Bagi saya, rumah bukan sekadar tempat tinggal dan tempat modom (bobok), Kawan CM. Rumah adalah tempat kita pulang dan berkumpul bersama keluarga dalam limpahan kasih sayang. Memang betul kata orang kalok bentuk dan ukuran rumah bukan tolok ukur kebahagiaan, tapi punya rumah yang nyaman pastilah idaman kita semua.

Alhamdulillah, sekarang punya rumah idaman bukan sekadar impian. Kita-kita bisa punya rumah minimalis dengan bujet tipis. Fasilitasnya pulak komplet. Lalu, di manakah gerangan tempatnya-nya-nya-nyaaa? *bergema*

EcoHome Apartment persembahan dari CitraRaya Residence. EcoHome Apartment merupakan apartemen yang dibangun di kawasan Ecopolis CitraRaya, Tangerang.
Proyek ini proyek kerja sama pengembang tepercaya, Ciputra Group dan Mitsui Fudosan Residential. Mitsui Fudosan Residential mengawasi quality control bangunan dan customer care. Jepang memang ahlinya untuk dua bidang ini, yo.
Kabarnya ada 4 tower yang akan dibangun, yakni Suginoki Tower, Yashinoki Tower, Matsunoki Tower, dan Kashinoki Tower. Total lebih dari 1000 unit apartemen. Luas 10 hektar (hunian dan komersil).

Kebetulan saya dkk blogger diundang untuk menyaksikan ground breaking pengerjaan mahakarya EcoHome Apartment di CitraRaya Boulevard, Cikupa, Tangerang (9/12). Persisnya ground breaking dua tower pertama, Suginoki Tower dan Yashinoki Tower. Pembangunan tak lama. Prediksi sekitar 12–15 bulan.

Acara pembuka adalah tari tradisional asal Jepang bernama Taiko. Maklum, sejak tahun 2013, partner Ciputra Group adalah perusahaan asal Jepang, Mitsui Fudosan Residential. Taiko artinya drum besar. Jadi penari-penari Taiko menunjukkan kelihaian mereka bergantian memukul drum (lebih mirip beduk) kecil dan besar. Hmmm ... kok pas kali hawa-hawanya sama awak yang Januari 2018 nanti mau liburan ke Jepang. Halah.

Menurut Pak Budiarsa Sastrawinata, President Director PT Ciputra Residence, pertumbuhan pembangunan CitraRaya Residence cukup pesat. Kini CitraRaya Residence telah menjadi hunian bagi 65 ribu jiwa dan ladang bisnis + investasi bagi ribuan pengusaha.   

Acara dibuka dengan tari tradisional asal Jepang bernama Taiko

Ground breaking EcoHome Apartment (credit: masdede.com)

Tim Ciputra Group dan Mitsui Fudosan Residential

Jarak dari Jakarta ke EcoHome Apartment tak pala jauh. Kira-kira 1 jam aja. Gerbangnya mevvah. Atmosfernya hijau dan sejuk. Lingkungannya tertata rapi. Seperti yang udah awak sebutkan di atas, fasilitasnya pulak komplet! Konsepnya One Stop Living Apartment di mana apartemen terintegrasi dengan kawasan supermarket, lokasi kuliner, cinema, rumah sakit, sekolah, taman bermain tematik, waterpark, jogging track, dll. Semuanya udah beroperasi. Bentar lagi Gramedia Book Store hadeeerrr. Kawan CM pencinta buku sila bersorak. Selama ini orang pikir tinggal di apartemen itu stuck alias susah ke mana-mana. Paling banter hiburannya naik turun lift. LOL. Tapi, EcoHome Apartment beda. Di sini apa aja ada tak perlu kita melalak jauh-jauh, yo.

Ada 3 tipe EcoHome Apartment (tipe Studio A, B, dan C). Ukuran minimalis, tapi terkesan luas dengan desain kompak. Mirip ruangan hotel. Terus, harga cemana harga? Aih, kan dari tadi udah awak bilang kalok bujetnya tipis. Harga per unit apartemen sekitar Rp170–200 juta.

