3 Tip Cetar Memotret Makanan dari Food Photographer “Captain Ruby”

Pernah tak klen melihat behind the scene aktivitas seorang food photographer, Kawan CM? Kalau ya, berarti klen tahu bahwa menjadi food photographer itu tak gampang. Selain harus punya “intuisi”, skill juga terus diasah. Sering awak tengok mereka  jungkir balik beraksi demi mendapatkan foto bagus. >.<

  Tapiii, tak gampang, bukan berarti tak bisa dipelajari. Sekarang ini saya lagi belajar jeprat jepret, terutama jeprat jepret makanan (dengan catatan: anak-anak tidak sedang teriak-teriak kelaparan haha). So, rasanya cenang cenang cenaaang waktu mendapat undangan talkshow Be a Genius Food Blogger di Senayan City, Jakarta (2/10). Narsumnya food blogger yang kini menjadi professional food photographer, Fellexandro Ruby, atau di dunia maya lebih dikenal dengan @captainruby. Btw, ini beberapa foto makanan ala ala saya di IG @ceritamelalak. Follow, yaaa. :p





Hal pertama yang paling saya ingat dari kalimat Ruby: temukan PASSION. Mungkin menemukannya bukan butuh waktu sebentar. So, berusahalah konsisten. Ruby memberi contoh dirinya sendiri. Dia senang memotret kaki, binatang, makanan, sampek cewek cantik, semua dipotret. Hingga suatu ketika, dia menelaah foto-fotonya yang tersimpan di akun medsos dan … ta-daaa … yang paling banyak adalah foto makanan! 

Captain Ruby in action

Ruby yang awalnya bekerja sebagai penjual alat-alat berat, hijrah menjadi food and travel blogger pada tahun 2009. Tawaran sponsored post mulai bermunculan. Meski begitu, Ruby tetap menjaga kontennya 80% orisinal. “Untuk blog post saya prefer seperti itu. Bebas jalan-jalan dan makan-makan pakai uang sendiri, lalu menuliskannya tanpa merasa ‘terikat’ sama siapa pun,” kata Ruby.

Pemuda berwajah oriental ini memilih mendulang rupiah (atau dolar jugak?!) melalui “turunan” kegiatan ngeblog. Sekarang dia punya agensi dan seperti yang sudah saya sebutkan di atas, menjadi professional food photographer. Ragam produk terkenal sudah memakai jasanya, antara lain Sariwangi,  Cold Pressed Juice, dan Puyo Dessert. Lalu, apa rahasia memotret makanan yang cetar dari Ruby? Langsung aja, ini dia beberapa tip yang saya rangkum.

1. Rajin bereksperimen
       Rajin bereksperimen pangkal pandai. Ruby sering bereksperimen dan memperhatikan foto-foto apa yang digemari followers-nya. Pernah dia posting foto kepiting, kopi, dan roti pisang. Berdasarkan jumlah likes, foto roti pisang paling digemari. Pernah dia posting foto black coffee dan latte art coffee. Berdasarkan jumlah likes, foto latte art coffee lebih digemari. Mungkin latte art coffe kelihatan lebih berseni. Pernah juga dia posting foto makanan dan foto dirinya sendiri. Berdasarkan jumlah likes, foto makanan lebih digemari haha. Dari melakukan macam-macam eksperimen, kita bisa mengambil kesimpulan untuk melangkah ke next step.

2. Berteman dengan jendela
Fotografi itu selalu tentang cahaya, dan cahaya yang paling oke adalah cahaya matahari. Inilah maksud dari kalimat “berteman dengan jendela”. Biasanya kita mendapatkan cahaya matahari melalui jendela taiye. Cahaya bisa dari Kiri, Kanan, dan Belakang objek. Ingat aja KKB.
“Shoot your lunch. Eat your dinner.” – Captain Ruby
Jadi, saran Ruby, kalok udah malam, tak usah lagilah jeprat jepret. Makanannya langsung dilep aja. Motret pakek flash bisa, tapi tetap kurang bagus hasilnya. 

