manggut aja. Penginnya kita jadi vlogger yang bermartabat, vlogger yang punya penghasilan cihuy tanpa harus merendahkan diri, apalagi sampai menggadaikan kepercayaan audiens kita. “Ah, seje (bohong) aja kerja vlogger satu ini. Malas ah nonton videonya,” komentar mereka. Bahaya.   

Berikut tip jitu mengoptimalkan akun Youtube ala Yonna Kairupan, terutama untuk para calon vlogger.


Mbak Yonna Kairupan

1. Kenali dirimu
Kedengarannya mungkin mudah, tapi percayalah sebagian orang payah mengetahui kelebihan dan kelemahan dirinya sendiri. Boleh coba tanya kelebihan dan kelemahan kita ke kawan-kawan. Dengan catatan, kawan yang netral, yo, bukan kawan yang makan kawan. :p

Surprais, Mbak Yonna bilang bahwa kelemahan kita sebenarnya bisa menjadi ‘kekuatan’ kita. Mbak Yonna mencontohkan dirinya, beauty vlogger yang jauh dari langsing (Mbak Yonna yang bilang, yaaa), penampilan kayak teletubbies (ini jugak Mbak Yonna yang bilang, yaaa), dan kalok cakap selalu blakblakan nan menggemaskan. You know what, bisa aja justru ini yang menjadi daya pikat Mbak Yonna ke audiensnya. Ehm!

2. Kenali target audiens kita
            Setelah mengenali diri sendiri, saatnya kita mengenali target audiens kita. Jika Kawan CM terbiasa menulis di blog, klen pasti tahu siapa pembaca blog klen. Nah, kenapa tak klen jadikan mereka target audiens vlog klen jugak? Cek video mana yang memberikan paling banyak views dan komentar. Lihat celah dari situ. Trial and error. 

3. Fokus
            Selama ini branding kita sebagai blogger apa? Coba aplikasikan ke vlog. Kalok kita senang menulis review kosmetik di blog, next boleh mulai me-review kosmetik memakai media video. Kesalahan terbesar vlogger masa kini adalah meng-upload konten yang terlalu general alias tak fokus. Terus, terus, mungkin klen bertanya, klen kan beauty vlogger, tapi ditawari brand untuk me-review ponsel. Cemana ini? Bisa! Kita bisa me-review ponsel dengan kapasitas kita sebagai beauty vlogger, bukan techno vlogger. Pasti beda cara Rachel Goddard me-review ponsel dengan cara Sheggario me-review ponsel. Betol?

4. Pesan sampai ke audiens
Kalok mau me-review BB cream, ya to the point aja. Fokus ke konten yang dibahas. Jangan ‘ngelayap’ ke mana-mana sampai menghabiskan waktu sekian menit. Bikin pening audiens nanti. Besok-besok mereka milih nonton layar tancap Barry Prima dan Eva Arnaz aja daripada nonton vlog kita.

5. Value
            Jujur aja, poin ini yang paling menyentuh hati awak. Kalok ngevlog cuma buat dadah-dadah manjah, untuk apa. Apa value dari vlog kita? Apakah informatif? Edukatif? Inspiratif? Menghibur? Kasihan audiens kita udah buang-buang kuota buat nonton, tapi mereka tak dapat apa-apa. Selama ini, value jugak yang menjadi patokan saya ngeblog. Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Mungkin saya belum mampu berjihad sampai ke Palestina atau ke Suriah sana, tapi dengan berniat memberi manfaat buat sekitar, mudah-mudahan Allah ridho. Hidup cuma setarikan napas. Apa lagi ‘modal’ yang bisa kita bawa buat menghadap-Nya kelak? *buru-buru betulin jilbab instan* 

6. Promosi!
            Selesai bikin video, jangan diam seribu bahasa. Aktif mempromosikan link video kita di medsos yang kita punya. Lakukan berkali-kali.

7. Konsisten       
Keuntungan utama jika kita selalu konsisten upload video di Youtube adalah Youtube akan men-suggest video kita ke audiens. Kawan CM pasti pernah kan pas buka Youtube, niatnya mau nonton tutorial makeup beauty vlogger X, tahu-tahu malah nonton tutorial makeup Yonna Kairupan, misalnya? Ini karena kita melihat ‘suggest video’ di side bar kanan laman Youtube. Kita tertarik dan mengklik link yang di-suggest Youtube.