Acara diakhiri dengan  pembagian door prize dan makan siang. Kawan CM yang sedang mencari tempat tinggal yang nyaman, bolehlah tengok-tengok EcoHome Apartment. Cocok buat hunian keluarga karena selain fasilitasnya komplet, lingkungannya pun sehat. Apalah yang tak kita kasih buat anak-anak kita yekan. Info lebih lanjut hubungi (021) 5960888. Siapa tahu jodoh. Kata Afgan, jodoh pasti bertemu. [] Haya Aliya Zaki


           Siapa yang bisa lupa sama lagu Kugadaikan Cintaku alm Gombloh yang fenomenal itu? Kecuali anak milenial yang mungkin belum pernah dengar lagunya sama sekali yhaaa.

Cakap-cakap soal radio, sepertinya awak tak bisalah hidup tanpa radio. Waktu 37 radio swasta serentak mati (ditandai death tone) selama 15 menit pada tanggal 11 Desember, saya agak khawatir. Syukurlah setelah itu nyala lagi. Rupanya aksi radio mati ini semata-mata dalam rangka Radio Day campaign. Aksi #RadioGueMati semacam “alarm” apakah kita bisa hidup tanpa radio?

Di rumah nenek saya di Medan masih ada radio tua kayak gini

Reaksi netizen beragam. Ada yang langsung curcol kenangan bersama radio. Ada pulak yang bereaksi santai, “Tak masalah radio mati. Toh saya masih bisa putar Spotify, iTunnes, dan JOOX Music.” Well, I tell you something. Itu berarti engkau cuma penikmat musik, bukan penikmat radio. Serunya di radio itu, list lagu-lagu berikutnya selalu surprais. Beda kalok kita mendengarkan playlist di media kekinian. Apa yang kita dengar ya udah pasti yang ada di play list kita itu. 

Radio jelas berbeda karena punya penyiar, aneka program, info lalin, kuis berhadiah, dll. Radio satu-satunya media yang BEBAS HOAX. Radio tak bisa diintervensi pemiliknya, meski pemiliknya punya kepentingan politik.
Di sisi lain, radio sifatnya personal sangat. Ada ikatan emosional antara pendengar dengan radio. Saya suka Gen FM, tapi klen belum tentu. Iya, kan? Radio ibarat teman dekat. Sendirian di tengah lalu lintas macet dan membosankan, terutama, kita berasa ada yang menemani.   

Saya punya banyak kenangan sama radio. Sering dapat salam dari mantan pacar (sekarang suami) melalui radio. Kalok kata Awan, lagu yang dipilih pasti mewakili suasana hati doi pada saat itu haha. Beberapa kali saya menang kuis yang hadiahnya lumayan. Paling hobi dengarin radio yang suara penyiarnya renyah-renyah cemana gitu. Penyiar radio zaman dulu agak misterius, bukan macam penyiar radio zaman sekarang yang eksis di teve-teve. Kami jadi menebak-nebak wajah penyiar apakah semanis Rano Karno atau seganteng Robby Sugara. Kenyataannya, sebagian penyiar bersuara renyah itu udah bapak-bapak beranak dua haha. Kecele!  

Kembali ke aksi #RadioGueMati. Menurut Pak M. Rafiq, Ketua Umum PRSSNI DKI Jakarta, radio bukanlah media jadul. Radio bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Itulah sebabnya hingga kini radio masih dibutuhkan masyarakat. Terbukti #RadioGueMati langsung jadi trending topic di dunia maya dan impresinya hampir 40 juta. Satu lagi #RadioGueGakMati impresinya hampir 200 juta. Dahsyat!    

Terus, saya jadi penasaran. Sebenarnya, pendengar radio masih banyak tak? Benarkah radio mengalami senja kala seperti media cetak? Berdasarkan survei, penetrasi radio di Jakarta itu 37% artinya sekitar 37% penduduk di Jakarta masih mendengarkan radio. Lumayanlah, yo. Pendengar radio di Jakarta didominasi anak muda. Mereka pencinta musik, sport, cooking, kopi, dan snacking. Suprisingly, kita kalah sama Amerika Serikat. Penetrasi radio di sana sekitar 95%! Wow.

Apa yang dilakukan oleh kawan-kawan di Amerika sampai radio bisa meraih begitu banyak pendengar? Jawabannya: iklan, iklan, dan iklan. Di sana kita bisa melihat iklan radio di mana-mana. Pihak radio dan asosiasi yang beriklan. Sekarang ini radio menjadi tempat brand beriklan, tapi radio dan asosiasi malah “lupa” mengiklankan radio itu sendiri. Radio Day campaign Senin lalu bertujuan untuk mengajak semua stakeholders ikut memikirkan kemajuan industri radio. Stakeholders ini antara lain pemerintah, brand, dan pendengar.