3. Sering-sering selfie
Makjang, kenapa pulak disuruh sering selfie? Yang betol ajalah? Ih, betoool. Dengan sering-sering selfie, kita jadi hafal angle wajah kita yang paling caem yang kayak mana. Uhuk. Serong kiri pipi lebih tirus, angkat dagu hidung tampak mancung, dst. Nah, hal ini kita terapkan di makanan sebagai objek. Guess what, beda angle, story foto kita pun bisa berbeda. Tinggal pilih, story apa yang pengin kita sampaikan? Ruby memperlihatkan satu aktivitas yang dijepret dengan dua angle. Hasilnya, kesan kita memandang satu foto dengan foto yang lain jadi beda. Cok klen tengok foto-foto di bawah ini.


Story: kita sedang menyiapkan makanan

Story: makanan siap disajikan

Angle jugak tergantung dari jenis makanan yang akan dipotret. Kalok mau jepret burger, janganlah pulak dari atas. Tak nampak layer daging, keju, telur, selada, dll itu. Kalok mau jepret steak, ambil angle irisan dagingnya. Steak jadi kelihatan menggiurkan. Kek gitu kira-kira, yo. Btw, saya dapat wawasan baru lagi. Ruby  menjelaskan tentang trik memotret makanan (berasap) yang baru disajikan. Di toko-toko yang berjualan keperluan fotografi, cairan (yang menghasilkan asap) bisa dibeli. Cairan ditetes ke makanan dan asapnya bakal bertahan selama 2 menit. Background jangan putih, nanti asapnya tak kelihatan.    


    
Kawan CM yang pengin cuci mata sama foto-foto Ruby, main aja ke blog www.wanderbites.com. Khusus untuk review makanan, Ruby lebih sreg menggunakan kata “cocok” daripada “enak”. Pasalnya, tak semua makanan yang enak menurut kita, enak jugak di lidah orang lain. Kita suka makanan yang sangat manis, belum tentu orang lain jugak suka. Contoh kalimat Ruby, “Gue cocok sama menu A karena gue suka makanan yang manis banget. Elo yang gak suka makanan super-manis, gue gak saranin beli menu A.” Boleh tiru cara blogger luar me-review. Jelaskan lebih detail tentang rasa, bumbu, asal usul makanan, cara pembuatan, desain interior restoran, dll.

Percaya atau tidak, selama ini Ruby mengandalkan kamera ponsel aipun untuk memotret. Bahkan, 80% video yang doi bikin itu pakek aipun! Sekalian Ruby bagi-bagi tip memotret dengan kamera ponsel.

- Rutin bersihkan lensa. Please, cukup masa lalu sama mantan aja yang buram. Jangan lensa kamera juga ikut buram. *halah* 
- Hindari zoom ketika memotret. Nanti di-crop aja supaya foto tidak pecah.
- Klik kotak “fokus” saat sedang memotret supaya objek yang dihasilkan lebih tajam.

Acara talkshow nan keren ini diselenggarakan oleh JENIUS. JENIUS adalah aplikasi revolusioner dari BTPN yang menemani kita mengelola keuangan secara sederhana, cerdas, dan aman. Bayar tagihan, kirim uang, atur tabungan, dll dilayani 24 jam! Semua jadi satu di dalam ponsel. Udah pada paham, kan, sekarang apa-apa serba-cepat sat set sat set. JENIUS cocok untuk orang-orang era digital yang punya mobilitas tinggi. Instal di Google Play Store atau Apps Store. For more info, just click www.jenius.com.


Udah segini aja dulu, Kawan CM. Seandainya jikalau seumpama apabila (lebay) klen rasa postingan ini bermanfaat, sila di-share. Tunggu postingan selanjutnya tentang vlog dan cerita melalak yang lain. *ish, pede kali bakal ditungguin* Doakan awak tak malas nulisnya haha. Bhaiii. [] Haya Aliya Zaki 

42 Comments "3 Tip Cetar Memotret Makanan dari Food Photographer “Captain Ruby”"

  1. Tips memotret makanan yang keren ya Mba Haya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beruntung ya kita diundang ke acara ini. :D

      Delete
  2. Motret makanan itu susah susah gampang ya mbak, tapi perlu dicoba tuh tipsnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ini tip dasarlah. Dasar, tapi penting.

      Delete
  3. Bener banget bersihin lensa. Banyak yg ngeremehin. Padahal gampang, elap aja lensa kamera hape pake jilbab atau baju yg kita pake. Orang2 juga suka lupa klik fokus, padahal tinggal tap di bagian yg mau kita tajamkan gambarnya. Tapi emang moto makanan pake ponsel agak tricky sih. Paling gak kualitas ponselnya udah bagus. Iphone udah paling oke hahaha tapi mahal pisan. Saya masih pake lenovo ������

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aipun ini yang tak enak harganya ya, Lu hahaha.

