Awkward moment adalah sebuah kondisi di mana klen merasa canggung atas bawah depan belakang. Ibarat mau duduk susah karena di bokong muncul bisul bernanah. Mau berdiri sulit karena high heels menyiksa tumit. Mau maju nabrak dinding. Mau mundur masuk parit. – Haya Aliya Zaki (quote ala ala)
Bo’ong kalok Kawan CM bilang belum pernah mengalami awkward moment gara-gara tak ada pulsa. Iya, kan? Apalagi yang hari-hari kerjanya ngeblog dan laris manis diundang meliput sana-sini.
Saya pernah beberapa kali mengalami. Ceritanya lagi grabak grubuk live tweet di sebuah acara, eh, kuota habis! Sisa pulsa boleh dapat 2 kali SMS aja. Bingung mau beli pulsa di mana, saya langsung SMS suami.
“Aba, tolong isiin pulsa Ummi cepek sekarang, ya.”
 Sekian lama SMS tak dibalas, saya tambah panikdotcom. Udah nyusun rencana bakal merajuk seminggu. *jangan ditiru haha* Begitu ponsel bergetar, saya cepat-cepat memelototi layar. Kirain pulsa masuk, rupanya SMS dari kawan awak.
“Hay, lu salah kirim SMS?”
Alamak! Muka langsung merah padam! Rupanya saya bukan cuma butuh pulsa, melainkan jugak akua. Udahlah pulsa sekarat, pakek salah kirim SMS pulak. Malunaaa. Buru-buru minta maaf ke kawan barusan. Berharap besok-besok awak tak dijuluki blogger-mama-minta-pulsa.
Akhirnya, saya kirimi SMS dari pulsa terakhir dan satu-satunya ke suami. Entah berapa kali cek nomor jangan kejadian salah kirim lagi. Alhamdulillah, kerjaan lancar balik setelah dikirimi pulsa. Tapi, setelah itu saya mikir. Mau sampek kapan gedor-gedor suami terus? Suami memang tak mengeluh. Cuma, saya paham, dia sendiri tak kalah sibuk sama kerjaan kantornya. Istri macam apa saya iniii?! Hah? Hah? Hah? *deramah*
Berikutnya, waktu acara workshop Fun Blogging di Semarang. Saya, Ani, dan Shinta ganti-gantian pegang akun Twitter @FunBloggingID untuk retweet dan reply tweet dari peserta workshop. Giliran saya, sinyal lemot. Tanya kanan kiri, sinyal mereka no problemo. Lah, kesimpulannya, sinyal di sini cuma sentimen sama saya, gitu? Rasanya pengin jambak-jambak rambut indah ini. Daaan, jangan ketawa klen, ya. Satu jam kemudian awak baru nyadar. Ternyata, bukan sinyal yang lemot, melainkan kuota inet yang habis! Tolong, Inaaang! Workshop masih lama. Awak mesti cari pulsa di mana?   
Saat liputan, saya dan gadget tak terpisahkan (credit: travelerien.com)
 Belajar dari pengalaman tak enak, saya melakukan hal-hal berikut.
1. Cermat memilih paket data
            Sepakat jika disebut bahwa tarif berkomunikasi sekarang beda sangat dengan belasan tahun lalu. Operator berlomba-lomba memberikan tarif murah meriah memesonah. Namun, pastikan paket data yang kita pilih memang sesuai dengan kebutuhan. Tak kuat bergadang, hindari memilih paket diskonan tengah malam. Jarang SMS, jangan memilih paket gratis ratusan SMS. Tengok apakah paket bonus (jika ada) yang dijanjikan tak bikin kita malah banting tulang untuk mendapatkannya.     
2. Cek pulsa secara teratur
            Live tweet atau live blog merupakan bagian dari kerjaan blogger yang diundang ke event. Apa dah jadi kalok kuota habis? Konon pulak situasinya urung memungkinkan kita membeli pulsa dadakan. So, cek semua secara teratur. Dengan demikian, kita bisa ancang-ancang kapan perlu beli pulsa lagi. Seandainya tiba-tiba pulsa raib tanpa sebab musabab pun kita dapat cepat menelusuri.
3. Hemat pulsa
            Urusan menelepon, selama ini saya mengusahakan telepon-teleponan ke mereka yang operatornya sama. Beda operator, saya pakek Whatsapp call. Syukur-syukur bisa numpang wifi di mana gitu haha. Palingan yang jadi masalah ketika sinyal sedang tulalit atau daerah kita belum ter-cover jaringan internet yang cukup baik. Kualitas menelepon berkurang. Nonaktifkan fitur-fitur yang jarang digunakan di ponsel. Sikit banyak pada nyedot pulsa itu.
4. Beli pulsa online di Tokopedia Pulsa
 Ada cara kekinian dan gampang untuk membeli pulsa (dan paket data), yakni membeli pulsa online di Tokopedia Pulsa. Tersedia pulsa Rp25 ribu–Rp1 juta. Kira-kira pulsa udah mau habis, mari kita capcus ke sini. Tinggal masukin nomor, pilih nominal pulsa, dan bayaran. Pulsanya langsung masuk, tak pakek lama. Duduk manis aja di rumah, mana ini lagi musim hujan yekan. Suami di kantor dijamin tentram kerja haha. Insya Allah membeli pulsa online di Tokopedia Pulsa aman. Harga pulsa murah dibandingkan harga yang di konter-konter. 