Press conference Radio Day di AYANA Midplaza, Jakarta (11/12)

Fyi, industri radio berawal dari hobi, berbeda sama industri televisi, misalnya. Itulah sebabnya pengelolaan industri radio lebih unik. Seyogianya pengelolaan industri radio bisa lebih profesional, bukan sekadar hobi. 

Bicara soal iklan, penghasilan radio salah satunya dari iklan. Dari tahun-tahun, “kue iklan” yang diterima radio kecil luar biasa, yakni sekitar 1%. Porsi besar udah dihabiskan oleh media lain seperti media cetak dan media online. Sekarang sedang diupayakan cemana caranya supaya “kue iklan” radio bertambah besar dan tim di dalamnya menjadi sejahtera. Pemilik brand mungkin sebaiknya tidak “over excited” beriklan di media digital. Keberhasilan promosi bukan dari beriklan di satu media aja, melainkan mix media.

SHELL OIL adalah contoh brand yang paling banyak beriklan di radio. Apakah dengan beriklan di radio, performa bisnis SHELL tambah bagus? SHELL cocok diiklankan di radio karena sesuai dengan target pendengarnya, pengendara mobil yang menjadi pendengar setia radio setiap hari. Performa bisnis dari brand awareness sampai brand preferences naik cukup signifikan.    

Konferensi pers Radio Day juga dihadiri oleh artis dan produser film, Wulan Guritno. Wulan selalu memanfaatkan radio untuk mempromosikan film-filmnya. Ada interaksi langsung dengan pendengar. Ini menyenangkan. Saya setuju sama pendapat Wulan bahwa radio tetap di hati, tak ada yang bisa menggantikan. Media digital pemain baru dan hanya menjadi pilihan tambahan.

Penetrasi radio 5–7 tahun lalu sekitar 70% dan sekarang turun jadi 37%. Semoga tak semakin turun. Ih, sedih kali awak. Jangan sampai radio punah selama-lamanya. Nanti kita cuma bisa mendongeng ke anak cucu bahwa dahulu kala ada media yang kece berat bernama R-A-D-I-O. Yok, Kawan CM, kita setel lagi radio kita, yok! Dari ponsel atau laptop pun bisaaa. Di radio ... aku dengar ... lagu kesayanganku .... [] Haya Aliya Zaki


Libur telah tibaaa ....
Libur telah tibaaa ....
Horeee! Horeee! Horeee!

            Jelang akhir tahun, pasti Kawan CM udah siap-siap beli tiket dan booking hotel yekaaan? Ih, samalah kita. Anak-anak libur sekolah dan suami libur ngantor, momen liburan kompak kayak gini amat sangat ditunggu sekali oleh omak-omak macam kita. Lupakan cucian baju, lupakan nyapu ngepel geol-geol, lupakan bikin sarapan pagi-pagi buta ... lupakan ... lupakaaan! *lempar daster koyak* *ganti baju melalak yang cantik*

            Kabarnya liburan domestik yang paling menggiurkan itu di Indonesia Bagian Timur, ya. Pariwisata di sana memang sedang giat-giatnya digalakkan. Ada yang liburan ke sana tahun ini? Kami sekeluarga memilih liburan overseas ke Negeri Matahari Terbit. Rasanya Omak udah tak sabar pengin nuang sirup di atas salju huaaa. :))))

Sebelum liburan, yok perhatikan beberapa hal berikut ini. Pengalaman pahit kawan saya jadi pelajaran. Rumahnya habis terbakar waktu mereka sekeluarga melalak keluar kota. Bisa dibayangkan, pedihnya luar biasa. Saya sebagai kawan pun ikut menangis. Untunglah tak ada korban jiwa. Lanjooottt.

1. Bandingkan harga tiket pesawat dan hotel
            Sekarang banyak aplikasi untuk membandingkan harga tiket pesawat dan hotel. Ada pulak sistem paketan tiket pesawat dan hotel sekaligus. Tinggal pilih yang sesuai kantong.

2. Lokasi hotel
Sebaiknya cari lokasi hotel yang aman dan mudah diakses kendaraan umum. Waktu liburan di Singapura, kami sekeluarga ke mana-mana memilih naik MRT daripada taksi. Selain lebih murah, naik MRT tentunya jadi pengalaman baru yang seru untuk anak-anak. Kalok kepepet, barulah kita jajal taksi, yo.