Kami dapat tip supaya bisa konsisten upload video dari Mbak Yonna. Kita pilih 4 pertanyaan audiens yang sesuai dengan niche vlog kita. Bikin 4 video sekaligus untuk menjawab. Hanya, upload-nya nanti jangan sekaligus. Seminggu satu video atau dua minggu satu video. Santai kan karena stok video ada. Begitu.

Mau tahu musuh terbesar kita? Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri yang bolak-balik (sok) menganalisis dan ... overthinking! Harus begini harus begitu harus punya ini dulu harus punya itu dulu, akhirnya kita tak mulai-mulai sampai kapan pun.

Satu lagi, jangan terlalu bergantung kepada orang lain. Bikin video mesti nunggu suami dulu, edit video mesti nunggu kawan dulu, dst. Repot kali. Kalok bisa lakukan sendirilah. Last but not least, ready for haters! Percayalah, akan selalu ada orang-orang yang tak suka dan memberi thumbs down. Jangan gampang berkecil hati. Terus belajar supaya semakin baik lagi. Mbak Yonna belajar autodidak dari Youtube dan brainstorming sama kawan-kawan vlogger luar negeri.

 Acara workshop yang kami ikuti sore itu betul-betul seru. Materinya bagus dan serius, tapi diselingi tawa sampai tergelak-gelak. Mbak Yonna hadir dengan apa adanya dia, di dunia maya dan di dunia nyata tiada beda. Orangnya energik, lucu, dan fasih cas cis cus. Makasih kepada Komunitas ISB dan CNI Indonesia yang udah memfasilitasi acara workshop ini.

Kawan CM tertarik ngevlog? Boleh sontek tip-tip dari Mbak Yonna Kairupan. Awak tak nolak kalok diajak kolaborasi di video klen. Jadi figuran chaiya chaiya pun maulah. *pasang tampang memelas* Saya tahu, rasanya memang lain antara datang langsung mengikuti workshop dengan ‘cuma’ membaca postingan. Tapi, saya tetap berharap postingan ini bermanfaat buat Kawan CM semua. Usah bimbang usah ragu. Come on let’s grow your Youtube channel now! [] Haya Aliya Zaki    

Apa yang biasanya Kawan CM pikirkan saat bulan Ramadhan tiba? Saya yakin, salah satunya adalah keinginan lebih banyak berbagi. Betol? Pahala berbagi di bulan Ramadhan memang berlipat-lipat dibandingkan di bulan lain. Tentunya kita berbagi bukan karena berharap pahala thok yekan, melainkan juga karena peduli kepada sesama. Sesuatu rasanya melihat kaum yatim dan dhuafa ikut mencicipi kebahagiaan di bulan nan suci ini.

Btw, setiap Ramadhan awak kerap berbagi parsel ke panti asuhan, abang becak, dan abang ojek. Parsel berisi kue kering, biskuit, sirop, dan soft drink jadi idola. Tahun ini kayaknya saya berubah pikiran sikit. Ada parsel lain yang tak kalah kece, yakni Pureit. Mau tahu? :)


Siap-siap mengikuti acara #GivePureLove Unilever Pureit Indonesia

Parsel berisi Pureit, kenapa tidak?
            Air itu kebutuhan vital buat kita. Kebayang kalok tak ada air duh duh duh! Di rumah, saya dan keluarga minum air galon setiap hari. Maklum, lokasi perumahan kami bekas rawa-rawa. Mustahil kami minum air keran, apalagi air keran yang tak dimasak. Bisa-bisa nasib kami sekeluarga berakhir di tempat tidur UGD. :p Etapi serius, 700 juta orang di dunia dan 119 juta orang di Indonesia tak punya akses ke air bersih siap minum. Air kotor, tercemar bakteri, dan mengandung logam. Salah satu penyakit yang disebabkan konsumsi air tak bersih adalah diare. Sekitar 50–60% penderita diare tak dapat ditolong. Berdasarkan data WHO, setiap tahun 1,5 juta orang di dunia meninggal karena diare. Ngeri kan. :(

