Film "Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea" Bikin Baper

"Kamu mencuri mimpiku, tapi aku suka kamu yang mencuri mimpi aku." - Rania

Maaf, ya, Kawan CM kalok judul postingannya terkesan alay. Saya tak bisa bikin judul postingan yang lebih bagus selain ini hahaha! Soalnya filmnya bikin baper betoool!

Jelang Lebaran 2016 bioskop kita semarak oleh jembrengan film Indonesia, antara lain Rudy Habibie, Sabtu Bersama Bapak, Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea (Jilbab Traveler LSIK), dan Koala Kumal. Di antara jembrengan film Indonesia ini, saya dan suami memilih nonton Jilbab Traveler LSIK terlebih dahulu di 21 Center Point Mall, Medan (5/7).


Alasannya?

Pertama, kami ingin melihat scene pemandangan salju di Korea hag hag hag. Siapa tahu bisa ke sana bareng. Aamiin! Kedua, kami ingin menikmati kembali akting keren Morgan Oey. Yap, soalnya kami kadung kesengsem sama akting pemuda bermata sipit ini sejak nonton film Assalamualaikum Beijing. So, big no no kalau sampai melewatkan film terbarunya. Ketiga, trailer filmnya saya suka. Diawali dengan cerita tentang Ibnu Bathuthah, penjelajah muslim yang menjadi rujukan dunia. Saya bukan traveler, tapi kalimat pembuka trailer-nya somehow bikin hati saya bergetar. Alamak!   


Jujur, saya belum baca novel Jilbab Traveler LSIK. Jadi tak ada ekspektasi apa-apa sebelum nonton. Ketika novel ini terbit, saya malah mbatin, mungkin Mbak Asma Nadia sekadar mengikuti tren anak muda yang sedang gandrung-gandrungnya dengan K-Pop. Namun, setelah menonton filmnya, saya menarik kuat-kuat prasangka saya. Kenapa? Dengar-dengar, cerita Jilbab Traveler LSIK merupakan semi biografi Mbak Asma. Dengar-dengar, tokoh Hyun Geun itu memang EKSIS! Okelah, supaya lebih enak cakap-cakapnya, saya langsung ke sinopsis cerita ala ala saya aja, ya.

Rania Timur Samudra (Bunga Citra Lestari) kerap melanglang buana hingga suatu ketika ayahnya jatuh sakit. Di sela-sela sakitnya, ayah Rania mengulang harapan-harapannya. Beliau ingin Rania menjadi “mata dan kakinya” untuk melihat dunia. Melalui traveling, Rania bisa berbagi ilmu dan kasih kepada orang banyak.

“Sarjana bukan satu-satunya sayap agar kau bisa keliling dunia, Rania.”

Di sini saya mencoba memaknai kalimat ayah Rania. Meski belum membaca novel Jilbab Traveler LSIK, saya lumayan tahu kisah hidup Mbak Asma melalui buku-buku sebelumnya. Sejak kecil hingga remaja Mbak Asma digerogoti macam-macam penyakit, mulai dari gegar otak sampai tumor. Mbak Asma tidak bisa mengecap pendidikan perguruan tinggi karena keterbatasannya ini. Saya berasumsi bahwa kalimat ayah Rania di atas adalah kalimat penyemangat. Rania a.k.a Mbak Asma tidak boleh putus asa mengejar mimpi dan cita-cita. Dan, Rania bahagia bisa mewujudkan harapan ayahnya. Dunia traveling sendiri memang panggilan jiwanya.  

Di satu sisi, ibu Rania selalu ingin anak-anaknya bahagia dengan pilihan mereka. Namun, di sisi lain, beliau kerap didera rasa khawatir setiap Rania berada di negeri orang. Apakah baik jika seorang muslimah ke mana-mana tanpa didampingi mahram?

Siapa sangka, ayah Rania meminta Rania untuk mengunjungi Baluran, sebuah daerah di Jawa Timur. Di Baluran, cinta ayah dan ibu Rania bersemi. Pertemuan tak disengaja antara Rania dan seorang pemuda asal Korea Selatan, Hyun Geun (Morgan Oey) di Baluran, membuka konflik cerita. Hyun Geun meremehkan keindahan wisata di Indonesia. Rania tidak terima. Dia mengajak Hyun Geun dan Alvin, sahabat Hyun Geun (Ringgo Agus Rahman) untuk melihat Kawah Ijen. Kawah Ijen adalah danau kawah yang unik dan indah. Di sini dijumpai fenomena api biru. Selain di Ijen, api biru juga ada di Islandia. Catet, hanya dan hanya ada di dua lokasi ini di dunia, Kawan CM! Paten, kan?

Hyun Geun puas dan mengakui bahwa Indonesia memang betul-betul indah. Bahkan, Hyun Geun instantly fall in love dengan Rania. Sebaliknya, Rania sebal karena Hyun Geun terlalu blakblakan dan cuek. Dia semakin menjauhi Hyun Geun setelah tahu dia kehilangan momen terbesar dalam hidupnya gara-gara mengantar Hyun Geun melihat Kawah Ijen. :((

Rania memutuskan berhenti traveling dan menemani ibunya di rumah. Saudara-saudara Rania, Kak Tia (Tasya Nur Medina) dan Bang Aeron (Indra Bekti), mulai gencar menjodohkan Rania dengan Ilhan Gandari (Giring Ganesha). Hingga suatu hari Rania mendapat undangan menjadi peserta Writing Residence di Gangwon, Korea Selatan. Setelah Baluran, Indonesia, Rania dan Hyun Geun ditakdirkan bertemu di Gangwon, Korea Selatan. 

