Belajar Memaknai Kehilangan dari Film Big Hero 6

       
Fyi, ada perbedaan selera film setelah saya menikah. Waktu masih remaja (iyaaa saya pernah remaja :p), saya demen banget nonton film horor dan thriller. Sebut aja Urban Legend, I Know What You Did Last Summer, Scream, Dracula 2000, dst. Setelah menikah tahun 2002 (apalagi setelah punya anak), selera film saya muter 180o. Entah kenapa pulak saya udah tak kuat mental nonton film yang serem-serem dan yang sadis-sadis. Pokoknya, tak sanggup. Titik!

Film animasi menjadi pilihan utama saya dan suami karena kami ingin nonton film yang bisa ditonton anak-anak juga. Meski begitu, tidak semua film animasi layak. Biasanya kami membaca review sebelum memutuskan nonton. Tahun lalu, salah satu pilihan kami jatuh pada film produksi Walt Disney Pictures berjudul Big Hero 6.




Setting Big Hero 6 adalah di kota futuristik San Fransokyo (plesetan dari San Fransisco dan Tokyo :p). Film dibuka dengan adegan adu robot milik Hiro Hamada (14 tahun) dan Little Yama. Hiro ini anak genius yang tertarik dengan dunia robot, sama seperti kakaknya, Tadashi Hamada. Namun, Tadashi mulai khawatir karena Hiro tidak memanfaatkan kecerdasannya untuk hal-hal baik. Semakin hari Hiro semakin keranjingan ikutan judi adu robot.

Sedikit demi sedikit Tadashi berhasil meyakinkan Hiro untuk masuk Robotics Institute. Terutama, ketika Tadashi memperlihatkan Baymax, robot putih, nduuut, dan empuk dari bahan vinyl. Tadashi menciptakan Baymax si Robot Perawat untuk menyelamatkan kehidupan manusia. Hiro bisa masuk Robotics Institute dengan syarat harus menunjukkan karya yang spektakuler di hadapan Profesor Callaghan dkk.

Berkat bantuan Tadashi, Hiro si berandal kecil berhasil membuat penemuan berupa ribuan unit autobots. Dahsyat, autobots ini digerakkan oleh kemampuan pikiran! Karya Hiro mendapat sambutan luar biasa. Dia diterima di Robotics Institute yang diimpi-impikannya. Sayangnya malang sering tak berbau. Dunia Hiro runtuh ketika Tadashi tewas karena kebakaran di kampus. Ditinggal kakaknya, Hiro seperti orang linglung. Dia benar-benar patah semangat. Untung ada sahabat-sahabat kakaknya, yakni Honey Lemon, Go Go Tamogo, Wasabi, dan Fred. Berkat dukungan mereka dan Baymax pastinya, Hiro bangkit dan berusaha mencari biang kerok di balik tragedi kebakaran.

Tiga adegan ini:


Baymax menyerang Profesor Callaghan secara membabi buta atas perintah Hiro

Hiro menonton perjuangan Tadashi menciptakan Baymax melalui monitor di tubuh Baymax

Baymax mengorbankan dirinya agar Hiro bisa menyelamatkan Abigail (putri Profesor Callaghan)

... SEMPURNA menggambarkan betapa sedih dan meradangnya Hiro karena kehilangan. Tiga adegan yang sangat emosional. Dada saya berdebar-debar tanpa henti. Berasa flash back, reaksi Hiro persis seperti reaksi saya ketika kehilangan paman akibat kecelakaan sepeda motor. Duh, sesenggukan! Di akhir cerita, pilihan sikap Hiro telak “menohok” Profesor Callaghan. Pesan moral yang dikemas sangat smooth. Hiro akan melanjutkan cita-cita Tadashi, melakukan hal yang bermanfaat untuk kemanusiaan. Orang hebat bukanlah orang yang mampu menunjukkan betapa besar kekuasaan yang dia punya. Orang hebat adalah orang yang mampu menahan diri dari amarah dan mengambil hikmah. Honestly, saya masih terus belajar.

Big Hero 6 cocok ditonton anak-anak. Polah loveable Baymax sukses membuat kami sekeluarga ketawa terpingkal-pingkal. Bahkan, saat Hiro dkk sedang melawan bahaya pun ada aja kelucuan-kelucuan yang terjadi. Adegan kekerasannya? Ringan banget. No need to worry. Hanya, adegan Hiro kehilangan Tadashi dan Baymax, bisa agak "mengganggu" perasaan mereka. Untungnya suasana pemakaman di film ditampilkan secara pas. Perlu bimbingan dari orangtua saat adegan Baymax menjelaskan tentang pubertas kepada Hiro dan adegan low battery Baymax yang seperti orang sedang mabuk. 