Selama ini saya belum tertarik membeli pemurni air merek apa pun. Kayaknya tak yakin aja kalok air butek bin kotor bisa disulap seketika menjadi air siap minum. Berhubung saya termasuk makhluk skeptis *LOL* saya mesti melihat langsung seperti apa hasil kerja sebuah produk pemurni air. Beruntung saya diundang oleh tim Unilever Indonesia dan Vemale.com untuk hadir di acara bertema #GivePureLove bersama Pureit di Fat Shogun, Menara BTPN, Jakarta (20/5). Acara ini jugak dihadiri omak-omak selebritas, antara lain Ayudia Bing Slamet, Kirana Larasati, dan Nycta Gina. Kata orang, tak kenal maka tak sayang. Makin kenal insya Allah makin sayang hihi. Dan, ini perkenalan perdana saya dengan Pureit, pemurni air yang praktis dan telah dipercaya lebih dari 5 juta masyarakat Indonesia.

Terus terang saya terkejut menengok uji coba Pureit siang itu. Makjang, berkat Pureit, kopi dan air kunyit bisa berubah menjadi air bening tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa! Demikian pulak air yang kotor. Setelah dicek di bawah mikroskop, jumlah mikrobanya berkurang drastis! Duhai mikroba, hambus kalian semuaaa! *geram*

Air murni dari Pureit
Pureit diciptakan untuk keperluan program CSR Unilever. Dasar sistem kerja Pureit adalah MENYARING. Ada 4 tahap pemurnian sehingga menghasilkan air siap minum dan ... tanpa dimasak! Desainnya telah memenuhi standar keamanan air minum yang paling ketat berdasarkan USEPA (United States Environmental Protection Agency). Pernah meraih penghargaan Best Non-electrical Water Devices dari UNESCO. Pureit pulak telah mendapat sertifikat halal dari MUI.

Varian Pureit
            Seperti yang udah saya sebutkan di atas, dasar sistem kerja Pureit adalah menyaring. Semakin buruk kualitas air, semakin tinggi level penyaringan. Artinya, varian Pureit yang kita butuhkan tergantung dari kualitas air di rumah kita. Teknisi Unilever Indonesia akan membantu mengecek sebelum menentukan varian Pureit yang cocok.
 
Pureit Classic 9L menjadi produk andalan karena harganya yang paling terjangkau cuma Rp700 ribu. Sabtu lalu Pureit memperkenalkan 3 varian baru lainnya, yakni Pureit Classic 5L seharga Rp500 ribu, Excella seharga Rp800 ribu, dan Pureit Slim Ro yang menggunakan teknologi canggih reverse osmosis seharga Rp3 juta. Hoho kayaknya yang cocok buat rumah saya yang tipe terakhir. Siap-siap nabung!

Kalau udah punya Pureit, Kawan CM bisa say goodbye sama dispenser dan air galon. Berat tau angkat-angkat galon. Bikin tangan awak yang udah berotot makin berotot aja. :)) Menurut Ibu Adeline Ausy Setiawan, Managing Director PT. Unilever Enterprises Indonesia, pakai Pureit jauh lebih hemat. Alamak, ini angin segar buat ibuk-ibuk bedangkik (pelit) macam awak. Bedangkik positif maksudnya, yo. Sekarang mari kita bandingkan. Biaya air galon per liter 900 perak. Pakai Pureit? Cukup 125 perak aja, Saudara-saudara. Satu lagi, Pureit tak pakai listrik dan tak pakai gas!

Adeline Ausy Setiawan, Managing Director PT. Unilever Enterprises Indonesia

Pureit Classic 5L, salah satu varian Pureit
Chef Chandra Yudasswara berbagi resep makanan berbuka puasa *jadi pengin kunciran jugak* *eh*

Omak-omak selebritas dan Unilever Pureit Indonesia

Unilever berbagi 1000 Pureit di bulan Ramadhan
            Sekarang saya udah tak ragu lagi pakai Pureit. Menyambut bulan Ramadhan, tahun ini Unilever Indonesia berbagi 1000 unit Pureit untuk keperluan berbagai fasilitas publik seperti masjid, sekolah, dan rumah sakit yang lokasinya minim air bersih. Wah, kebayang kayak apa senangnya nanti masyarakat di sana, ya?