3. Fasilitas hotel yang dibutuhkan
            Semakin banyak fasilitasnya, semakin mahal harga menginap per malam di hotel tersebut. Jadi, pilihlah hotel yang fasilitasnya betul-betul kepakai waktu kita liburan. Saya pasti pilih hotel yang punya kolam renang karena anak-anak senang kali berenang. Fasilitas gym, kalok tak perlu ya tak usah. Secara lagi liburan saya pengin menggendut manja. Ini saya, yaaa, kalok klen awak tak tahulah.

4. Rekomendasi dari berbagai sumber
            Salah satu referensi saya sebelum berangkat liburan adalah membaca postingan teman-teman travel blogger (mostly travelling with kids) atau mom blogger, antara lain tesyablog.com, tehsusu.com, dan echaimutenan.com. Sebagian lagi mungkin membaca review di Trip Advisor. Jangan sampai kecele, fakta di lapangan tak sesuai dengan impian. Halah.  

Malu-malu kenalan sama kawanan merpati di Orchard Road Singapura *abaikan yang balapan makan mi di belakang*

5. Share nomor pesawat dan itinerary ke keluarga dekat
            Ini termasuk penting supaya keluarga dekat bisa melacak kalau terjadi apa-apa dengan kita.   

6. Rumati rumah dan isinya
            Sebelum pergi, rumati rumah dan isinya. Ini yang awak sebut tadi. Produk elektronik yang menyala atau dalam keadaan tersambung listrik (dicolokin) itu rawan bahaya. Entah korslet, kebakaran, dll. Periksa kompor. Keran air dimatikan. Perbaiki atap bocor (terutama pergi liburan waktu musim hujan). Kunci semua pintu. Simpan barang berharga di dalam safety box. Lapor Ketua RT bahwa kita akan meninggalkan rumah dalam jangka sekian waktu.

7. Perhatikan barang-barang bawaan
Especially buat kawan CM yang solo traveling, perhatikan barang-barang bawaan. Jangan memakai perhiasan blink blink. Baju tak perlu yang luar biasa menarik perhatian. Nanti mengundang umpan, umpan, umpaaan. Mending ikan yang dapat, ini kalok maling yang datang cemana? Usah pulak membopong barang-barang besar dan berat. Nanti kita tergantung bantuan orang.  

8. Beli travel insurance dari perusahaan tepercaya
 “Untuk apa bikin asuransi? Belum tentu kejadian. Kita yang rugi, tiap bulan setor uang terus,” kata salah seorang teman Abah waktu Abah mengasuransikan mobilnya.

“Kenapa pulak rugi? Asuransi itu anggap aja macam kau punya hewan ternak dan hewan ternak itu harus kau kasih makan setiap hari. Memang belum tentu kejadian, jangan sampailah. Cuma, kalau kejadian, cemana? Kita harus punya persiapan. Pikirkan masa depan,” jelas Abah panjang lebar.

Zaman kuda masih gigit besi, di mana orang-orang masih meragukan manfaat asuransi, Abah awak beda, Kawan CM. Beliau udah lumayan melek soal asuransi. Hidup kami tergolong biasa-biasa aja, namun Abah bisa punya asuransi jiwa, kesehatan, mobil, rumah, dst. Komplet. Kalau diniatkan betul-betul, insyaallah bisa!

Semakin ke sini wawasan saya semakin bertambah. Jalan-jalan alias melalak alias traveling pun ada asuransinya jugak. Istilah kerennya: travel insurance. Seandainya terjadi sesuatu yang tak kita duga di tengah jalan, asuransi akan memberikan perlindungan.

Mungkin ada yang bingung, apakah travel insurance ini sama dengan asuransi kecelakaan atau bukan? Jawabannya, jelas beda. Selain memberikan perlindungan kecelakaan, travel insurance juga memberi santunan jika terjadi keterlambatan bagasi, paspor hilang, pesawat delay, pembajakan, sakit di tempat tujuan, dst.

Mungkin Kawan CM boleh melirik MSIG travel insurance domestic atau overseas untuk melengkapi liburan. MSIG merupakan perusahaan asuransi umum patungan terbesar di Indonesia dan telah beroperasi lebih dari 40 tahun. Dijamin berpengalaman. Pada gathering blogger bersama MSIG dan Mobil123.com di The Hook Restaurant, Jakarta (6/12), disampaikan bahwa MSIG travel insurance istimewa. Kenapa? Ini beberapa alasannya.