Acem, Kawan CM? Punya awkward moment ketika klen habis pulsa? Pasti seru lucu bikin geram-geram kek mana gitu. Terus, apa yang kalian lakukan? Boleh cerita di sini, yok! [] Haya Aliya Zaki

Pernah tak Kawan CM membayangkan bahwa di balik sebuah pementasan yang berdurasi 2,5 jam, ada perjuangan selama berbulan-bulan untuk mempersiapkannya? Bukan sesuatu yang mudah, apalagi sampai melibatkan 100 talent (termasuk talent anak-anak)! Nah, kali ini saya dkk blogger berkesempatan menyaksikan behind the scene drama musikal Khatulistiwa di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta (18/10). Apa dan bagaimana drama musikal Khatulistiwa, klen boleh baca dulu di SINI.
Selain blogger, adek-adek dari Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Trisakti, SMA 70, dan SMA 11 juga hadir di TKP. Kita semua memang perlu terus belajar mengingat dan memaknai sejarah. Rencananya kami bakal mendapat semacam mini workshop dari Asep Kambali (Sejarawan) dan ulik-ulik lebih dalam behind the scene dari Adjie N.A (sutradara), Auguste Soesastro (penata kostum), Ifa Fachir (penata musik), serta Teuku Rifnu Wikana (talent).  



Asep Kambali
            “Kalau kalian sayang kepada seseorang pastilah kalian mengingat namanya, bahkan arti namanya. Lalu, apakah kalian masih mengingat nama-nama pahlawan kita?” tanya Asep sore itu.
Asep Kambali

            Well, pertanyaan ini cukup menyentak kami. Banyak wawasan dasar yang tidak kami ketahui, padahal ngakunya cinta negeri dan para pahlawan. Kami tak sanggup menyebutkan nama-nama pahlawan di duit lembaran. Di antara beberapa pertanyaan ini, saya cuma bisa jawab satu. Alamak! Kalok klen bisa jawab lebih dari satu, awak ucapkan selamat!
1. Apa arti kata “Indonesia”? 
- Indonesia berasal dari hahasa Yunani, yakni Indu (Hindia) dan Nesia (pulau).
2. Apa arti kata “pahlawan”?
-  Predikat pahlawan diberikan hanya kepada orang yang berjasa kepada negeri dan SUDAH WAFAT. Pahlawan = pahala + wan (orang yang berpahala). Kalau masih hidup, belum bisa diberikan predikat pahlawan. Kenapa? Siapa tahu nanti dia terlibat kasus korupsi, perampokan, dll, who knows. Jadi, pahlawan itu seseorang yang harum terus namanya sampai dia wafat nanti. Seandainya ada orang yang masih hidup dan disebut-sebut sebagai pahlawan pariwisata, pahlawan devisa, dll, itu sekadar julukan. 
3. Apa kepanjangan “TB” dari nama pahlawan TB. Simatupang?
- Tahi Bonar.
4. Rasuna Said laki-laki atau perempuan?
- Perempuan (cuma ini jawaban yang saya tahu)
5. Apa arti nama jalan “Salemba”?
- Salemba berasal dari nama pemuda lulusan pertama Fakultas Kedokteran UI, yakni Salim, BA.
            Peran pahlawan amat penting karena tanpa mereka, nonsens kita mengecap manisnya kemerdekaan. So, mentang-mentang pelajaran sejarah dianggap membosankan, kita jadi malas mencari tahu. Pesan Asep, jangan sampai generasi muda lupa sejarah. Nanti tidak ada lagi rasa memiliki terhadap negeri. Masing-masing daerah sibuk ingin memisahkan diri. Siapa yang akan meneruskan cita-cita luhur pahlawan yang telah gugur? Seram!