Rania dan Ilhan. Hyun Geun dan Jeong Hwa.

Keduanya sudah ada yang memiliki. Padahal, Rania dan Hyun Geun sebenarnya saling cinta. Apakah mereka bisa bersama?

Tema-nya mungkin biasa, yakni cinta segitiga. Tapiii … spirit tentang muslimah berhijabnya ini yang luar biasa. Jilbab bukan penghalang muslimah berprestasi. Jangan takut menggali ilmu di negeri orang, termasuk di negeri muslim minoritas. Saya sangat terkesan dengan pesannya. Hingga saat ini Mbak Asma sudah mengunjungi 60 negara dan 310 kota di dunia. Waaaw. 


Menurut saya, semua scene terhubung dengan logika yang baik. Kenapa Hyun Geun terpaksa minum alkohol ketika disuruh ayah Jeong Hwa (padahal Hyun Geun menolak karena dia muslim). Kenapa ibu Rania seolah resah, padahal Rania sudah mantap menentukan akan menikah dengan siapa. Saya jadi ingat mama saya. Beliau resah ketika saya juga resah, walau tak ada satu kata pun yang keluar melalui bibir saya. Hm, naluri ibu, ya. Kenapa Rania ingin ada yang menemani langkahnya mengelilingi bumi Allah, semua terasa masuk akal.        

Lega, tidak ada kontak fisik antara lawan jenis di film ini. Saya suka, jilbab Rania selalu menutupi dada. Akting BCL, Morgan, Giring, Ringgo Agus saya acungi jempol. Akting Morgan melebihi ekspektasi saya dan suami. Makin matang! Akting Ringgo Agus lucu dan menggemaskan (halah) pas sebagai bumbu penyedap film. Cuma, saya agak kek mana gitu waktu nengok Ringgo Agus a.k.a Alvin tepuk-tepuk pipinya pakai pelembap Wardah (produk sponsor) hihihihihi. Btw, tokoh Hyun Geun memang EKSIS! Dia sahabat Mbak Asma dari Korea Selatan. Hyun Geun memiliki komunitas fotografer yang beranggotakan 7000 orang. Hyun Geun dan Mbak Asma bersahabat sudah 10 tahun, tapi tidak ada urusan cinta-cintaan sama sekali. Tokoh Hyun Geun sekadar "dipinjam" untuk film.

Scene yang paling saya suka di film Jilbab Traveler LSIK: Rania menggenggam salju dan salju tersebut perlahan luruh dari tangannya. Scene yang saaangat manis.


Jilbab Traveler LSIK asli bikin baper tak berkesudahan ketika saya tetiba berasa jadi Rania dadakan, ikutan bingung milih antara Hyun Geun dan Ilhan. Ini efek saking menghayati filmnya, Kawan CM. :)) *terus dikasih hadiah cubitan sayang sama suami* Film selesai, saya nangis termehek-mehek di kursi mikirin perasaan salah satu cowo yang rela berkorban melepas Rania. Lirik soundtrack Aku Bisa Apa bikin baper jadi tingkat dewi. Suami sampai narik-narik baju saya supaya keluar dari bioskop. Katanya, “Ummi, please. Filmnya udah kelar, nih. Nanti ditinggal pulang sama mbak-mbak bioskop.” :))

Mata bengkak keluar dari bioskop
Postingan saya di Instagram di-like BCL :))

Yuk, nonton Jilbab Traveler LSIK di bioskop, Kawan CM! Semangat berhijab. Semangat menggali ilmu. Semangat membuka lembar demi lembar cakrawala di hadapanmu. Never give up on your dreams.  


Cerita Melalak kasih apresiasi 4,5 dari 5 bintang. [] Haya Aliya Zaki

16 Comments "Film "Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea" Bikin Baper"

  1. cakeeep memang filmnya ya mba..baca bukunya mba Asma Nadia yang pernah mampir ke Jenewa memang asyik :). Semoga segera mampir ke NYC :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga Mbak Indah dkk di NYC bisa segera menikmati film ini ya, Mbak. Bukunya saya malah belum baca. :D

      Delete
  2. Replies
    1. Waaa ... Mas Isa mampir. :)) Nuhun Mas udah membaca review sederhana ini. Salam buat Mbak Asma. Good job! :))

      Delete
  3. Yuhuuu saya mulai penasaran neh mba Haya, dan beneran kudu nonton ini mah mba Haya

    ReplyDelete
  4. Sy nonton akhirnya krn penasaran bagaimana penggambaran cerita dlm novel yg sudah saya baca sebelumnya dan feel pas baca itu kena banget, hehehe saya berulang kali bolak balik baca novel itu. Cm ternyata banyak yg beda dari filmnya jd rada2 bingung juga....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Katanya ada yang diubah. Jadi gak sama banget dengan novelnya. Soalnya filmnya kan singkat. Contoh, lokasi Nepal di novel diubah jadi Baluran di film. Yang saya denger sih gitu.

      Delete
  5. Wah, jadi pengen nonton nih setelah baca review ini. Salsa boleh ikutan nonton gak ya? Kan ga ada kontak fisik. :-) Secara, anak gadisku lagi tergila-gila Korea nih.

    ReplyDelete
  6. Aduh reviewnya bikin pgn nonton nih.. Tapi aq punya bayi.. =(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaaw ... bingung juga mau kasih saran kalok begini. *_*

      Delete
  7. duh jadi pengen nntn Jilbab Traveler juga. ciye yg dilike BCL

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ciyeee ciyeee. Hayuk nonton keburu turun nantik dari bioskop xixixi.

      Delete

Jadilah golongan orang-orang beruntung, yakni orang-orang yang komen sesudah membaca. #eaaakkk