- MSIG terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

- metode pembayaran bisa melalui bank transfer, kartu kredit, atau BCA virtual account, dll.

- premi kompetitif. Paling murah paket untuk 1–3 hari cuma Rp23 ribu per orang.

- ada perlindungan untuk isi rumah yang kebakaran.

- santunan pesawat delay itu per 3 jam, di mana asuransi lain rata-rata lebih panjang waktunya.

- kecelakaan akibat olahraga ekstrem di-cover, kecuali racing dan scuba diving.

- manfaat paket asuransi keluarga, hitungannya per kepala. Beda sama asuransi lain yang manfaatnya per keluarga. Jika sekeluarga (misal 5 orang) mengalami kecelakaan, santunan yang didapat dari MSIG Rp250 juta x 5 orang. Beda sama asuransi lain yang hanya dihitung Rp250 juta thok untuk satu keluarga.

- layanan 24 jam (WhatsApp, call center, dan toll free).

klaim mudah (reimbursement) setelah dokumen lengkap paling lama cair 2 minggu.

Dalam rangka Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional) yang jatuh setiap tanggal 12 Desember, MSIG memberikan special promo, yakni diskon 12% + 12% = 24%. Input kode MSIG1212. Promo dari 12 Desember 2018 sampai akhir tahun!
Beli online di MSIG atau melalui 021-2523852 

Gathering blogger bersama MSIG dan Mobil123.com

9. Siapkan duit secukupnya    
Kita belum tahu apakah ATM mudah dicari di destinasi wisata kita atau tidak. Siapkan duit tunai secukupnya di dalam tas kecil dan dompet.   

Naaah, itu dia tip liburan yang aman dan menyenangkan. Kawan CM punya tip lain? Share di sini, ya! :) [] Haya Aliya Zaki

Kawan CM pernah memperhatikan tak, anak-anak zaman sekarang udah pandaiii kali dari pegang gadget sampai putar musik, nonton video, atau main games? Haha cas dulu! Sulthan (7 tahun), anak bungsu awak, kayak gitu soalnya. Waktu main games di gadget, Sulthan pakai headphone supaya kakak-kakaknya tak merepet karena bising.

Sering saya khawatir karena headphone yang dipakai Sulthan itu, kan, headphone untuk orang dewasa. Tingkat volumenya belum tentu aman untuk anak-anak! Biasanya saya selalu mengecek berapa volume headphone yang sedang disetel Sulthan. Kalok kekencangan, langsung saya kecilkan. Bahaya, nanti gendang telinganya pulak kenapa-kenapa. 
    
Kabar baik, sekarang kita para orangtua tak perlu khawatir lagi. HARMAN International, perusahaan audio dari Samsung Electronics Co., Ltd. memperkenalkan JBL Jr. JBL Jr adalah produk headphone pertama JBL yang dirancang khusus untuk anak-anak. Selama lebih dari 70 tahun produk-produk JBL meningkatkan pengalaman audio orang-orang di seluruh dunia.  
Tingkat volume headphone JBL Jr insyaallah aman untuk anak-anak. Ada dua tipe, yakni dengan kabel dan tanpa kabel (wireless). Nyaman digunakan di kepala anak karena ada soft-padded headband yang mudah disesuaikan dan pastinya ada bantalan telinga empuk. Desain solid, ergonomis, dan manis. Ukuran pas untuk anak-anak berusia 3–10 tahun. Travel friendly karena punya kabel pipih anti-kusut dan gampang dilipat (ultra portable). Yay! 

So pasti saya tambah semangat hadir ke launching JBL Jr di Gramedia Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan (7/11) karena ada ... Naura! Hihi. Naura itu penyanyi cilik kesayangan Shafiyya. Meskipun Shafiyya tak hadir ke acara karena sekolah, ditunjukin foto-foto Naura aja dia udah senang luar biasa. :))

Naura, brand ambassador JBL Jr

“Sekarang ini perkembangan konten audio video sangat cepat. Bukan hanya orang dewasa yang butuh, anak-anak juga. JBL berusaha menjawab kekhawatiran orangtua dengan menghadirkan JBL Jr. Selain soal keamanan, kualitas audio jernih adalah hadiah terbaik dari JBL Jr untuk anak-anak. Nonton film, dengar musik, atau main games bakal jadi pengalaman yang menyenangkan,” jelas Grace Koh, Vice President and General Manager Lifestyle Audio Division Asia Pasific HARMAN International.