Adjie N.A (sutradara)
            Tantangan menjadi sutradara drama musikal yang diisi 100 talent tentu banyak. Tidak semua talent bisa menyanyi dan menari. Sutradara harus mengenali kemampuan semua talent. Talent siapa cocoknya ditempatkan di adegan mana. Makanya perlu latihan berbulan-bulan. Mereka latihan setiap Selasa–Kamis pukul 17.00–23.00 wib. Tantangan lain, mengarahkan talent anak-anak. Tahu sendiri, anak-anak sulit dipaksa. Fyi, akting anak-anak di sini sangat natural, beda 180o sama akting anak-anak di sinetron. :p Salut awak. Katanya, meski sedang UTS, mereka tetap semangat berlatih.

Auguste Soesastro (penata kostum)
            Ini pengalaman pertama Auguste mendesain kostum untuk drama musikal. Surprais mendengar penuturan Auguste bahwa semua kostum tidak memiliki kancing, melainkan perekat saja! What?! Begini, proses ganti kostum di belakang panggung itu berlangsung super-kilat. Semua kostum harus dapat ditanggalkan dalam waktu 2 detik! Tap tap! Lalu, talent lanjut memakai kostum berikutnya. Auguste memberi warna khas untuk kostum setiap daerah. Misal, kostum Makassar warna marun, kostum Aceh warna abu-abu, kostum tentara Belanda warna cokelat, dst. Cobak klen bayangkan kalau kostumnya warna-warni tanpa konsep jelas seperti ini, apa tak pingsan penata kostumnya mengenali satu-satu taiye.   

Ifa Fachir (penata musik)
            Sama seperti Auguste, ini juga kali pertama bagi Ifa menata musik sebuah drama musikal. Ada 3 perkara yang diatur, yakni aria (lagu yang dinyanyikan), libretto (dialog yang dinyanyikan), dan scoring (musik yang mengiringi adegan). Ingat film The Sound of Music? Kira-kira seperti itulah contohnya. Btw, saya merinding saat mendengar langsung Sita Nursanti (mantan vokalis grup Rida Sita Dewi) bernyanyi. Duh, waktu kecil makan apa, Mbak? Suaranya merdu asli tanpa rekayasa!     

Teuku Rifnu Wikana (talent)

            Rifnu bukan pendatang baru di dunia akting. Dia pernah berperan sebagai Pak Bakri dalam film Laskar Pelangi (2008) dan Joko Widodo dalam film Jokowi (2013). Di drama musikal Khatulistiwa, Rifnu berperan sebagai H.O.S Cokroaminoto. Sebelum latihan, saya melihat Rifnu latihan fisik di luar ruangan. Jempol! Kata Rifnu, yang paling sulit itu bernyanyi karena dia bukan penyanyi haha. Fals sikit langsung ketahuan. Jangankan aria, untuk libretto aja Rifnu harus bekerja keras. Tapiii, saya yakin ikhtiar tidak akan mengkhianati hasil. Saat latihan, saya melihat libretto pemuda asal Siantar ini mantap kaliii! Klen bisa menontonnya di video di berikut.     

Teuku Rifnu Wikana (kiri)



Kawan CM, jangan lupa tanggal mainnya. Drama Musikal Khatulistiwa: Jejak Langkah Negeriku 19–20 November 2016 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Tiket bisa dibeli di www.kiostix.com mulai dari sekarang. Pantau di website Musikal Khatulistiwa dan semua medsos mereka.

Bagi saya, menyaksikan behind the scene drama musikal Khatulistiwa merupakan pengalaman berharga. Saya jadi lebih mengapresiasi karya anak bangsa. Konon pula karya ini dibuat demi kemaslahatan umat yekan. Anak-anak diharapkan lebih senang belajar sejarah. Hasil penjualan tiket diperuntukkan membuat ratusan keping DVD Film Khatulistiwa (berisi dokumenter drama musikal Khatulistiwa, infografis sejarah Indonesia, dan rekaman lagu-lagu Indonesia di pertunjukan drama musikal Khatulistiwa). DVD bakal disebarkan GRATIS ke sekolah-sekolah di berbagai daerah di Indonesia. Yuk, jangan sampai ketinggalan. Insya Allah kita ketemu bulan depan di TIM, yo! :) [] Haya Aliya Zaki
             

Hari Minggu kemarin saya dkk blogger diundang menghadiri gathering yang diadakan oleh kiwi Zespri di Tanamera Coffe, Kebayoran baru, Jakarta. Nuansa hijau-hijau di TKP cantek sangat! Bikin mata segeeerrr. Kiwi dan berbagai makanan olahannya ditata sedemikian rupa dan pastinya cocok jadi objek foto yang instagramble! Weisss, udah cukup kekinian belum cakap awak barusan? :p
Puding kiwi