Kawan CM udah punya rencana berbagi apa di bulan Ramadhan? Parsel berisi Pureit bisa menjadi pilihan, terutama untuk mereka yang tinggal di lokasi minim air bersih. Mereka akan sangat berterima kasih karena Pureit solusi krisis air bersih yang ditunggu-tunggu selama ini. Bagi kita mungkin, mungkin ya, harga Pureit tak seberapa, tapi bagi mereka begitu berarti. Selayaknya jugak kita berterima kasih kepada Allah Swt. karena masih diberi usia dan kesempatan untuk berbuat satu lagi kebajikan di bulan Ramadhan. Alhamdulillah yaa Rabb. :) [] Haya Aliya Zaki


“Ummi, itu suara apa?” tanya si bungsu, Sulthan (6 tahun), begitu sampai di Trizara Resorts, Lembang. Jelang malam, kami baru sampai. Seharusnya siang kami sudah sampai, tapi tidak bisa karena kami singgah beberapa jam di tempat penginapan saudara di daerah Setiabudi, Bandung.   

“Suara apa?” jawab saya tidak acuh karena sibuk membuka isi koper.

“Maksudnya suara jangkrik, kali?” potong Shafiyya, kakaknya.

Saya menoleh ke Sulthan. “Oooh, suara krik krik krik itu?”

Sulthan mengangguk.

Waaa, saya langsung memeluk Sulthan. Anak saya tak tahu suara jangkrik! Tiba-tiba rasa sedih menyergap. “Ya Allah, anakku belum pernah mendengar suara jangkrik ....” saya membatin. Kedengarannya kayak lebay ya woi, tapi asli saya sedih. Anak-anak hidup di lingkungan kota. Sejauh mata melihat hanya ada gedung, gedung, dan gedung. Hari-hari mereka riuh oleh suara klakson mobil dan knalpot bocor. Faruq dan Shafiyya pernah beberapa kali ikut pulang kampung ke Klaten (kampung halaman suami) makanya mereka paham suasana desa dan suara jangkrik pastinya. Mereka jugak pernah beberapa kali ikut kamping sekolahan. Sementara Sulthan, seingat saya cuma sekali atau dua kali ikut pulang kampung ke Klaten ketika dia kecil. Sepertinya suasana desa nan asri belum begitu terekam dalam ingatannya.

Beruntung saya dan keluarga berkesempatan kamping di Trizara Resorts, Kawan CM. Kami bisa menikmati pemandangan pegunungan yang indah dan berinteraksi dengan alam tanpa merasakan kerepotan seperti kamping biasa. Kenapa, eh, kenapaaa? Karena ini glam camping alias glamping alias kamping mewah! Kami menginap di TENDA yang LAPANG dengan dua tempat tidur besar. Kamar mandi dan kloset ada di dalam. Bersih, komplet, dan modern. Jadi, tak payah awak pagi-pagi bangun tidur mata masih belekan tapi terpaksa cuci panci kecik buat masak mi instan. Tak payah jugak awak keluar tenda apalagi keluar tengah malam demi mencari air buat c*bok. :p

Balkon tenda kami

Tentang Trizara Resorts
Nama ‘Trizara’ diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti Kebun dari Surga. Bulan Mei 2017 ini Trizara Resorts berusia tepat satu tahun yaaay! Fyi, luas total Trizara Resorts sekitar 3 hektar. Pemandangan Gunung Tangkuban Parahu berselimut kabut betul-betul masya Allah. Bolak-balik saya menghirup napas dalam-dalam. Nikmat sekali rasanya memenuhi segenap rongga paru-paru dengan udara sejuk dan bebas polusi.

Kabut!

Stairway to heaven?