Naura, brand ambassador JBL Jr
Seperti yang awak sebutkan di atas, penyanyi cilik yang bernama lengkap Adyla Rafa Naura Ayu ini bukan sekadar memeriahkan acara. Naura dipilih menjadi brand ambassador JBL Jr karena kecintaannya pada musik. Gayanya ceria, bersemangat, dan stylish. Sosok Naura mewakili keindahan dunia anak-anak dan dunia musik. Salah dua prestasinya itu memenangi AMI Awards kategori Penyanyi Cilik Terbaik 2015 dan 2016. Tempo hari filmnya Naura & Genk Juara The Movie tayang di seluruh bioskop di Indonesia. Well, jangankan Shafiyya, saya jugak mengidolakan Naura haha. Rasanya belum ada penyanyi cilik yang kualitasnya bisa menyamai Sherina dulu, kecuali Naura.   

“Pakai headphone mama papa, kepala jadi pegal kalau kelamaan. Kadang volumenya pun ketinggian. Pakai JBL Jr enak. Aku tidak perlu setel volume tinggi-tinggi. Audionya jelas. Warna-warnanya seru!” kata Naura.







 JBL Jr
Pengin tahu klen apa lagi kelebihan JBL Jr? Fitur JBL Safe Sound memastikan batas volume maksimal 85 dB. Anak-anak bisa menikmati hiburan dengan nyaman dan aman. Bantalan telinga 3D axis secara otomatis menyesuaikan dengan ukuran telinga anak-anak. Premium and flexible cushion. Bagian telinga pun tertutup sempurna. Meski lingkungan sekitar sedang bising, audio tetap jernih berkat teknologi Passive Noice Cancellation. Tombol-tombol mudah digunakan. Satu set stiker lucu memberikan sentuhan personal pada headphone. Mantapnyooo. Berikut spesifikasi JBL Jr.

JBL JR300
- 32 mm driver size
- warna Spider Red dan Ice Blue
- harga Rp549.000,00.

JBL JR300BT (wireless)
- wireless bluetooth 4.0
- kapasitas baterai hingga 12 jam
- fitur quick charge
- warna Punky Pink, Rocker Blue, dan Topic Teal
- harga Rp899.000,00.



Awak rasa cocok jugak kalok JBL Jr dijadikan kado kekinian. Anak-anak zaman sekarang, jangankan dengar musik, nonton video, atau main games; bikin video dan upload ke Youtube pun mereka jago! Kalah bapak omaknya di rumah. Btw, awak sukalah sama JBL JR300BT yang Punky Pink, geram kali nengoknya. Bawaannya pengin langsung ngasih ke anak cewek. JBL Jr bisa dibeli di semua JBL store dan berbagai toko elektronik ternama di seluruh Indonesia. [] Haya Aliya Zaki

 Salah satu destinasi wisata impian saya itu menyambangi pantai-pantai di Yogyakarta. Pernah berniat ke Pantai Indrayanti di Gunungkidul, tapi gatot alias gagal total, Kawan CM. Soalnya kami kena macet berjam-jam di Piyungan! Mau maju tak bisa, mau balik susah. Akkk ... palak kali! Sebetulnya tak mau menyalahkan siapa-siapa kalok setiap liburan yang awak hadapi adalah macet, macet, dan macet. Tempat wisata pun dijamin penuh. Namanya jugak “liburan bersama”. Tapi, yaaa ... tetap aja KZL. Masih mending waktu kami main ke beberapa pantai di Bali. Meski suasana liburan, macetnya lalu lintas di sana masih masuk akal.  

Selain Pantai Indrayanti, saya dan keluarga mupeng sangat main ke Pantai Drini, masih di Gungungkidul. Menurut Siti Hairul (Mak Irul), blogger catatansiemak.com yang tinggal di Yogya, Pantai Drini merupakan pantai favorit wisatawan keluarga. Pasirnya putih. Seru buat snorkeling. Ada teluk asyik buat anak-anak mandi. Tak perlu bayar mahal karcis masuk. Libur Lebaran lalu, alhamdulillah anak-anak kesampaian senang-senang di Pantai Drini diajak om sama tante mereka. Saya dan suami tak ikut karena harus pulang duluan ke Jakarta. Suami selak masuk kantor. Jadiii ... jadiii ... kesimpulannya ... saya doang yang belum melalak ke pantai Yogya! :(


Anak-anak main di Pantai Drini

Satu lagi pantai cakep, yakni Pantai Baru di Bantul. Pantai ini memang belum populer, namun saya merasa perlu menyambanginya suatu saat. Di sekitar Pantai Baru menjulang puluhan menara kincir angin cantik. Berombak besar, namun pantai ini cocok untuk destinasi bersantai bersama keluarga. Di sekelilingnya banyak pohon cemara. Anak-anak dijamin girang menjajal trek berpasir pakai ATV haha.