Kiwi croissant

Vietnamese fresh spring roll

Acara diisi oleh dr. Fiastuti Witjaksono, MSc., MS., SpGK. (dokter spesialisasi gizi klinik) dan Anastasia Damayanti (Marketing Manager Zespri Indonesia). Info dari beliau berdua bisa kawan CM simak di postingan Kiwi Itu Sweeter Than You Think. Yang tak awak sangka-sangka dan tak awak duga-duga adalah hadir jugak couple food blogger MyFunFooDiary; Mbak Mullie Marlina dan Mas Andy Pau! Apa hal mereka ada di sanaaa?
MyFunFooDiary

Oi makjaaang, rupanya kawan berdua niy mau sharing tip memotret makanan menggunakan kamera ponsel. Kenapa kamera ponsel? Soalnya, ke mana-mana, kan, kita nenteng ponsel. Tinggal cekrek cekrek aplot! Asli, mendadak saya merasa jadi orang paling beruntung di dunia (bukan lebaaay). Kebetulan lagi semangat-semangatnya belajar, tempo hari dapat ilmu memotret makanan dari Captain Ruby dan sekarang dari MyFunFooDiary. Mereka kesohor karena karya-karya berkualitas mereka. Bukan sekadar omdo kasih tip ina inu alias omong doang. Sekarang saya pengin share ke Kawan CM. Siapa tahu jadi amal jariyah yekan. *benerin kerudung instan lima ribuan* Langsung aja, mari kita tilik satu per satu tipnya. 
1. Passion
            Yeeesss, semua bermula dari passion. Kenali passion klen masing-masing. Apakah klen senang memotret makanan, memotret orang, atau apa? Kalau jadi food blogger mestinya senang memotret makanan. Kalau jadi wedding photographer mestinya senang memotret orang, dst. Jangan dipaksain. Segala sesuatu yang dipaksain hasilnya bakal tak baeeek. 
2. Kamera ponsel yang mumpuni
            Orang bilang foto bagus bukan tergantung dari kameranya, tapi dari man behind the camera. Oke, kalimat tersebut tak ada salahnya. Hanya, kamera yang mumpuni tentu kita butuhkan untuk support kegiatan memotret kita. Pilihlah ponsel yang kameranya udah mengikuti kemajuan teknologi. Kalau bisa yang ada fitur edit foto seperti brightness, exposure, saturation, dll. Jangan pulak ngakunya mau serius menekuni dunia food blogging, tapi yang dipakek kamera ponsel nokiye yang sejuta umat tahun 2000. Apa kata dunia. Modal sikitlah.

3. Tripod (jika perlu)
            Tripod atau kaki tiga merupakan salah satu perangkat penting untuk aktivitas memotret. Gunanya untuk menahan ponsel. Kenapa harus pakai tripod? Bukankah masih ada tangan yang bisa memegang ponsel? Iya, iya, tapi tangan kita, kan, juga bisa lelaaah. Saya pernah merasakan tangan gemeteran karena lelah. Ponsel yang dipegang jadi shaking sana-sini. Alhasil foto (dan video) blur. Dengan memakai tripod, kita tetap dapat mengambil gambar dalam kondisi stable (baca dengan gaya mentel: steiiiibel) a.k.a stabil.

4. Cahaya natural
          Cahaya yang paling disarankan oleh couple MyFunFooDiary adalah cahaya matahari pagi (sebelum pukul 12.00 wib ) dan matahari sore (sebelum pukul 18.00 wib). Kalau matahari pukul 12.00 ini cahayanya terlampau “keras”. Kurang bagus untuk foto.  Kalau bisa jangan pakai flash. Nanti warna asli objek tak jelas cemana. No digital zoom. Foto bakal banyak noise.

5. Mainkan warna
            Nah, ini penting. Mbak Mullie memperlihatkan foto semangkuk mi instan di IG mereka. Sebenarnya mi instan itu objek biasa, ya. Mesti pandai pandai kita menyiasati foto supaya apik. MyFunFooDiary menambahkan sayur (hejo), bawang (ungu), telur rebus (dibelah dua) setengah matang (kuning), dll supaya mi instan tampak “berwarna”. Hasilnya? Mi instan yang tadinya biasa-biasa aja jadi tampak cetar manis manjaaa. 