Beautiful sunrise

Ketika masuk, di sana-sini Kawan CM akan menjumpai desain bangunan ala India. Contohnya di dekat gerbang masuk, ada air mancur mini berbentuk patung Ganesha, dewa keberuntungan dan kemakmuran dalam mitologi India. Kalok masuk lebih dalam lagi ada kolam berisi uang logam. Dalam tradisi masyarakat India di Taj Mahal, ketika kita sedang melempar koin berarti kita sedang melempar beban atau masalah yang mengimpit. Setelah bertanya ke Pak Rizaltan, Marketing Coordinator Trizara Resorts, baru saya tahu bahwa owner-nya adalah Mr. Kunal, pria keturunan India yang tinggal di Jakarta. Pantas aja. :)   







    

Tenda di Trizara Resorts
Tersedia 47 tenda (25 tenda untuk couples dan 22 tenda untuk families) di Trizara Resorts. Tenda terbagi 4 tipe, yakni:  

1. Netra (couple)
Ada 13 tenda. Luas 36 m2. Kapasitas 2 orang. Netra dari bahasa Sansekerta artinya melihat. Kenapa melihat? Karena kelebihan dari tenda Netra adalah pemandangan indahnya yang menghadap ke pegunungan.  

2. Zana (couple)
Ada 12 tenda. Luas 33,75 m2. Kapasitas 2 orang. Zana artinya kehangatan. Lokasinya di bawah Netra. Pemandangan tendanya menghadap ke lembah. Lebih cocok untuk honeymoon dibandingkan Netra. Namanya jugak Zana alias kehangatan. Udah tahu klen maksudnya kan kan kaan? *sensor*

3. Nasika (family)
Ada 12 tenda. Luas 38,5 m2. Kapasitas 4 orang. Nasika artinya kekeluargaan. Lokasinya circle garden gitu. Kedua belas tenda Nasika mengelilingi sebuah taman besar.

4. Svada (family)
Ada 10 tenda. Luas 38,5 m2. Kapasitas 4 orang. Svada artinya perasaan. Ini family tend favorit. Banyak yang rebutan tenda Svada karena view-nya bagus nian! Suasananya pun lebih intim daripada di tenda Nasika. Khusus untuk para keluarga yang menginginkan privasi lebih.

Kami sekeluarga menginap di tenda Nasika. Jarak antara tenda yang satu dan tenda yang lainnya tak begitu dekat sehingga masing-masing penghuni tenda punya privasi. Pengin tahu apa aja isi tendanya? Seperti yang udah saya sebutkan di atas, tenda kami dilengkapi dengan dua tempat tidur besar plus satu tempat tidur anak yang bisa tarik-masuk. Kapasitasnya untuk 4 orang, tapi buat kami yang 5 orang sekeluarga, tenda ini masih lapang sangat. Kamar mandi dan toilet di dalam. Bersih, komplet, dan modern. Ada satu meja dengan teko set lengkap untuk ngopi atau ngeteh cantik. Ada satu kotak kayu (unik, bentuknya kayak peti harta karun) untuk tempat barang-barang dan bisa berfungsi sebagai meja atau tempat duduk jugak.


Mobil untuk mengantar tamu dan barang-barang ke tenda saat check in atau check out
Tenda-tenda di Trizara Resorts

Jalan menuju tenda kami

Tenda kami

Nomor tenda kami

Di dalam tenda

Kamar mandi di dalam

Saya paling suka sama balkonnya. Saya dan suami duduk-duduk di balkon, sementara anak-anak asyik main alip atau main sepeda di taman bawah. Sepeda free dari Trizara Resorts. Boleh dipakai sesukanya, asal jangan dibawa pulang, yo. :p Saya dan suami memantau anak-anak sambil cakap-cakap soal masa depan nan manjah membarah. *halaaah*

Konsep Trizara Resorts adalah disconnect to connect. Di sepanjang TKP saya melihat plang yang memajang quote-quote inspiratif. Sebagian quotes mengajak kita untuk menonaktifkan gadget selama berada di sini. Ya iyalah weekday udah capek sama urusan ini itu, liburan saatnya refreshing. Satu lagi, di dalam tenda pun tak ada teve dan telepon. Meski begitu, di sini ada WiFi dan cukup kencang haha. Suntuk? Jangan khawatir. Selain bisa puas menikmati pemandangan tanpa distraksi, klen pulak bisa memanfaatkan aneka fasilitas di Trizara Resorts, seperti bermain gitar, olahraga tenis meja, badminton, karambol, trampolin, zumba (dengan trainer), main sepeda, playground anak-anak, highrope, flying fox, menyalakan api unggun, pesta barbeku, dll. Semua GRATIS kecuali highrope dan flying fox. Tapi, perlu diingat, pukul 10 malam semua aktivitas disetop. Tamu dipersilakan beristirahat atau bercengkerama dengan keluarga di tenda.