 

Big Hero 6 meraih puncak box office mengalahkan pesona Interstellar yang diputar pada waktu bersamaan. Merchandise Baymax laris manis. Kalimat, "Hello, I'm Baymax. I'm your personal healthcare companion." didengungkan di mana-mana. Tidak heran jika film yang sebenarnya diadaptasi dari komik Marvel ini memenangi piala Oscar kategori Film Animasi Terbaik tahun 2015. Butuh 90 orang animator, waktu 2 tahun, dan dana sekitar Rp2 triliun untuk menggarap Big Hero 6. Salah satu film termahal Hollywood! Nomine lain How to Train Your Dargon 2, Song of the Sea, The Boxtrolls, dan The Tale of the Princess Kaguya mau tak mau mengaku kalah. Big Hero 6 memenangi Oscar dan hati orang banyak. Saya ragu apakah ada film animasi berikutnya yang mampu menyaingi. Film Inside Out sangat bagus, tapi termasuk berat untuk dicerna.  Dengar-dengar Disney-PIXAR merilis film animasi baru berjudul The Good DinosaurWell, we'll see. :)

Oiya, saya membeli Big Hero 6 di iTunes supaya kami sekeluarga bisa nonton berulang-ulang di rumah. Saking kesengsemnya sama Big Hero 6, saya sempat keceplosan di media sosial, “Tidak ada film Disney yang gagal.” Nah, lho. Padahal, enggak juga, ya. Tapi, serius, bagi saya, Big Hero 6 bukan sekadar film superhero biasa, Kawan CM. Sedih, lucu, cinta, haru hadir satu paket. Selain itu, ada pelajaran berarti yang saya dapat dari sana. Pelajaran memaknai kehilangan secara arif, sesakit dan sepahit apa pun rasanya.

Cerita Melalak kasih apresiasi 5 dari 5 bintang. [] Haya Aliya Zaki

NB. Semua gambar diambil dari website disney.wikia.com






22 Comments "Belajar Memaknai Kehilangan dari Film Big Hero 6"

  1. Walah, aq malah baru tau ttg film animasi ini dr reviewmu, Haya. Jadi pengen ngajak Intan beli dan nonton bareng, ah! TFS, yaa. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beli di iTunes aja, Mba Al. Bisa nonton di rumah bareng Intan. :)

      Delete
  2. Orang Medan ya Bun? Aku lahir dan besar di Siantar *gaknanya.
    Dan sekarang mukim di Balikpapan *nyerocosterusss.
    eh sekarang kita ngomongin film ya? xixixixi
    Kayaknya kita beda selera nih. Aku senang fim genre romantis ala kerajaan gitu. Dengan kostum zaman baheula, menyapu lantai, misalnya "Pride and Prejudice"
    Btw, salam kenal dari Borneo ya Bunda,,





    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow beda selera, ya. Eh, tapi saya suka juga sih yang genre romantis gitu. Nontonnya bareng bapaknya anak-anak ajah. :)) Makasih dah mampir.

      Delete
  3. Sedihnya baca ceritanya Mbak. I'm so sorry for your loss. Big Hero 6 emang bagus banget Mbak Haya. Daaaaan saya belajar banyak banget dari tulisannya. Makasih ya Mbak. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makaish juga udah mampir ya, Dan. I learn a lot from you too. :)

      Delete
  4. anak-anak juga suka banget nonton Big Hero ini... dan aku pun nangis pas adegan kehilangan Tadashi... ah, rasanya setiap adegan kehilangan di film memang selalu sukses membuat saya berderai air mata

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi yang Big Hero 6 ini kok rasanya yang paling emosional buat aku ya, Rin? Hiks.

      Delete
  5. Big Hero, ya, saya juga sudah nonton dan saya juga jatuh cinta pada Baymax. Juga jatuh cinta dengan Immortal-nya Fall Out Boy yang jadi OST film ini.

    Mbak Haya, (Manggilnya Mak, Mbak, atau Kak?) saya juga menyarankan film Real Steel kalau belum nonton. Bukan animasi, sih, tapi fiksi ilmiah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, aku juga suka OST-nya. Boleh juga nanti kami nonton Real Steel. Makasih sarannya. :)

      Delete
  6. Aku nonton film ini sampai nangis bombay mba.. biar film kartun tapi berasa banget sedihnya

    ReplyDelete
  7. Bagus kyknya filmnya. Tapi melow gitu. Gak kuat ah nontonnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga melow, kok. Bagus. Adegan sedihnya pas.

      Delete
  8. Bintang, anak saya suka juga sama film ini, berkali2 ditonton dia ga bosen....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama. Anak-anakku juga ga bosen-bosennya nonton Baymax. Salam buat Bintang. :)

      Delete
  9. Saya juga suka BIG HERO 6 mbak ;)
    Nice post.

    ReplyDelete
  10. saya sudah nonton juga mbak, di TV kalo gak salah ya, ciptaanya Hiro memang keren, kalau di real luar biasa banget, makasih ya atas partisipasinya

    ReplyDelete
  11. Wah makasih review nya yaa mbak Haya

    ReplyDelete

Jadilah golongan orang-orang beruntung, yakni orang-orang yang komen sesudah membaca. #eaaakkk