6. Mix and match property
            Jangan takut bereksperimen dengan properti. Klen bisa menambahkan talenan, tempat lada, sendok, atau bumbu dapur di sekitar makanan yang akan dipotret. Sebelumnya siapkan dulu semua propertinya. Masa pulak pas makanan udah jadi baru properti dicari-cari, mana carinya jauh kali sampai ke Pajak Petisah Medan. 



7. Gunakan kelipatan ganjil!
            Saya enggak tahu ini udah ada risetnya atau kek mana. Sepertinya ini pengalaman MyFunFooDiary menjadi food blogger selama sekian waktu. Gunakan kelipatan ganjil maksudnya wadah makanan atau properti di foto jumlahnya ya 1, 3, atau 5. Kalau 7 udah kebanyakan woi. Contoh, cabe jumlahnya 3 atau 5. Pokoknya serba kelipatan ganjil. Lebih sedap dipandang daripada yang kelipatan genap, katanya.   

8. Eksplorasi aplikasi edit foto
Mari bereksplorasi dengan aplikasi edit foto, seperti fitur editan yang ada di Instagram, Snapseed, PicsArt, dll. Bikin warna stroberi lebih merah, warna kayu lebih cokelat, semua oke. 

9. Praktik, praktik, dan praktik!
            Mau dijejali teori sebanyak apa pun, kalok tak mau praktik, awak mau bilang apa. Rajin-rajinlah praktik. Cobak memotret dari berbagai angle, cobak mainkan warna, cobak mix and match property, dst. 
            Semoga bermanfaat, yo. Sila share tip lain memotret menggunakan kamera ponsel di kolom komentar. Boleh dari food blogger atau food photographer favorit klen atau berdasarkan pengalaman sendiri. Kita belajar sama-sama, yoook! [] Haya Aliya Zaki

cakap = ngomong
pajak = pasar
mentel = centil

“Jika ingin menghancurkan suatu bangsa, musnahkan ingatan sejarah dari generasi mudanya.” – Asep Kambali, Sejarawan


“Bu, boleh tak saya absen besok?” tanya saya memelas.
“Kenapa, Haya? Besok kita, kan, mau nonton film rame-rame di bioskop?” tanya Bu Guru.
Saya menunduk, lesu memandangi ujung sepatu. “Bukannya tahun lalu saya udah nonton, Bu–”
“Setiap akhir bulan September kita harus nonton film ini supaya kita ingat sejarah,” potong Bu Guru.  
*ambles ke tanah MODE ON*
            Demikian percakapan antara saya dan bu guru puluhan tahun silam. Mungkin klen jugak masih hafal film apa yang saya maksud, Kawan CM. Berasa dapat mimpi buruk setiap jelang akhir bulan September! Adegan penyiksaan demi penyiksaan seperti wajah disilet, luka disiram air garam, dan kuku dicongkel pakek tang, bermain di kepala. Belum lagi adegan orang histeris sambil meraup darah dan darahnya diselemakkan ke muka. Terus, ditimpali dialog yang horornya paling kesohor, “Darah itu merah, Jenderal!” Ampon, Maaakkk! :((
            Sejak jadi ibu, saya jadi benar-benar mikir. Beginikah cara yang tepat untuk mengajak anak-anak belajar dan mengingat sejarah? Oh my God, please. Untung sekarang tidak ada kewajiban nonton film sadis kayak zaman saya SD dulu!
            Soal ini, anak-anak kekinian boleh bersyukur. Apa pasal? Awak kasih tahu, ya. Ada kabar gembira dari tim produksi sebuah drama musikal yang digawangi Tiara Josodirdjo, Founder Josodirdjo Foundation. Sejak 9 tahun yang lalu Tiara punya mimpi membuat pertunjukan “ramah anak” bertema kepahlawanan. “Saya agak miris melihat kurangnya semangat anak-anak sekarang belajar sejarah. Mereka tidak tahu nama-nama dan apa aja kiprah pahlawan dari negeri mereka sendiri,” ucap Tiara pada acara konferensi pers di La Moda Cafe, Plaza Indonesia, Jakarta (4/10). Bersama ZigZag Indonesia, awal tahun 2016 mimpi itu berusaha diwujudkan. Tiara berterima kasih kepada para sahabat yang telah mengingatkannya. Sebelumnya, Tiara sukses membuat acara sosial tentang seni dan budaya; Pertunjukan Bawang Merah Bawang Putih dan Kampung Anak Indonesia (2012). 