      Delete
  4. Wowww keren tipsnya. Cuma harus sering2 motret biar terasah

    ReplyDelete
  5. Yuhuuui ilmu tentang foodgrafernya sangat keren.pengin nyoba latihan selfi terus akh biar tambah kece badai fotonya

    ReplyDelete
  6. Beneran cetar banget tip2 dari mas Ruby ini ya mba, simple dan applicable banget...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Orangnya juga lucu ya. Asyik cara penyampaiannya. :))

      Delete
  7. Aih, Mamak. Makasih kali sudah nulis ini. Anakmu ini suka kali poto makanan, Mamak. Bolehlah tengok2 potoku. Siapa tau cucok, lalu mau nawarin project :v. Oke Mak? Kutunggu kunjungannya Mamak :*

    ReplyDelete
  8. Wah keren banget acaranya mbk haya.
    Ternyata harus sering selfie ya biar nemuin angle kita hehe.
    Semangat selfie ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah bentar lagi timeline IG awak penuh sama mukak Bowo. :)))))

      Delete
  9. Aaahh begitu rupanya ya tips motret makanan. Awak nak cobak laaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Uniek udah jago puuun motretnya. Cemanaaa.

      Delete
  10. wah.. beruntungnya dapat ilmu dari jagonya langsung..
    coba ah ngintip2 akunnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangankan diintip, dipelototin jugak boleh, Kak. Cakep-cakep fotonya.

      Delete
  11. Wah, ternyata motret makanan berasap itu ada triknya ya.. Tak pikir emang beneran berasap, ternyata pake efek tambahan biar lebih joss ya.. Kece bener emang captain ruby yaa.. Huhuhu~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha aku juga baru tahu soal motret makanan berasap ini. 😄

      Delete
  12. Mak fotonya bikin ngiler...acaranya seru, sayang waktunya terbatas yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa waktunya pas magrib pulak. Kebetulan awak lagi gak shalat. Mungkin lain kali panitia bisa lebih pas mengatur waktunya.

      Delete
  13. fotonya asli kereeeeen...jadi pengen ikutan belajaar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Orangnya padahal masih muda, Mbak Indah. Salut sama anak-anak muda sekarang.

      Delete
  14. Kak, wanderbites itu salah satu blog kaporit ku. Aku paling sukak meratiin foto fotonya. Hahah.. :D

    Kadang gemes pengen jadi food blogger, tapi belom bisa fokus maintain dua blog. Bwekekekkk :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ntar makanan Medan ko posting terus ya Dek. Terus awak masuk UGD gara-gara ngiler over dosis. 😜

      Delete
  15. Aakkk artikelnya buat daku banget ni kak, ngga bisa motret, kudu belajar banyak.. padahal hp dah Zenfone 3 #dijitakmamak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pakek hape Zenfone 3 cakep tuh foto-fotonya, Dew. Libaaasss!

      Delete
  16. Cetar foto2nya mbaa si masnyaa yaaa.. Susah daku mah moto makanan. Diliatin bayik2 drmh hihii

    ReplyDelete
  17. Food photography memang gak gampang. Ngaturnya butuh mikir dan waktu, tapi sudah lapar juga ya kan. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hebatnya food blogger itu ya Kak kuat nahan lapar sambil jeprat jepret. :))

      Delete
  18. Mantap mom.. infonya.. Aku juga suka banget foto2 makanan.

    ReplyDelete
  19. Bener banget, cahaya alami dari sinar matahari yang melewati jendela lebih bagus ketimbang menggunakan lampu ato flash. Tipsnya kalo makan di resto ato ngopi di cafe kudu deket jendela hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betol betol betol. Makanya kata Ruby, "Bertemanlah dengan jendela."

      Delete
  20. akuu masih belajar. pengen fotonya jadi keren dan ngilerable

    ReplyDelete
  21. Pengen banget belajar kalau ada acara ginian, tapi jarang ada di daerah ku mba, jadi belajarnya niru niru heheh..ncontoh maksudnya.

    ReplyDelete

Jadilah golongan orang-orang beruntung, yakni orang-orang yang komen sesudah membaca. #eaaakkk