Suasana tenda pada malam hari
Trizara Resorts cocok nian untuk tempat liburan keluarga, pesta pernikahan, gathering, dan meeting perusahaan. Dijamin meeting di sini tak bikin pening. Yang ada malah meeting menyehatkan  haha.  

Sebagian kawan ada yang bertanya, “Kenapa tak ada kolam renang di Trizara Resorts?”

Begini, konsep Trizara Resorts itu kamping mewah yang terletak di daerah pegunungan. Kalok nyemplung ke kolam renang pasti pada kedinginan akut klen nanti. Brrr ...! So, sampai saat ini Trizara Resorts belum kepikiran untuk membuat kolam renang. Semoga terjawab, yo. :)

Satu hal saya perhatikan, meski sedang full booked, saya tak merasa suasana di Trizara Resorts sesak padat seperti ketika kami menginap di hotel biasa yang full booked. Saya dan suami tetap nyaman jalan-jalan menikmati pemandangan di sekitar resort. Anak-anak tak perlu antre-antre amat untuk main trampolin, permainan kesukaan mereka. “Konsep Trizara Resorts memang untuk tempat beristirahat dan refreshing para tamu. Makanya dikondisikan sedemikian rupa agar tamu tetap leluasa meski di sini sedang full booked,” jelas Pak Rizaltan tersenyum.

Berhubung di Trizara Resorts ada beberapa tanjakan dan turunan agak curam, penjaga intens memantau dari pos di banyak titik. CCTV dipasang di setiap sudut. Oiya, cakap-cakap soal penjaga, saya mendapat info bahwa 80% karyawan di Trizara Resorts adalah penduduk sekitar. Karyawan betul-betul dilatih dari nol. Senangnya kehadiran tempat wisata ini mampu memberikan lapangan pekerjaan kepada banyak orang, termasuk kaum lansia. Saya sempat tanya-tanya ke Pak Udin, petugas taman, yang berusia hampir 60 tahun. Meski telah melewati usia produktif, Trizara Rezorts berkenan mempekerjakan beliau. “Yang penting rajin dan kerjaan saya bagus, Bu. Kalau muda, tapi males-malesan, untuk apa? Asalkan saya gak disuruh bahasa Inggris sama tamu. Saya mah cuma bisa bahasa Indonesia dan bahasa Sunda,” celoteh Pak Udin tertawa.

Urusan perut, Trizara Resorts punya Indriya Cafe. Menunya sodaaap, terutama nasi gorengnya. Hanya, sayang, menurut saya menu untuk sarapan masih kurang bervariasi. Semoga ke depannya ada tambahan menu-menu baru yang sama sodapnya atau bahkan lebih sodap lagi. Kawan CM yang mau eksplor kuliner, di sekitar Trizara Resorts pulak banyak rumah makan. Boleh dijajal haha.    

Sarapan di Indriya Cafe

Sodaaap!

Dengan semua fasilitasnya, Trizara Resorts layak disebut sepotong ‘kebun dari surga’. Bagi saya, tempat ini bukan sekadar tempat menginap, bukan sekadar tempat melepas penat dan stres dari rutinitas. Saya suka karena anak-anak bisa mendengarkan ‘kebisingan’ alam dan sekalian belajar. Pengetahuan baru. Wawasan baru. Kawan CM yang berminat melalak ke Trizara Resorts, yok pilih tipe tenda yang diinginkan. Harga menginap mulai Rp1 juta per malam. Selamat liburaaan! :) [] Haya Aliya Zaki


Trizara Resorts

Alamat: Jl. Pasirwangi Wetan, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat
Jam buka Indriya Cafe: 06.30–22.00 wib
Telp: 022-82780085
WhatsApp: 085871698923
Website: www.trizara.com
Highrope: Rp230 ribu
Flying fox: Rp75 ribu