 
            Tiara tak gentar menghadapi kendala utama, yakni dana. Tapi, kata orang, kalok udah rezeki, tak bakal ke mana. Niat Tiara disambut baik oleh PT. Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga). Rupa-rupanya proyek ini dianggap klop dengan misi CIMB Niaga yang terus mendukung upaya demi kemajuan bangsa. Selain CIMB Niaga, Sun Life Financial Indonesia juga ikut mendukung.
Drama musikal tersebut diberi nama Drama Musikal Khatulistiwa: Mengenal Jejak Langkah Negeri. Nama “Khatulistiwa” merujuk pada negara Indonesia yang mendapat julukan Negeri Zamrud Khatulistiwa. Dari julukannya aja udah kebayang indahnya Indonesia dengan lanskap hijau hutannya dari Sabang sampai Merauke.
            Drama musikal Khatulistiwa membawa cerita perjuangan pahlawan mulai dari era perdagangan VOC sampai detik-detik mereka meraih kemerdekaan Indonesia. Alur ceritanya jelas dan bermuatan edukasi, bukan sekadar nyanyian dan tarian entah hapa hapa. Dengar-dengar, ada beberapa cerita yang selama ini mungkin belum terlalu familiar di telinga kita. Misal, Cut Gambang yang melanjutkan perjuangan ibunya, Cut Nyak Dhien. Atau, Putri Lopian yang ikut berjuang bersama ayahnya, Sisingamangaraja XII, dan akhirnya wafat pada usia 17 tahun.     
            Menurut Asep Kambali, sejarawan yang terlibat, menghadirkan drama musikal Khatulistiwa merupakan cara yang paling bermartabat dan bermanfaat dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia maupun Hari Pahlawan Nasional. “Selama ini kita cuma heboh sama lomba panjat pinang, makan krupuk, dan balap karung. Lomba panjat pinang itu melambangkan kita sedang dijajah. Lomba makan krupuk melambangkan kemelaratan. Lomba balap karung melambangkan sistem tanam paksa,” jelas Asep. Alamak, iyakah? Anyway, terlepas dari artinya, saya senang-senang aja kalok lomba-lomba itu diadakan setiap agustusan. Seru! Dan, saya jugak setuju kalok menghadirkan drama musikal Khatulistiwa merupakan ide yang luar biasa! :)    
            Setelah menonton, Tiara berharap, generasi muda semakin cinta Tanah Air dan termotivasi berkontribusi positif untuk negeri. Berjuang tidak harus memanggul senjata. Kita bisa berkarya sesuai bidang kita masing-masing dengan menjadikan karakter pahlawan masa lampau sebagai teladan. 

Tiara Josodirdjo dari Josodirdjo Foundation

Sutradara Adjie N.A menjabarkan bahwa penonton bakal disuguhkan hampir 50 lagu Indonesia, mulai dari lagu nasional, lagu anak, sampai lagu daerah. Tariannya juga pastinya. Tarian Nusantara yang paten-paten itulah. Tak tanggung-tanggung sekitar 100 talent tampil di sini! Nyanyian, tarian, akting semua komplet. Sebagian dari talent adalah aktor top, antara lain Rio Dewanto, Tika Bravani, Epy Kusnandar, dan Sita ‘RSD’. Satu aktor memerankan lebih dari satu tokoh. Contoh, Rio Dewanto. Dia memerankan tokoh Sisingamangaraja XII dan Ki Hajar Dewantara sekaligus. Jadi orang Batak dan Jawa dalam satu waktu, bukan gampang bah. Logatnya aja udah beda kali. Kayak mana usaha Rio mendalami kedua peran tersebut?
“Saya belajar sejarah (lagi) dari buku, internet, dan ngobrol-ngobrol dengan teman-teman yang berasal dari Sumatera Utara dan Jawa Tengah. Belajar bahasa juga. Bahkan sampai saat ini saya masih terus belajar,” cerita Rio.