Lain pendapat Mak Irul, lain pula pendapat Ima Satrianto (Manda), blogger tamasyaku.com yang jugak tinggal di Yogya. Pantai favorit Manda itu Pantai Wediombo. Waktu tempuh kurang lebih 3 jam dari tempat tinggalnya di Yogya utara. Selain ada air terjun dari gelombang air laut yang pecah di karang, kita pulak bisa menikmati laguna Wediombo atau kolam renang alami ketika ombak tenang. Sunset-nya jangan dikata, dijamin indah nian!

Huaaa ... fix saya harus segera liburan ke pantai di Yogya ini!   
         
            Sekali-sekali pengin rasanyo memanjakan diri liburan ke Yogya naik pesawat dan menginap di hotel. Selama ini kami selalu naik mobil pribadi ke Yogya (sekalian mudik) dan menginap di rumah saudara. Kebayang remuknya badan naik mobil. Di mana cari tukang kusuk. Coba-coba hunting tiket pesawat dan hotel, kok, agak repot, ya. Di A harga tiket pesawat lebih murah, tapi harga hotelnya lebih mahal. Di B harga hotel lebih murah, tapi harga tiket pesawatnya lebih mahal.

Oiya, baru ingat! Kenapa tak coba Traveloka? Cek, ah, apa ada yang baru di fitur aplikasinya. Biasanya saya hobi cek poin. Siapa tahu cukup untuk di-redeem haha. Selama ini saya pilih Traveloka karena mudah memesan tiket pesawat atau booking hotel via aplikasi. Contohnya liburan ke Bali April lalu. Saya booking hotel via aplikasi Traveloka.

Transaksi di Traveloka aman dengan banyak macam metode pembayaran, dari transfer ATM sampai kartu kredit. Transaksi kartu kredit di Traveloka sepenuhnya dilindungi oleh Secure Socket Layer dari teknologi resmi RapidSSL (Verisign Group). Setelah maksimal 1 jam selesai bayaran, saya akan mendapatkan konfirmasi instan dan e-ticket via email. Jika dalam waktu 1 jam klen belum menerima e-ticket, sila hubungi customer service. Jujur, ini tak pernah kejadian sama awak, semoga sama klen pun demikian. Biasanya lancar jaya aja.         

Waaah, setelah cek aplikasi Traveloka, saya baru tahu ada fitur Flight + Hotel. Traveloka membuka pemesanan tiket dan hotel dalam 1 paket! Saya tinggal memasukkan destinasi, tanggal berangkat + menginap, dan jumlah anggota keluarga yang bakal diajak. Nanti akan keluar pilihan maskapai, waktu penerbangan, dan aneka hotel yang sesuai. Ternyata, memilih paket tiket hotel Traveloka ini lebih mudah dan menghemat waktu! Amboooiii, kurang paten apa itu? Kita tak perlu lagi repot-repot memesan tiket dan hotel secara terpisah. Sekarang saya mau mengecek harganya.  

Pesan paket tiket pesawat hotel Traveloka
= Rp11.887.425,00
Pesan terpisah tiket pesawat Rp7.447.500,00 + hotel Rp5.400.000,00
= Rp12.847.500,00

Selisih Rp960.075,00 atau sekitar 7,5% lebih murah






 Harga udah termasuk pajak dan biaya-biaya lain. See, it is cheaper to book together too! Selisih hepeng hampir Rp1 juta lumayan kali itu bisa dipakai untuk wisata kuliner Yogya yang sodap!

            Yes, semoga mimpi saya melalak ke pantai di Yogya segera terwujud! Kawan CM pengin melalak ke mana dalam waktu dekat? Cobain fitur Flight + Hotel di Traveloka! Sekali lagi, lebih mudah dan menghemat waktu. Bikin simulasi dan bandingkan aja harganya dulu. Efek mupeng liburan segera, awak tak mau tanggung, yooo! :)) [] Haya Aliya Zaki