Rio Dewanto

Mini drama musikal Sulthan Hasanuddin

Tim drama musikal Khatulistiwa



    Nah, udah puas awak merepet. Sekarang klen catat tanggal mainnya. Drama Musikal Khatulistiwa: Jejak Langkah Negeriku 19–20 November 2016 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Tiket bisa dibeli di www.kiostix.com mulai dari sekarang. Info lebih lanjut, pantau di Musikal Khatulistiwa dan semua medsos mereka.
Oiya, mupeng tiket gratis? Yok, ikut lomba berhadiah action cam dan tiket drama musikal Khatulistiwa! Ceritakan hal yang udah klen lakukan untuk diri sendiri, keluarga, sahabat, pasangan, dan lingkungan sekitar yang membuat klen layak disebut PAHLAWAN melalui video. Usah bimbang usah ragu usah lara, at least, kita semua pahlawan bagi diri kita sendiri, bukan? Upload video di microsite #AksidariHati.
            Acem, berminat menonton? Awak bukan lagi jualan kecap, tapi dijamin klen termasuk golongan kaum yang beruntung seandainya menonton pertunjukan ini. Alih-alih ketakutan (kayak saya dulu), anak-anak malah terhibur. Kapan lagi mengajak generasi muda belajar dan mengingat sejarah dengan cara yang menyenangkan? Botul? Apalagi kalok klen tahu bahwa hasil dari penjualan tiket bakal jadi modal untuk acara sosial. Rencananya akan dibikin ribuan keping DVD Film Khatulistiwa (berisi dokumenter drama musikal Khatulistiwa, infografis sejarah Indonesia, dan rekaman lagu-lagu Indonesia di pertunjukan drama musikal Khatulistiwa). DVD disebarkan GRATIS ke sekolah-sekolah di seluruh penjuru Indonesia. Ya, mereka tidak seberuntung kita yang bisa menonton langsung drama musikal Khatulistiwa di Ibu Kota. Alhamdulillah, tim produksi berkenan mengabadikannya dalam bentuk DVD. Salut!
             Sampai jumpa di pementasan drama musikal Khatulistiwa bulan depan, yo! Kami sekeluarga udah tak saaabar pengin nonton! Klen jugak, kan? [] Haya Aliya Zaki
Pernah tak klen melihat behind the scene aktivitas seorang food photographer, Kawan CM? Kalau ya, berarti klen tahu bahwa menjadi food photographer itu tak gampang. Selain harus punya “intuisi”, skill juga terus diasah. Sering awak tengok mereka  jungkir balik beraksi demi mendapatkan foto bagus. >.<

  Tapiii, tak gampang, bukan berarti tak bisa dipelajari. Sekarang ini saya lagi belajar jeprat jepret, terutama jeprat jepret makanan (dengan catatan: anak-anak tidak sedang teriak-teriak kelaparan haha). So, rasanya cenang cenang cenaaang waktu mendapat undangan talkshow Be a Genius Food Blogger di Senayan City, Jakarta (2/10). Narsumnya food blogger yang kini menjadi professional food photographer, Fellexandro Ruby, atau di dunia maya lebih dikenal dengan @captainruby. Btw, ini beberapa foto makanan ala ala saya di IG @ceritamelalak. Follow, yaaa. :p





Hal pertama yang paling saya ingat dari kalimat Ruby: temukan PASSION. Mungkin menemukannya bukan butuh waktu sebentar. So, berusahalah konsisten. Ruby memberi contoh dirinya sendiri. Dia senang memotret kaki, binatang, makanan, sampek cewek cantik, semua dipotret. Hingga suatu ketika, dia menelaah foto-fotonya yang tersimpan di akun medsos dan … ta-daaa … yang paling banyak adalah foto makanan! 

Captain Ruby in action

Ruby yang awalnya bekerja sebagai penjual alat-alat berat, hijrah menjadi food and travel blogger pada tahun 2009. Tawaran sponsored post mulai bermunculan. Meski begitu, Ruby tetap menjaga kontennya 80% orisinal. “Untuk blog post saya prefer seperti itu. Bebas jalan-jalan dan makan-makan pakai uang sendiri, lalu menuliskannya tanpa merasa ‘terikat’ sama siapa pun,” kata Ruby.

Pemuda berwajah oriental ini memilih mendulang rupiah (atau dolar jugak?!) melalui “turunan” kegiatan ngeblog. Sekarang dia punya agensi dan seperti yang sudah saya sebutkan di atas, menjadi professional food photographer. Ragam produk terkenal sudah memakai jasanya, antara lain Sariwangi,  Cold Pressed Juice, dan Puyo Dessert. Lalu, apa rahasia memotret makanan yang cetar dari Ruby? Langsung aja, ini dia beberapa tip yang saya rangkum.

1. Rajin bereksperimen
       Rajin bereksperimen pangkal pandai. Ruby sering bereksperimen dan memperhatikan foto-foto apa yang digemari followers-nya. Pernah dia posting foto kepiting, kopi, dan roti pisang. Berdasarkan jumlah likes, foto roti pisang paling digemari. Pernah dia posting foto black coffee dan latte art coffee. Berdasarkan jumlah likes, foto latte art coffee lebih digemari. Mungkin latte art coffe kelihatan lebih berseni. Pernah juga dia posting foto makanan dan foto dirinya sendiri. Berdasarkan jumlah likes, foto makanan lebih digemari haha. Dari melakukan macam-macam eksperimen, kita bisa mengambil kesimpulan untuk melangkah ke next step.

2. Berteman dengan jendela
Fotografi itu selalu tentang cahaya, dan cahaya yang paling oke adalah cahaya matahari. Inilah maksud dari kalimat “berteman dengan jendela”. Biasanya kita mendapatkan cahaya matahari melalui jendela taiye. Cahaya bisa dari Kiri, Kanan, dan Belakang objek. Ingat aja KKB.
“Shoot your lunch. Eat your dinner.” – Captain Ruby
Jadi, saran Ruby, kalok udah malam, tak usah lagilah jeprat jepret. Makanannya langsung dilep aja. Motret pakek flash bisa, tapi tetap kurang bagus hasilnya. 

3. Sering-sering selfie
Makjang, kenapa pulak disuruh sering selfie? Yang betol ajalah? Ih, betoool. Dengan sering-sering selfie, kita jadi hafal angle wajah kita yang paling caem yang kayak mana. Uhuk. Serong kiri pipi lebih tirus, angkat dagu hidung tampak mancung, dst. Nah, hal ini kita terapkan di makanan sebagai objek. Guess what, beda angle, story foto kita pun bisa berbeda. Tinggal pilih, story apa yang pengin kita sampaikan? Ruby memperlihatkan satu aktivitas yang dijepret dengan dua angle. Hasilnya, kesan kita memandang satu foto dengan foto yang lain jadi beda. Cok klen tengok foto-foto di bawah ini.


Story: kita sedang menyiapkan makanan

Story: makanan siap disajikan

Angle jugak tergantung dari jenis makanan yang akan dipotret. Kalok mau jepret burger, janganlah pulak dari atas. Tak nampak layer daging, keju, telur, selada, dll itu. Kalok mau jepret steak, ambil angle irisan dagingnya. Steak jadi kelihatan menggiurkan. Kek gitu kira-kira, yo. Btw, saya dapat wawasan baru lagi. Ruby  menjelaskan tentang trik memotret makanan (berasap) yang baru disajikan. Di toko-toko yang berjualan keperluan fotografi, cairan (yang menghasilkan asap) bisa dibeli. Cairan ditetes ke makanan dan asapnya bakal bertahan selama 2 menit. Background jangan putih, nanti asapnya tak kelihatan.    


    
Kawan CM yang pengin cuci mata sama foto-foto Ruby, main aja ke blog www.wanderbites.com. Khusus untuk review makanan, Ruby lebih sreg menggunakan kata “cocok” daripada “enak”. Pasalnya, tak semua makanan yang enak menurut kita, enak jugak di lidah orang lain. Kita suka makanan yang sangat manis, belum tentu orang lain jugak suka. Contoh kalimat Ruby, “Gue cocok sama menu A karena gue suka makanan yang manis banget. Elo yang gak suka makanan super-manis, gue gak saranin beli menu A.” Boleh tiru cara blogger luar me-review. Jelaskan lebih detail tentang rasa, bumbu, asal usul makanan, cara pembuatan, desain interior restoran, dll.

Percaya atau tidak, selama ini Ruby mengandalkan kamera ponsel aipun untuk memotret. Bahkan, 80% video yang doi bikin itu pakek aipun! Sekalian Ruby bagi-bagi tip memotret dengan kamera ponsel.

- Rutin bersihkan lensa. Please, cukup masa lalu sama mantan aja yang buram. Jangan lensa kamera juga ikut buram. *halah* 
- Hindari zoom ketika memotret. Nanti di-crop aja supaya foto tidak pecah.
- Klik kotak “fokus” saat sedang memotret supaya objek yang dihasilkan lebih tajam.

Acara talkshow nan keren ini diselenggarakan oleh JENIUS. JENIUS adalah aplikasi revolusioner dari BTPN yang menemani kita mengelola keuangan secara sederhana, cerdas, dan aman. Bayar tagihan, kirim uang, atur tabungan, dll dilayani 24 jam! Semua jadi satu di dalam ponsel. Udah pada paham, kan, sekarang apa-apa serba-cepat sat set sat set. JENIUS cocok untuk orang-orang era digital yang punya mobilitas tinggi. Instal di Google Play Store atau Apps Store. For more info, just click www.jenius.com.


Udah segini aja dulu, Kawan CM. Seandainya jikalau seumpama apabila (lebay) klen rasa postingan ini bermanfaat, sila di-share. Tunggu postingan selanjutnya tentang vlog dan cerita melalak yang lain. *ish, pede kali bakal ditungguin* Doakan awak tak malas nulisnya haha. Bhaiii. [] Haya Aliya Zaki